Studi Ungkap Penyebab Pasien Mampu Indonesia Pilih Berobat ke Luar Negeri

Bimo Aria Fundrika | Suara.com

Rabu, 06 Mei 2020 | 18:10 WIB
Studi Ungkap Penyebab Pasien Mampu Indonesia Pilih Berobat ke Luar Negeri
Ilusrasi konsultasi dokter. (Shutterstock)

Suara.com - Pasien Pilih Berobat ke Luar Negeri, Dokter Indonesia Kurang Humanis?

Meski teknologi di Tanah Air sudah jauh berkembang dan setara dengan beberapa negara tetangga, tapi masih banyak masyarakat Indonesia yang lebih memilih berobat ke luar negeri. 

Bahkan, beberapa pejabat juga kerap memilih berobat di luar negeri saat butuh perawatan kesehatan. Lantas apa sebenarnya penyebabnya? 

Ilustrasi dokter - (Pixabay/rawpixel)
Ilustrasi dokter - (Pixabay/rawpixel)

Dalam sebuah penelitian berjudul 'Penyusunan Instrumen Penilaian Iklim Humanis Lingkungan Pembelajaran Klinik untuk Pengembangan Humanisme dalam pendidikan Kedokteran’, yang dilakukan oleh dr. Rita Mustika, MEpid untuk meraih gelar Doktor dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, mengungkapkan bahwa salah satu penyebabnya adalah kurangnya kemampuan komunikasi dokter dalam melayani pasien-pasiennya. 

Hal itu menurut Rita, juga pernah diungkapkan Menteri Kesehatan Republik Indonesia periode 2014 – 2019. Sinyalemen serupa juga ditemukan di Amerika Serikat yang menunjukkan bahwa 47 persen pasien dan 42 persen dokter menyatakan pelayanan kesehatan tidak humanis.

"Dari penelitian yang saya lakukan dengan metode campuran kualitatif dan kuantitatif pada lebih dari 200 responden penelitian di Academic Health System FK-UI, ditemukan bahwa pengembangan humanisme dalam pendidikan kedokteran di Indonesia saat ini sangat dibutuhkan," kata dia dalam siaran pers yang diterima Suara.com, Selasa (5/5/2020). 

Dengan demikian, pengembangan humanisme dokter harus diawali dengan membangun iklim pembelajaran yang humanis di lingkungan pembelajaran. Ia melanjutkan bahwa iklim inilah yang memengaruhi perilaku mahasiswa. 

"Karena dengan berada dalam iklim pembelajaran tertentu mahasiswa dapat mengembangkan pengetahuan, keterampilan dan sikap tertentu pula.”

Rita mengatakan, pembelajaran humanisme (kejujuran, integritas, respek, belas kasih (compassion) dan mementingkan kepentingan orang lain dibanding diri sendiri) dalam pendidikan kedokteran seringkali terkalahkan oleh ilmu biomedik dan keterampilan klinis. 

"Pengembangan humanisme dianggap dapat terjadi begitu saja tanpa perlu proses pengajaran, namun saat ini telah disadari pentingnya pengajaran humanisme untuk menjadikan dokter profesional,"kata Rita. 

Sebagai informasi penelitian ini dilakukan melalui empat tahap, yaitu penyusunan, instrumen, uji coba, penyusunan model iklim humanis lingkungan pembelajaran klinik, dan implementasi.

Tahap penyusunan instrumen meliputi telaah pustaka dan pengambilan data kualitatif  melalui focus group discussion (FGD) dan wawancara mendalam dengan mahasiswa tahap profesi, dosen klinik dan pengelola pendidikan.

Selanjutnya dilakukan telaah pakar dan wawancara kognitif untuk menilai validitas isi dan struktur instrumen tersebut. Pada studi ini terdapat dua instrumen yang diuji coba yaitu Humanistic Climate Measure (H-CliM) yang dikembangkan di tahap 1 dan Integrity Compassion Altruism Respect Empathy (ICARE).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

3 Dokter Rusia Jatuh dari Jendela setelah Mengkritik Layanan Kesehatan

3 Dokter Rusia Jatuh dari Jendela setelah Mengkritik Layanan Kesehatan

Health | Selasa, 05 Mei 2020 | 12:41 WIB

Islam di AS: Profesi Dokter Pilihan Favorit Warga Muslim Detroit

Islam di AS: Profesi Dokter Pilihan Favorit Warga Muslim Detroit

Video | Senin, 04 Mei 2020 | 09:00 WIB

Dokter Ini Diklaim Jadi Pelapor Pertama Munculnya Virus Corona Covid-19

Dokter Ini Diklaim Jadi Pelapor Pertama Munculnya Virus Corona Covid-19

News | Jum'at, 01 Mei 2020 | 20:20 WIB

Terkini

Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman

Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman

Health | Sabtu, 09 Mei 2026 | 14:56 WIB

Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?

Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 22:05 WIB

Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?

Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:29 WIB

Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial

Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:22 WIB

Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?

Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 11:49 WIB

Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak

Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:17 WIB

Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa

Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:01 WIB

Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak

Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 14:30 WIB

Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?

Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 13:24 WIB

Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia

Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 11:17 WIB