Lockdown Corona Bisa Tingkatkan 6,3 Juta Kasus TB dan 1,4 Juta Kematian

Angga Roni Priambodo, Fita Nofiana

Kamis, 07 Mei 2020 | 17:04 WIB
Lockdown Corona Bisa Tingkatkan 6,3 Juta Kasus TB dan 1,4 Juta Kematian
Ilustrasi tuberkulosis. (Shutterstock)

Suara.com - Saat dunia terfokus pada pengendalian virus corona, sekitar lebih dari 1,4 juta orang diperkirakan bisa meninggal karena tuberkulosis (TB) pada tahun 2025. Para ahli juga memprediksi peningkatan 6,3 juta kasus TB pada tahun itu.

Dilansir dari CNN, prediksi tersebut muncul karena isolasi akibat virus conana berdampak buruk pada diagnosis, pengobatan, dan pencegahan TB.

TB adalah infeksi bakteri yang mempengaruhi paru-paru dan telah ada selama ratusan tahun. Penyakit ini membunuh 1,5 juta orang per tahun dan telah menjadi fokus di bidang kesehatan beberapa dekade terakhir.

"Tetapi upaya-upaya penanganan telah tergelincir karena virus corona," kata Dr. Lucica Ditiu, direktur eksekutif dari Stop TB Partnership, sebuah kelompok yang dikelola oleh PBB untuk mengakhiri TB pada tahun 2030.

"Hari ini, pemerintah menghadapi jalan yang menyiksa, menavigasi antara bencana Covid-19 yang akan segera terjadi dan wabah TB yang sudah berlangsung lama," kata Ditiu dalam siaran pers.

“Tetapi memilih untuk mengabaikan TB akan menghapus setidaknya setengah dekade kemajuan yang diperoleh dengan susah payah terhadap infeksi paling mematikan di dunia dan membuat jutaan orang lebih sakit,” tambahnya.

Tuberkulosis (TBC) masih jadi beban di Indonesia. (Shutterstock)
Tuberkulosis (TBC) masih jadi beban di Indonesia. (Shutterstock)

Prediksi itu dibuat dalam pemodelan berdasarkan lockdown tiga bulan dan pemulihan layanan TB selama 10 bulan. Penelitian tersebut dilakukan oleh Imperial College London, Universitas Johns Hopkins, dan Avenir Health di bawah Stop TB Partnership dan dukungan USAID.

Pemodelan melihat dampak langkah-langkah virus corona di India, Kenya, dan Ukraina sebagai negara dengan tingkat TB tinggi.

Menurut Stop TB Partnership, jumlah kasus dan kematian TB telah menurun dalam beberapa tahun terakhir karena upaya terkoordinasi di berbagai negara. Tetapi pembatasan yang diterapkan di seluruh dunia karena virus corona menghalangi deteksi kasus TB.

baca juga

"Secara dramatis turun, pengobatan telah ditunda, dan mereka yang TB-resistan berisiko terhadap penghentian pengobatan," kata pihak Stop TB Partnership.

Perjuangan melawan TB dapat mundur lima sampai delapan tahun ke belakang.

Untuk mengurangi dampaknya, Stop TB Partnership menyerukan kepada pemerintah untuk mempertahankan layanan diagnostik, pengobatan, dan pencegahan selama lockdown.

TB adalah penyakit yang kompleks dan melindungi orang yang sudah terinfeksi sama pentingnya karena orang dapat membawa bakteri, Mycobacterium tuberculosis, selama bertahun-tahun dan bisa tanpa gejala.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Anggota Dewan di Gresik Dapat BLT dari Pemkab, Ini Kata Mensos Juliari

Anggota Dewan di Gresik Dapat BLT dari Pemkab, Ini Kata Mensos Juliari

Jatim | Kamis, 07 Mei 2020 | 16:43 WIB

Mengenal Terapi Antibodi Monoklonal untuk Penyembuhan Covid-19, Apa Itu?

Mengenal Terapi Antibodi Monoklonal untuk Penyembuhan Covid-19, Apa Itu?

Health | Kamis, 07 Mei 2020 | 16:48 WIB

Kelompok Rentan, 3 Dampak Wabah Virus Corona bagi Penyandang Disabilitas

Kelompok Rentan, 3 Dampak Wabah Virus Corona bagi Penyandang Disabilitas

Health | Kamis, 07 Mei 2020 | 16:50 WIB

Terkini

Mentereng di AS, Mitchell Baker Punya Target Tampil di Premier League, Olimpiade, Piala Dunia

Mentereng di AS, Mitchell Baker Punya Target Tampil di Premier League, Olimpiade, Piala Dunia

Bola | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:55 WIB

Mantan Ketua DPR RI Marzuki Alie Minta Dialog soal Tunggakan PBB IGM Rp2,33 Miliar

Mantan Ketua DPR RI Marzuki Alie Minta Dialog soal Tunggakan PBB IGM Rp2,33 Miliar

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:40 WIB

Sumsel United Kalah 0-1 dari Semen Padang, Gol Menit Akhir Buyarkan Asa Laskar Juaro Raih Poin

Sumsel United Kalah 0-1 dari Semen Padang, Gol Menit Akhir Buyarkan Asa Laskar Juaro Raih Poin

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:28 WIB

Inovasi Fashion Ramah Lingkungan: Botol Plastik Bekas Bisa Disulap Jadi Pakaian Olahraga

Inovasi Fashion Ramah Lingkungan: Botol Plastik Bekas Bisa Disulap Jadi Pakaian Olahraga

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:01 WIB

Dewa United Bukan Lawan Biasa, Shin Tae-yong Minta Persija Hati-hati

Dewa United Bukan Lawan Biasa, Shin Tae-yong Minta Persija Hati-hati

Bola | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:54 WIB

Kapolresta Bogor Kota Minta Maaf atas Insiden Intimidasi Videografer

Kapolresta Bogor Kota Minta Maaf atas Insiden Intimidasi Videografer

Jabar | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:50 WIB

IVES 2026 Soroti EEC, Pengukuran Dampak Ekonomi Industri Event

IVES 2026 Soroti EEC, Pengukuran Dampak Ekonomi Industri Event

Jakarta | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:47 WIB

Sudah Tunjukkan ID Card Tapi Tetap Diamankan, Jurnalis di Bogor Sempat Diminta Hapus Video

Sudah Tunjukkan ID Card Tapi Tetap Diamankan, Jurnalis di Bogor Sempat Diminta Hapus Video

Bogor | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:43 WIB

Kasus Polisi Diduga Bunuh Ibu Kandung di Siak, Riwayat Skizofrenia Terungkap, Kompolnas Turun Tangan

Kasus Polisi Diduga Bunuh Ibu Kandung di Siak, Riwayat Skizofrenia Terungkap, Kompolnas Turun Tangan

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:31 WIB

Bahlil Curiga LNG Indonesia ke Singapura Dijual Lagi, Ada Apa?

Bahlil Curiga LNG Indonesia ke Singapura Dijual Lagi, Ada Apa?

Video | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:15 WIB

×