Kasus Misterius, Pria 61 Tahun Terinfeksi Virus Hepatitis E dari Tikus!

Rima Sekarani Imamun Nissa | Rosiana Chozanah | Suara.com

Sabtu, 09 Mei 2020 | 09:35 WIB
Kasus Misterius, Pria 61 Tahun Terinfeksi Virus Hepatitis E dari Tikus!
Cara Mengusir Tikus dari Hunian. (shutterstock)

Suara.com - Seorang ahli mikrobiologi dan salah satu peneliti dari Universitas Hong Kong, Siddharth Sridhar, menemukan pada 2018 bahwa virus hepatitis E pada tikus dapat melompat ke manusia. Ini diketahui ketika ia menangani penyakit yang tidak biasa pada pria berusia 56 tahun.

"Tiba-tiba kami mendapati virus yang dapat melompat dari tikus jalanan ke manusia," katanya, dikutip dari CNN Internasional.

Menurut mereka, ini adalah infeksi yang tidak biasa dan belum pernah terjadi sebelumnya sehingga tim bertanya-tanya apakah ini inside yang terjadi satu kali, seperti pasien berada di tempat dan waktu yang salah.

Namun, nyatanya ini terjadi berulang kali setelah itu.

Sejak studi pertama ini, 10 lebih penduduk Hong Kong diketahui positif mengidap hepatitis E tikus yang dikenal sebagai tikus HEV.

Ilustrasi tikus bambu China. (Photo by Brett Jordan on Unsplash)
Ilustrasi tikus bambu China. (Photo by Brett Jordan on Unsplash)

Kasus terbaru terjadi seminggu yang lalu, seorang pria berusia 61 tahun dengan fungsi hati abnormal dites positif tikus HEV pada 30 April.

"Kemungkinan ada ratusan orang yang tidak terdiagnosis yang terinfeksi di luar sana," kata Sridhar.

Umumnya strain virus hepatitis E pada manusia ditularkan melalui kontaminasi feses dari sesuatu yang dikonsumsi, menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Tetapi strain tikus masih menimbulkan banyak misteri, tidak ada yang tahu persis bagaimana orang-orang ini terinfeksi. Dalam dua tahun sejak penemuan, para peneliti belum mengidentifikasi rute yang tepat dari penularan dari tikus ke manusia.

Mata kuning, salah satu gejala Hepatitis B.
Mata kuning, salah satu gejala Hepatitis  (Shutterstock)

Mereka memiliki teori, mungkin pasien minum air yang terkontaminasi seperti strain manusia biasa, atau berkontak dengan benda yang terkontaminasi. Meski begitu, tidak ada yang terbukti secara definitif.

Kasus pada pasien 61 tahun ini pun membingungkan. Sebab, tidak ada tikus atau kotoran tikus di rumahnya, tidak ada orang lain di rumahnya yang menunjukkan gejala, dan dia tidak memiliki riwayat perjalanan baru-baru ini.

"Berdasarkan informasi epidemiologis yang tersedia, sumber dan rute infeksi tidak dapat ditentukan," kata Pusat Perlindungan Kesehatan (CHP) Hong Kong dalam sebuah pernyataan pada 30 April lalu. Pria itu masih di rumah sakit, dan penyelidikan CHP sedang berlangsung.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Peneliti Italia Klaim Temukan Vaksin Virus Corona dari Tikus

Peneliti Italia Klaim Temukan Vaksin Virus Corona dari Tikus

Health | Kamis, 07 Mei 2020 | 13:16 WIB

Di Tengah Pandemi Corona, Kawanan Tikus Serang Pemukiman di Perth Australia

Di Tengah Pandemi Corona, Kawanan Tikus Serang Pemukiman di Perth Australia

News | Kamis, 30 April 2020 | 21:06 WIB

Jadi Sumber Nutrisi Alternatif, Tikus Bambu Bisa Tularkan Virus Corona?

Jadi Sumber Nutrisi Alternatif, Tikus Bambu Bisa Tularkan Virus Corona?

Health | Rabu, 22 April 2020 | 11:34 WIB

Terkini

Bukan Sekadar Sekolah, Anak Neurodivergent Butuh Dukungan Menyeluruh untuk Tumbuh

Bukan Sekadar Sekolah, Anak Neurodivergent Butuh Dukungan Menyeluruh untuk Tumbuh

Health | Rabu, 15 April 2026 | 19:14 WIB

Awas Logam Berat! Ini 7 Deretan Risiko Kesehatan Jika Mengonsumsi Ikan Sapu-Sapu

Awas Logam Berat! Ini 7 Deretan Risiko Kesehatan Jika Mengonsumsi Ikan Sapu-Sapu

Health | Rabu, 15 April 2026 | 15:33 WIB

Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa

Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa

Health | Selasa, 14 April 2026 | 09:26 WIB

Saat Screen Time Tak Bisa Dihindari, Ini Rekomendasi Tontonan Anak yang Aman dan Edukatif

Saat Screen Time Tak Bisa Dihindari, Ini Rekomendasi Tontonan Anak yang Aman dan Edukatif

Health | Selasa, 14 April 2026 | 08:37 WIB

Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak

Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak

Health | Senin, 13 April 2026 | 06:15 WIB

Bisa Remisi, Ini Cara Mengendalikan Diabetes Tanpa Bergantung Obat

Bisa Remisi, Ini Cara Mengendalikan Diabetes Tanpa Bergantung Obat

Health | Minggu, 12 April 2026 | 22:48 WIB

Sering Self-Diagnose? Hentikan Kebiasaan Berbahaya Ini dengan Panduan Cerdas Pilih Produk Kesehatan

Sering Self-Diagnose? Hentikan Kebiasaan Berbahaya Ini dengan Panduan Cerdas Pilih Produk Kesehatan

Health | Jum'at, 10 April 2026 | 20:29 WIB

Jangan Asal Pilih Material Bangunan! Ini Dampak Buruk Paparan Timbal Bagi Otak dan Kesehatan

Jangan Asal Pilih Material Bangunan! Ini Dampak Buruk Paparan Timbal Bagi Otak dan Kesehatan

Health | Jum'at, 10 April 2026 | 14:00 WIB

96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan

96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan

Health | Kamis, 09 April 2026 | 19:16 WIB

Aktivitas Bermain Menunjang Perkembangan Holistik dan Kreativitas Anak

Aktivitas Bermain Menunjang Perkembangan Holistik dan Kreativitas Anak

Health | Kamis, 09 April 2026 | 15:15 WIB