Jadi Sumber Nutrisi Alternatif, Tikus Bambu Bisa Tularkan Virus Corona?

M. Reza Sulaiman, Lilis Varwati

Rabu, 22 April 2020 | 11:34 WIB
Jadi Sumber Nutrisi Alternatif, Tikus Bambu Bisa Tularkan Virus Corona?
Ilustrasi tikus bambu China. (Photo by Brett Jordan on Unsplash)

Suara.com - Jadi Sumber Nutrisi Alternatif, Tikus Bambu Bisa Tularkan Virus Corona?

Petani China memiliki kebiasaan memelihara tikus bambu sejak beberapa abad lalu karena dinilai memiliki nilai gizi dan nutrisi tinggi. Namun tikus bambu China itu diyakini sebagai pembawa virus corona dan para koki telah memasaknya dengan berbagai cara sebelum pandemi Covid-19 terjadi.

Tikus bambu dapat memiliki berat hingga lima kilogram dan panjang mencapai 45 sentimeter. Menurut pengobatan tradisional Tiongkok, daging mereka dapat mendetoksifikasi tubuh manusia dan meningkatkan fungsi lambung juga limpa.

Melansir dari The Sun, masyarakat China telah terbiasa makan tikus bambu sejak masa Dinasti Zhou (1046-256BC). Hewan pengerat itu menjadi sangat populer di Cina pada 2018, ketika dua pria muda mengunggah video mereka mengembangbiakkan tikus.

Dalam video, kedua pemuda itu menunjukan cara memelihara tikus hingga proses memasaknya.

Tikus bambu dapat dijual hingga harga 1.000 yuan (Rp 2,1 juta) per pasang dalam keadaan hidup atau 280 yuan (Rp 614 ribu) per kilo untuk tikus dipanggang, menurut sebuah forum untuk peternak tikus.

Di YouTube, koki Cina dan penulis makanan Wang Gang, telah menerbitkan video yang memperlihatkan cara memasak tikus bambu goreng.

Sejak pandemi virus corona muncul di kota Wuhan di Cina pada Desember 2019, para ahli telah mencoba untuk mengidentifikasi sumber virus. Banyak yang percaya wabah berasal dari hewan liar yang dijual sebagai makanan.

Namun, beberapa ahli menyebut kelelawar, ular, atau trenggiling sebagai sumber virus. Dr Zhong Nanshan, ahli epidemiologi China, mengatakan epidemi itu mungkin terkait dengan tikus atau musang bambu.

baca juga

Pada Februari, komite legislatif top China melarang semua perdagangan dan konsumsi hewan liar untuk sementara waktu setelah merebaknya Covid-19.

Ilustrasi tikus-tikus sedang tidur (Shutterstock).
Ilustrasi tikus-tikus sedang tidur (Shutterstock).

Pada saat itu diyakini ada sekitar 25 juta tikus bambu di berbagai peternakan Cina. Provinsi selatan Guangxi bahkan memiliki stok 18 juta tikus, 70 persen dari jumlah yang ada di China, menurut China News Weekly.

Kantor Pengentasan Kemiskinan Guangxi telah memberikan subsidi kepada peternak tikus sebanyak 120 yuan (Rp 268 ribu) untuk setiap hewan. Diperkirakan ada 20 ribu orang di China mendapat bantuan. Belum pasti apakah larangan hewan liar akan berlaku permanen dan spesies apa saja yang akan dilarang.

Namun, wakil sekretaris Yayasan Konservasi Keanekaragaman Hayati China dan Yayasan Pembangunan Hijau Ma Yong meyakini bahwa kecil kemungkinan tikus bambu diizinkan kembali untuk dikonsumsi.

Karena tikus bambu baru dikonsumsi secara luas selama 30 tahun belakang. Belum ada penelitian terkait manfaat hewan itu dalam pengendalian penyakit.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Terisolasi di Antartika, Koki Ini Beruntung Terhindar dari Virus Corona

Terisolasi di Antartika, Koki Ini Beruntung Terhindar dari Virus Corona

News | Rabu, 22 April 2020 | 11:07 WIB

RS Darurat Wisma Atlet Rawat 652 Pasien, 559 di Antaranya Positif Covid-19

RS Darurat Wisma Atlet Rawat 652 Pasien, 559 di Antaranya Positif Covid-19

News | Rabu, 22 April 2020 | 11:05 WIB

Diuji ke Manusia Besok, Vaksin Covid-19 Ditargetkan Tersedia September

Diuji ke Manusia Besok, Vaksin Covid-19 Ditargetkan Tersedia September

Tekno | Rabu, 22 April 2020 | 10:59 WIB

Terkini

DPRD DKI Siap Jadi Penengah, Nasib Pedagang Pasar Taman Puring Pascakebakaran Dicarikan Titik Temu

DPRD DKI Siap Jadi Penengah, Nasib Pedagang Pasar Taman Puring Pascakebakaran Dicarikan Titik Temu

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 18:26 WIB

Dana Haji Rp185,73 Triliun Jadi Sorotan, Kemenhaj Dorong Penguatan BPKH

Dana Haji Rp185,73 Triliun Jadi Sorotan, Kemenhaj Dorong Penguatan BPKH

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 18:23 WIB

KPK Belum Tetapkan Tersangka dalam Penyidikan Baru Kasus Fadia Arafiq

KPK Belum Tetapkan Tersangka dalam Penyidikan Baru Kasus Fadia Arafiq

Jawa Tengah | Kamis, 15 Oktober 2026 | 18:22 WIB

Antara Sejarah, Kuliner Warisan, dan Gaya Hidup Pedas Manis ala Sambal Bajak

Antara Sejarah, Kuliner Warisan, dan Gaya Hidup Pedas Manis ala Sambal Bajak

Your Say | Kamis, 15 Oktober 2026 | 18:20 WIB

Okky Madasari Sentil Influencer: Jangan Sampai Opinion Leaders Jadi Opinion Dealers

Okky Madasari Sentil Influencer: Jangan Sampai Opinion Leaders Jadi Opinion Dealers

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 18:19 WIB

Jumlah Akun Pemilik Kripto RI Capai 23 Juta, Kemenkeu Mau Tukar Data Antar Negara demi Buru Pajak

Jumlah Akun Pemilik Kripto RI Capai 23 Juta, Kemenkeu Mau Tukar Data Antar Negara demi Buru Pajak

Bisnis | Kamis, 15 Oktober 2026 | 18:19 WIB

Kapolda Jateng Pimpin Rotasi 13 Pejabat, Wakapolda hingga Sejumlah Kapolres Berganti

Kapolda Jateng Pimpin Rotasi 13 Pejabat, Wakapolda hingga Sejumlah Kapolres Berganti

Jawa Tengah | Kamis, 15 Oktober 2026 | 18:17 WIB

The World of Us: Mengkhianati Diri Sendiri Demi Jadi Bagian dari Kelompok

The World of Us: Mengkhianati Diri Sendiri Demi Jadi Bagian dari Kelompok

Your Say | Kamis, 15 Oktober 2026 | 18:15 WIB

Lebih Emosional, Fannita Ajak Pendengar Bertukar Posisi Lewat New Version 'Jadi Aku (Sekali Saja)'

Lebih Emosional, Fannita Ajak Pendengar Bertukar Posisi Lewat New Version 'Jadi Aku (Sekali Saja)'

Entertainment | Kamis, 15 Oktober 2026 | 18:14 WIB

BPBD Makassar Siapkan Satu Kontainer Masker Hadapi Kabut Asap

BPBD Makassar Siapkan Satu Kontainer Masker Hadapi Kabut Asap

Sulsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 18:14 WIB

×