Penjual Daging Sapi Palsu di Bandung Gunakan Boraks, Ketahui Efeknya!

Yasinta Rahmawati, Rosiana Chozanah

Selasa, 12 Mei 2020 | 21:35 WIB
Penjual Daging Sapi Palsu di Bandung Gunakan Boraks, Ketahui Efeknya!
Ilustrasi daging babi [Suara.com/Fakhri Hermansyah]

Suara.com - Satreskrim Polresta Bandung telah menangkap empat pelaku penipuan yang menjual daging babi bertuliskan daging sapi di pasar-pasar di Bandung, pada Senin (11/5/2020). Daging tersebut dipasok dari Solo, Jawa Tengah.

Dari penyelidikan, polisi telah menyita 600 kilogram daging babi, dua freezer, satu timbangan, satu kilogram boraks, satu mobil, satu motor, dan 12 besi pancing untuk menggantung daging.

Menurut Kapolresta Bandung Kombes Pol Hendra Kurniawan, secara fisik daging babi tersebut terlihat lebih pucat, dibandingkan daging sapi yang merah.

Agar mirip, pelaku menggunakan boraks untuk memerahkan daging babi, dan melabelinya sebagai daging sapi.

Boraks, yang juga disebut sebagai natrium tetraborate, merupakan mineral putih bubuk yang telah lama digunakan sebagai produk pembersih selama beberapa dekade.

Pedagang daging babi di Pasar Senen, Jakarta Pusat. (Suara.com/Dian Kusumo Hapsari)
Ilustrasi daging babi (Suara.com/Dian Kusumo Hapsari)

Berdasarkan Healthline, boraks memiliki banyak kegunaan, di antaranya:

- Membantu menghilangkan noda, jamur, dan lumut di dinding rumah.
- Membunuh serangga, seperti semut.
- Digunakan dalam detergen dan pembersih rumah tangga untuk memutihkan dan menghilangkan kotoran.
- Menetralkan bau.

National Institutes of Health menemukan bahwa boraks berdampak buruk pada kesehatan manusia, yang termasuk mengiritasi tubuh, masalah hormon, toksisitas, dan kematian.

Melansir ThoughtCo., boraks akan bersifat racun akut pada kesehatan apabila dicerna atau dihirup. Menelan boraks dalam jumlah besar dapat menyebabkan mual, muntah, dan diare.

baca juga
Ilustrasi boraks (flikcr)

Uni Eropa (UE), Kanada, dan Indonesia menganggap paparan boraks dan asam borat sebagai risiko kesehatan yang potensial, terutama karena orang-orang terpapar dari banyak sumber dalam makanan mereka dan dari lingkungan.

Kekhawatirannya adalah paparan yang berlebihan terhadap bahan kimia, yang secara umum dianggap aman, dapat meningkatkan risiko kanker dan merusak kesuburan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Heboh Daging Babi Berkedok Daging Sapi, Bagaimana Cara Membedakannya?

Heboh Daging Babi Berkedok Daging Sapi, Bagaimana Cara Membedakannya?

Health | Selasa, 12 Mei 2020 | 20:49 WIB

Beredar Daging Babi Berkedok Daging Sapi, Begini Reaksi Gus Miftah

Beredar Daging Babi Berkedok Daging Sapi, Begini Reaksi Gus Miftah

Jogja | Selasa, 12 Mei 2020 | 19:45 WIB

Daging Babi Bertulis Daging Sapi Beredar Pasar Bandung saat Ramadan

Daging Babi Bertulis Daging Sapi Beredar Pasar Bandung saat Ramadan

Jabar | Senin, 11 Mei 2020 | 14:54 WIB

Terkini

Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen

Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen

Lifestyle | Selasa, 28 Juli 2026 | 22:12 WIB

Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA

Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 22:06 WIB

Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup

Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup

Bogor | Selasa, 28 Juli 2026 | 21:59 WIB

Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim

Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 21:48 WIB

Kebakaran Lahan Meluas ke Pemukiman, BPBD Cianjur Minta Warga Waspadai Puntung Rokok

Kebakaran Lahan Meluas ke Pemukiman, BPBD Cianjur Minta Warga Waspadai Puntung Rokok

Jabar | Selasa, 28 Juli 2026 | 21:47 WIB

140 Titik di Banten Darurat Air Bersih

140 Titik di Banten Darurat Air Bersih

Banten | Selasa, 28 Juli 2026 | 21:37 WIB

Gurita Pungli Dinas ESDM Jatim: Kabid Geologi Jadi Tersangka, Peras 217 Pemohon

Gurita Pungli Dinas ESDM Jatim: Kabid Geologi Jadi Tersangka, Peras 217 Pemohon

Jatim | Selasa, 28 Juli 2026 | 21:23 WIB

Buka 31 Formasi Jabatan, Bupati Bogor Jamin Proses Seleksi ASN Transparan dan Bebas Orang Dalam

Buka 31 Formasi Jabatan, Bupati Bogor Jamin Proses Seleksi ASN Transparan dan Bebas Orang Dalam

Jabar | Selasa, 28 Juli 2026 | 21:22 WIB

Dari Pencurian Ayam hingga Bentrok Jalanan: Mengapa Amuk Massa Terus Berulang?

Dari Pencurian Ayam hingga Bentrok Jalanan: Mengapa Amuk Massa Terus Berulang?

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 21:21 WIB

Dari Made in Indonesia ke Made by Indonesia, Mendorong Produk Lokal Naik Kelas

Dari Made in Indonesia ke Made by Indonesia, Mendorong Produk Lokal Naik Kelas

Lifestyle | Selasa, 28 Juli 2026 | 21:11 WIB

×