Virus Hewan VS Sistem Kekebalan: Penjelasan Mengapa Zoonosis Berbahaya

Yasinta Rahmawati, Rosiana Chozanah

Rabu, 13 Mei 2020 | 16:00 WIB
Virus Hewan VS Sistem Kekebalan: Penjelasan Mengapa Zoonosis Berbahaya
Ilustrasi kelelawar buah. [Shutterstock]

Suara.com - Beberapa ilmuwan yakin bahwa virus corona jenis baru ini berasal dari kelelawar, meski belum ada bukti yang benar-benar menunjukkan hal itu. Inilah yang disebut zoonosis, yaitu penyakit yang didapat dari hewan.

Sebelum Covid-19, banyak penyakit termasuk zoonosis, misalnya SARS, MERS, Flu Burung, Ebola, hingga antraks.

Sebuah laporan internasional dari 2012 mengonfirmasikan bahwa 56 jenis penyakit zoonosis bertanggung jawab atas 2,5 miliar kasus penyakit dan 2,7 juta kematian di seluruh dunia setiap tahunnya.

Jadi, mengapa penyakit yang didapat manusia dari hewan begitu berbahaya? Sebagian jawabannya adalah karena sistem kekebalan tubuh manusia. Sedangkan lainnya, karena seleksi alam. Hewan jenis tertentu yang menularkan virus juga berperan.

Ilustrasi virus Sars. [Shutterstock]
Ilustrasi virus Sars. [Shutterstock]

Virus hewan vs sistem kekebalan tubuh manusia

Berdasarkan Medical News Today, salah satu alasan virus dari hewan sangat berbahaya bagi manusia adalah karena manusia tidak memiliki cara untuk menghadapinya. Sistem kekebalan tubuh kita tidak pernah 'diperkenalkan' pada virus-virus baru ini, jadi ia tidak tahu bagaimana merespons tamu yang tidak diundang itu.

Para peneliti menjelaskan bahwa sebagian besar virus yang masuk ke tubuh manusia berhasil dihancurkan oleh sistem kekebalan tubuh atau melewati sistem pencernaan. Namun, kadang-kadang, virus hewan berhasil bereplikasi dalam inang manusia.

Momen di mana virus hewan bereplikasi dalam tubuh manusia pertama sangat penting. Pada titik kritis ini, virus dapat bermutasi dan berkembang, di bawah kendala selektif tubuh manusia untuk pertama kalinya, beradaptasi dan meningkatkan dirinya.

Ketika ini terjadi, sistem kekebalan tubuh manusia harus membalas. Perlu 'mengejar' evolusi virus dan menciptakan respons imun.

baca juga
Virus Corona Covid-19 masih menjadi momok di China, dengan jumlah korban terus mengalami peningkatan. (Shutterstock)
Virus Corona disebut berasal dari hewan (Shutterstock)

Tubuh manusia tidak pernah dihadapkan dengan ancaman ini sebelumnya, dan oleh karena itu, mereka tidak memiliki sistem imun yang sudah ada.

Tetapi pertahanan ini, yaitu bagian dari sistem kekebalan adaptif, membutuhkan waktu berhari-haru atau lebih lama untuk diaktifkan. Sementara itu, virus mungkin telah berevolusi untuk bereplikasi lebih cepat atau bahkan lolos dari 'pembalasan' sistem kekebalan tubuh.

Dengan kata lain, virus hewan dan sistem kekebalan tubuh telah memasuki 'peperangan sengit', yang artinya salah satu dari mereka dapat menang dan kalah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ditjen PKH Bahas Isu Bahaya Zoonosis di 11 Fakultas Kedokteran Hewan

Ditjen PKH Bahas Isu Bahaya Zoonosis di 11 Fakultas Kedokteran Hewan

Press Release | Selasa, 09 April 2019 | 18:26 WIB

Kementan Luncurkan Buku Panduan Hadapi Penyakit Infeksi Baru dan Zoonosis

Kementan Luncurkan Buku Panduan Hadapi Penyakit Infeksi Baru dan Zoonosis

Health | Selasa, 29 Januari 2019 | 16:15 WIB

Manfaat Dana Desa untuk Cegah Penyakit Infeksi Baru dan Zoonosis

Manfaat Dana Desa untuk Cegah Penyakit Infeksi Baru dan Zoonosis

Press Release | Kamis, 29 November 2018 | 12:07 WIB

Terkini

Beton dari Zeolit dan Biochar Bambu Diklaim Lebih Kuat Sekaligus Menyerap CO2: Kok Bisa?

Beton dari Zeolit dan Biochar Bambu Diklaim Lebih Kuat Sekaligus Menyerap CO2: Kok Bisa?

News | Jum'at, 25 September 2026 | 14:22 WIB

Ngamuk di Kantor Lurah Karena Bantuan Rp900 Ribu Hilang, Wanita di Makassar Malah Ngaku Bandar Sabu

Ngamuk di Kantor Lurah Karena Bantuan Rp900 Ribu Hilang, Wanita di Makassar Malah Ngaku Bandar Sabu

Sulsel | Jum'at, 25 September 2026 | 14:20 WIB

Cerita Silfester Matutina, 5 Hari Menjabat Komisaris Pelindo Lalu Dipecat

Cerita Silfester Matutina, 5 Hari Menjabat Komisaris Pelindo Lalu Dipecat

News | Jum'at, 25 September 2026 | 14:20 WIB

Harga dan Spesifikasi OBSBOT Meet Flip, Diklaim Jadi Webcam 4K Terkecil

Harga dan Spesifikasi OBSBOT Meet Flip, Diklaim Jadi Webcam 4K Terkecil

Tekno | Jum'at, 25 September 2026 | 14:19 WIB

Bukan Cuma Dengar Musik, Snapdragon Sound Elite Gen 2 Bawa AI ke Earbuds

Bukan Cuma Dengar Musik, Snapdragon Sound Elite Gen 2 Bawa AI ke Earbuds

Tekno | Jum'at, 25 September 2026 | 14:16 WIB

Soal Fasilitas Mewah di Lapas Cibinong, DPR Akan Panggil Ombudsman dan Ditjen PAS

Soal Fasilitas Mewah di Lapas Cibinong, DPR Akan Panggil Ombudsman dan Ditjen PAS

News | Jum'at, 25 September 2026 | 14:12 WIB

Isu Aliran Rp480 Miliar di Muktamar NU, Gus Ipul Ancam Polisikan 3 Orang

Isu Aliran Rp480 Miliar di Muktamar NU, Gus Ipul Ancam Polisikan 3 Orang

Sulsel | Jum'at, 25 September 2026 | 14:08 WIB

Bitget Diretas US$351,6 Juta, Pengamat Kripto Sebut Alarm Serius Keamanan Bursa Aset Digital

Bitget Diretas US$351,6 Juta, Pengamat Kripto Sebut Alarm Serius Keamanan Bursa Aset Digital

Sumut | Jum'at, 25 September 2026 | 14:04 WIB

Kasus Suap HGB ATR/BPN: KPK Sita Ratusan Juta Rupiah dari Kanwil BPN Jatim

Kasus Suap HGB ATR/BPN: KPK Sita Ratusan Juta Rupiah dari Kanwil BPN Jatim

News | Jum'at, 25 September 2026 | 14:03 WIB

ASUS Ascent QN10, Mini PC Bertenaga Snapdragon X2 Elite

ASUS Ascent QN10, Mini PC Bertenaga Snapdragon X2 Elite

Tekno | Jum'at, 25 September 2026 | 14:02 WIB

×