Pandemi dan Epidemi Terburuk di Dunia yang Tercatat Sejarah: Bagian 2

Vania Rossa, Lilis Varwati

Kamis, 14 Mei 2020 | 14:37 WIB
Pandemi dan Epidemi Terburuk di Dunia yang Tercatat Sejarah: Bagian 2
Ilustrasi pandemi terburuk di dunia. (Shutterstock)

Suara.com - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) baru saja memperingatkan bahwa virus corona kemungkinan tidak akan pernah hilang di dunia. Direktur kedaruratan WHO, dr. Mike Ryan, mengatakan bahkan jika vaksin telah ditemukan, virus itu akan tetap ada.

Dalam sejarah manusia, wabah penyakit memang selalu ada. Entah disebabkan karena virus, bakteri, atau bahkan fenomena alam. Wabah penyakit itu bahkan pernah terjadi sejak zaman prasejarah pada tahun sebelum masehi.

Berdasarkan temuan para arkeolog, wabah itu terjadi selama beberapa waktu dan berhenti karena berhasil dikendalikan atau karena penduduk dan lokasi terjadi wabah telah punah. Berikut kumpulan peristiwa wabah penyakit terburuk yang pernah terjadi di dunia bagian 2, melansir dari situs Live Sience.

6. Wabah kutu tikus 1346-1353

Kematian pernah menghantui orang-orang yang bepergian dari Asia ke Eropa pada sekitar tahun 1346-1353. Beberapa ahli menyebut peristiwa itu telah memusnahkan lebih dari setengah populasi di Eropa.

Kematian itu disebabkan oleh bakteri Yersinia pestis, kemungkinan sudah punah hari ini, yang disebarkan melalui kutu pada tikus yang terinfeksi. Mayat para pasien yang terinfeksi kemudian dimakamkan secara massal.

Kematian itu juga telah mengubah arah sejarah Eropa. Lantaran banyak orang yang meninggal, tenaga kerja menjadi lebih sulit ditemukan. Hal ini membuat pemberian upah menjadi lebih baik bagi para pekerja, dan berakhirnya sistem perbudakan di Eropa.

Studi menunjukkan bahwa pekerja yang selamat jadi bisa membeli daging dan roti berkualitas tinggi. Kurangnya tenaga kerja murah mungkin juga berkontribusi pada inovasi teknologi.

7. Epidemi Cocoliztli: 1545-1548

baca juga

Infeksi yang menyebabkan epidemi cocoliztli adalah bentuk demam berdarah yang menewaskan 15 juta penduduk Meksiko dan Amerika Tengah. Penyakit ini terbukti sangat berbahaya. Cocoliztli sendiri adalah kata Aztec untuk 'hama'.

Sebuah studi baru-baru ini yang memeriksa DNA dari kerangka korban menemukan bahwa mereka terinfeksi subspesies Salmonella yang dikenal sebagai S. paratyphi C, yang menyebabkan demam enterik, kategori demam yang termasuk tipus.

Demam enterik dapat menyebabkan demam tinggi, dehidrasi, dan masalah gastrointestinal. Dan perlu Anda ketahui, demam enterik ini masih merupakan ancaman kesehatan utama saat ini.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kisah Diaspora Muslim Pakistan Jalani Ibadah Ramadan di Masa Pandemi Corona

Kisah Diaspora Muslim Pakistan Jalani Ibadah Ramadan di Masa Pandemi Corona

Video | Kamis, 14 Mei 2020 | 13:26 WIB

WHO Sebut Corona akan Jadi Endemik, Apa Bedanya dengan Pandemi?

WHO Sebut Corona akan Jadi Endemik, Apa Bedanya dengan Pandemi?

Health | Kamis, 14 Mei 2020 | 12:40 WIB

Total 1.6 Juta Pasien Covid-19 di Seluruh Dunia Berhasil Sembuh

Total 1.6 Juta Pasien Covid-19 di Seluruh Dunia Berhasil Sembuh

Health | Kamis, 14 Mei 2020 | 13:50 WIB

Terkini

Digugat di PTUN, Kuasa Hukum Beberkan Rute Pendidikan Wapres Gibran dari O Level hingga S1

Digugat di PTUN, Kuasa Hukum Beberkan Rute Pendidikan Wapres Gibran dari O Level hingga S1

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 06:33 WIB

Dijemput Keluarga dan LBH, 34 Orang Pascademo Ricuh di Malioboro Resmi Dipulangkan

Dijemput Keluarga dan LBH, 34 Orang Pascademo Ricuh di Malioboro Resmi Dipulangkan

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 06:04 WIB

Pasar Bergejolak, Perusahaan Asuransi Putar Otak Buat Produk Perlindungan dan Investasi

Pasar Bergejolak, Perusahaan Asuransi Putar Otak Buat Produk Perlindungan dan Investasi

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 05:57 WIB

QRIS BRI Permudah Transaksi UMKM, Pemilik Depot Yamie di Kutoarjo Ini Rasakan Manfaatnya

QRIS BRI Permudah Transaksi UMKM, Pemilik Depot Yamie di Kutoarjo Ini Rasakan Manfaatnya

Bri | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 05:17 WIB

Hybrid Fitness Race Khusus Perempuan Hadir di Indonesia

Hybrid Fitness Race Khusus Perempuan Hadir di Indonesia

Sport | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:45 WIB

Sumsel United Tak Terkalahkan 4 Laga, Tegar Hening Absen Jelang Derby Sumatera

Sumsel United Tak Terkalahkan 4 Laga, Tegar Hening Absen Jelang Derby Sumatera

Sumsel | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:42 WIB

Laba PTBA Tembus Rp4,41 Triliun, Pendapatan Naik 12 Persen hingga Kuartal III 2026

Laba PTBA Tembus Rp4,41 Triliun, Pendapatan Naik 12 Persen hingga Kuartal III 2026

Sumsel | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:31 WIB

Nugroho Herucahyono Dorong Talenta Indonesia Berani Bangun Teknologi untuk Dunia

Nugroho Herucahyono Dorong Talenta Indonesia Berani Bangun Teknologi untuk Dunia

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:17 WIB

35 Tahun Yugoslavia Bubar, Siapa Paling Untung di Sepak Bola? Kroasia dan Serbia Menonjol

35 Tahun Yugoslavia Bubar, Siapa Paling Untung di Sepak Bola? Kroasia dan Serbia Menonjol

Bola | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:10 WIB

Gibran Kalahkan Prabowo di Puncak Elektabilitas, Begini Respon Santai Jokowi

Gibran Kalahkan Prabowo di Puncak Elektabilitas, Begini Respon Santai Jokowi

Surakarta | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:06 WIB

×