Pandemi dan Epidemi Terburuk di Dunia yang Tercatat Sejarah: Bagian 2

Vania Rossa, Lilis Varwati

Kamis, 14 Mei 2020 | 14:37 WIB
Pandemi dan Epidemi Terburuk di Dunia yang Tercatat Sejarah: Bagian 2
Ilustrasi pandemi terburuk di dunia. (Shutterstock)

8. Wabah Amerika: abad ke-16

Wabah Amerika saat itu merupakan penyakit Eurasia yang dibawa ke Amerika oleh penjelajah Eropa. Penyakit-penyakit ini, termasuk cacar, yang menyebabkan runtuhnya peradaban Inca dan Aztec. Beberapa perkiraan menunjukkan bahwa 90 persen populasi asli di negara Barat meninggal.

Penyakit-penyakit tersebut membantu pasukan Spanyol yang dipimpin oleh Hernán Cortés menaklukkan ibukota Aztec dari Tenochtitlan pada tahun 1519. Pasukan Spanyol lainnya yang dipimpin oleh Francisco Pizarro menaklukkan suku Inca pada tahun 1532. Spanyol mengambil alih wilayah kedua kekaisaran.

Dalam kedua kasus itu, pasukan Aztec dan Inca telah dirusak oleh penyakit dan tidak mampu menahan pasukan Spanyol. Ketika warga negara Inggris, Prancis, Portugal dan Belanda mulai mengeksplorasi, menaklukkan, dan menetap di belahan Barat, mereka juga terbantu bahwa penyakit itu telah sangat mengurangi jumlah kelompok-kelompok pribumi yang menentang mereka.

9. Wabah Besar di London: 1665-1666

Wabah besar terakhir di Inggris menyebabkan eksodus massal dari London, dipimpin oleh Raja Charles II. Wabah itu dimulai pada April 1665 dan menyebar dengan cepat selama bulan-bulan saat musim panas.

Kutu dari tikus yang terinfeksi wabah adalah salah satu penyebab utama penularan. Pada saat wabah berakhir, sekitar 100.000 orang, termasuk 15 persen dari populasi London, telah meninggal. Tapi ini bukan akhir dari penderitaan kota itu. Pada 2 September 1666, terjadi kebakaran besar selama empat hari dan menghanguskan sebagian besar kota.

10. Wabah Besar Marseille: 1720-1723

Catatan sejarah mengatakan bahwa Wabah Besar Marseille dimulai ketika sebuah kapal bernama Grand-Saint-Antoine berlabuh di Marseille, Prancis, membawa muatan barang dari Mediterania timur. Meskipun kapal itu dikarantina, wabah masih masuk ke kota. Kemungkinan melalui kutu pada tikus yang terinfeksi wabah.

baca juga

Wabah menyebar dengan cepat dan selama tiga tahun telah menyebabkan 100.000 orang meninggal di Marseille dan sekitarnya. Diperkirakan hingga 30 persen dari populasi Marseille mungkin telah musnah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kisah Diaspora Muslim Pakistan Jalani Ibadah Ramadan di Masa Pandemi Corona

Kisah Diaspora Muslim Pakistan Jalani Ibadah Ramadan di Masa Pandemi Corona

Video | Kamis, 14 Mei 2020 | 13:26 WIB

WHO Sebut Corona akan Jadi Endemik, Apa Bedanya dengan Pandemi?

WHO Sebut Corona akan Jadi Endemik, Apa Bedanya dengan Pandemi?

Health | Kamis, 14 Mei 2020 | 12:40 WIB

Total 1.6 Juta Pasien Covid-19 di Seluruh Dunia Berhasil Sembuh

Total 1.6 Juta Pasien Covid-19 di Seluruh Dunia Berhasil Sembuh

Health | Kamis, 14 Mei 2020 | 13:50 WIB

Terkini

Perjalanan Menuju 70 Tahun Astra: Pendaftaran Astra Half Marathon 2026 Resmi Dibuka 15 September

Perjalanan Menuju 70 Tahun Astra: Pendaftaran Astra Half Marathon 2026 Resmi Dibuka 15 September

Lifestyle | Kamis, 10 September 2026 | 21:13 WIB

Bansos Beras 30 Kg Pakai Data Desil Terbaru, Cair Juli-September 2026

Bansos Beras 30 Kg Pakai Data Desil Terbaru, Cair Juli-September 2026

Bisnis | Kamis, 10 September 2026 | 21:13 WIB

Usai Digeledah Polda Metro Jaya Terkait Mafia Tanah, Pelayanan BPN Cibinong Kembali Normal

Usai Digeledah Polda Metro Jaya Terkait Mafia Tanah, Pelayanan BPN Cibinong Kembali Normal

Bogor | Kamis, 10 September 2026 | 21:09 WIB

DRed FC Warnai Sepak Bola Surabaya, Bonek: Kami Tidak Akan Mendukung Dua Klub!

DRed FC Warnai Sepak Bola Surabaya, Bonek: Kami Tidak Akan Mendukung Dua Klub!

Jatim | Kamis, 10 September 2026 | 21:09 WIB

LG Bawa Presisi OLED ke TV LCD, MRGB evo AI Dikembangkan dengan Talenta Indonesia

LG Bawa Presisi OLED ke TV LCD, MRGB evo AI Dikembangkan dengan Talenta Indonesia

Tekno | Kamis, 10 September 2026 | 21:08 WIB

BNPB: Water Bombing Tak Berguna Jika Api Karhutla Sudah Membesar

BNPB: Water Bombing Tak Berguna Jika Api Karhutla Sudah Membesar

News | Kamis, 10 September 2026 | 21:08 WIB

KPK Telusuri Deposito dan Bangunan Milik Eks Kepala Kanwil Pajak Haniv

KPK Telusuri Deposito dan Bangunan Milik Eks Kepala Kanwil Pajak Haniv

News | Kamis, 10 September 2026 | 21:01 WIB

Suzuki GN160 Tantang Yamaha XSR 155 di Segmen Motor Retro, Harganya Jauh Lebih Murah

Suzuki GN160 Tantang Yamaha XSR 155 di Segmen Motor Retro, Harganya Jauh Lebih Murah

Otomotif | Kamis, 10 September 2026 | 21:00 WIB

Gak Salah Sasaran Lagi! Bansos Bakal Disalurkan Lewat AI Mulai Oktober 2026

Gak Salah Sasaran Lagi! Bansos Bakal Disalurkan Lewat AI Mulai Oktober 2026

Video | Kamis, 10 September 2026 | 20:55 WIB

Kuasa Hukum BTN Siap Somasi, Ini Fakta di Balik Klaim Dana Rp17 Miliar

Kuasa Hukum BTN Siap Somasi, Ini Fakta di Balik Klaim Dana Rp17 Miliar

Bisnis | Kamis, 10 September 2026 | 20:52 WIB

×