Positif Corona Covid-19, Bocah 12 Tahun Ini Nyaris Meninggal

Bimo Aria Fundrika, Frieda Isyana Putri

Minggu, 17 Mei 2020 | 16:35 WIB
Positif Corona Covid-19, Bocah 12 Tahun Ini Nyaris Meninggal
Ilustrasi bocah positif Corona Covid-19. (Pixabay)

Suara.com - Positif Corona Covid-19, Bocah 12 Tahun Ini Nyaris Meninggal

Seorang bocah berusia 12 tahun dilaporkan mengidap sindrom inflamasi multisisitem (MISC) dan virus corona baru atau Covid-19. Bocah bernama Juliet ini hampir meninggal dunia karenanya.

Sean Daly, sang ayah, menceritakan saat ia melihat bibir Juliet membiru serta kaki dan tangannya menjadi dingin, ia langsung melarikannya ke rumah sakit.

Sindrom yang diidapnya menyebabkan sistem imun beraksi berlebihan, menyebabkan inflamasi di seluruh tubuh. Sindrom ini juga berdampak pada beberapa organ tubuh, seperti jantung, hati, ginjal, dan hampir seluruh sel di tubuh.

COVID-19 mampu membajak sel inang untuk mereplikasi, menciptakan ribuan salinannya sendiri hingga sel inang kewalahan dan secara efektif membunuh dirinya sendiri [NIAID].
COVID-19 mampu membajak sel inang untuk mereplikasi, menciptakan ribuan salinannya sendiri hingga sel inang kewalahan dan secara efektif membunuh dirinya sendiri [NIAID].

Dikutip dari CNN, Juliet sempat mengalami henti jantung dan harus diberikan CPR. Setelah jantungnya kembali berdenyut, Juliet harus mengenakan ventilator.

Tak lama kemudian, ia juga dilaporkan positif mengidap Covid-19. Disebutkan bahwa anak-anak yang mengidap MICS kerap mengalami sindrom tersebut setelah sembuh dari Covid-19.

Empat hari kemudian, Juliet bisa bernapas normal kembali dan jantung serta organ-organ lainnya juga kembali pulih seperti sediakala.

"Saat ia membuka matanya pertama kali, yang ia inginkan adalah segelas air dan  ia ingin istriku memberitahukan pada gurunya bahwa ia di rumah sakit," kata Sean Daly.

MISC juga sering dikaitkan mirip dengan penyakit Kawasaki, yang belakangan ini sering dilaporkan terjadi di beberapa negara di Eropa dan Amerika Serikat.

baca juga

Penyakit Kawasaki menyebabkan inflamasi di dinding pembuluh arteri dan bisa membatasi aliran darah yang masuk ke jantung.

Penyakit ini menyebabkan demam tinggi selama lebih dari lima hari, ruam, kelenjar di leher membengkak, bibir pecah-pecah, bengkak di kaki dan tangan, dan kedua mata memerah.

Walau mematikan dan sering terjadi pada balita, penyakit ini bisa diobati. Beberapa pakar mempertimbangkan apakah virus corona bisa memicu penyakit Kawasaki.

Baru-baru ini, sebuah studi dipublikasikan dalam jurnal The Lancer mengungkapkan jumlah kasus penyakit mirip Kawasaki pada anak-anak di Bergamo, Italia, melonjak 30 kali lipat setelah terjadinya wabah virus corona di kawasan tersebut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kerja di Tempat Laundry, Bisakah Menularkan Covid-19 dari Pakaian?

Kerja di Tempat Laundry, Bisakah Menularkan Covid-19 dari Pakaian?

Health | Minggu, 17 Mei 2020 | 15:12 WIB

Peneliti Buktikan Virus Corona Covid-19 Menyebar Cepat di Restoran

Peneliti Buktikan Virus Corona Covid-19 Menyebar Cepat di Restoran

Health | Minggu, 17 Mei 2020 | 15:28 WIB

Pasien Sembuh Covid-19 Dilarang Berhubungan Seks 30 Hari

Pasien Sembuh Covid-19 Dilarang Berhubungan Seks 30 Hari

Tekno | Minggu, 17 Mei 2020 | 14:18 WIB

Terkini

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:05 WIB

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:00 WIB

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Health | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:41 WIB

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:51 WIB

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:03 WIB

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 15:14 WIB

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 09:45 WIB

Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi

Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi

Health | Jum'at, 19 Juni 2026 | 17:01 WIB

Mata Merah dan Buram Tak Boleh Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Kerusakan Kornea

Mata Merah dan Buram Tak Boleh Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Kerusakan Kornea

Health | Kamis, 18 Juni 2026 | 22:00 WIB

Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat

Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat

Health | Kamis, 18 Juni 2026 | 21:32 WIB