Atur Jadwal Tidur Bayi, Orangtua Bisa Berikan Stimulasi Cahaya Hingga Suara

M. Reza Sulaiman, Lilis Varwati

Rabu, 20 Mei 2020 | 16:07 WIB
Atur Jadwal Tidur Bayi, Orangtua Bisa Berikan Stimulasi Cahaya Hingga Suara
Ilustrasi jadwal tidur bayi. (Shutterstock)

Suara.com - Atur Jadwal Tidur Bayi, Orangtua Bisa Berikan Stimulasi Cahaya Hingga Suara

Bayi baru lahir tentu memiliki jam tidur yang belum teratur. Salah satu penyebabnya karena bayi belum bisa membedakan pagi dan malam. Sehingga waktu tidur kerap kali tertukar tidak seperti pada umumnya.

Tentu hal itu juga akan mempengaruhi jam tidur orangtua yang harus menenangkan si bayi jika rewel ketika bangun tidur. Untuk mengatasinya, orangtua sebenarnya bisa mengenalkan konsep perbedaan pagi dan malam pada anak.

"Contoh setiap pagi sampai sore biarkan cahaya matahari masuk ke rumah. Kalau tinggal di apartemen yang jarang matahari bisa nyalakan lampu. Jadi lewat rangsangan cahaya," kata Konselor menyusui, bidan Bd Salshabila Am. Keb dalam siaran langusung melalui akun Instagram Lactamilmama, Rabu (20/5/2020).

Salshabila menambahkan, setiap pagi hingga sore, anak bisa dibiasakan menggunakan baju dan celana pendek. Sehingga bayi merasa kulitnya tersimulasi.

Kemudian melalui suara, selama pagi hingga sore sebaiknya gunakan suara-suara agak ramai seperti dari televisi, musik, atau bunyi mesin cuci.

"Jadi bayi terstimulasi dari cahaya, permukaan kulit, dan suara," ucapnya.

Saat malam hari, bisa dilakukan hal sebaliknya dengan mengurangi jumlah cahaya atau menggunakan lampu tidur. Pakaikan bayi dengan baju dan celana panjang. Juga meminimalisir adanya suara.

Ilustrasi bayi tidur. (Shutterstock)
Ilustrasi jadwal tidur bayi. (Shutterstock)

Selain jadwal tidur bayi yang belum teratur, bayi yang sedang rewel juga seringkali menjadi persoalan. Apalagi bagi orangtua baru terkadang dibuat bingung dengan penyebab bayi rewel.

Salshabila menyarankan, jika hal itu terjadi hal pertama yang bisa dilakukan orangtua sebaiknya periksa keadaan anak.

"Kita harus cek satu-satu apa mungkin terlalu silau lampunya atau kebalikanya. Atau kita tes jangan-jangan dia gak terlalu suka berisik atau sebaliknya," ujarnya.

Perhatikan pula tanda-tanda pada tubuh bayi. Menurut Salshabila, kebanyakan orangtua terkadang luput untuk mengecek apakah ada ruam pada kulit anak yang bisa menyebabkan rasa gatal. Ruam itu biasanya terjadi pada area yang dipakaikan popok.

"Sering banget orangtua miss sama ruam akibat popok. Teknik menenangkan bisa di bedong bisa sushing atau disusuin. Tapi yang penting menenangkan bayi usahakan kita juga tenang," tuturnya.

Itulah cara mengatur jadwal tidur bayi yang bisa dilakukan orangtua.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Amerika dan Kanada Berhenti Jual Bedak Bayi Johnson

Amerika dan Kanada Berhenti Jual Bedak Bayi Johnson

News | Rabu, 20 Mei 2020 | 16:01 WIB

Masih dalam Kandungan, Video Bayi Kembar Dorong-dorongan Bikin Gemas

Masih dalam Kandungan, Video Bayi Kembar Dorong-dorongan Bikin Gemas

Tekno | Rabu, 20 Mei 2020 | 14:59 WIB

Sembuh Corona, Bayi Usia 2 Tahun di Bondowoso Kini Bisa Dipeluk Ibundanya

Sembuh Corona, Bayi Usia 2 Tahun di Bondowoso Kini Bisa Dipeluk Ibundanya

Jatim | Rabu, 20 Mei 2020 | 11:39 WIB

Terkini

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 21:33 WIB

Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem

Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 11:18 WIB

Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 23:06 WIB

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 17:41 WIB

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 11:27 WIB

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 09:44 WIB

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 11:09 WIB

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 09:22 WIB

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Health | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:23 WIB

Mengapa Lupus Lebih Banyak Menyerang Wanita?

Mengapa Lupus Lebih Banyak Menyerang Wanita?

Health | Selasa, 26 Mei 2026 | 15:00 WIB