Amerika dan Kanada Berhenti Jual Bedak Bayi Johnson

Reza Gunadha | Rima Suliastini | Suara.com

Rabu, 20 Mei 2020 | 16:01 WIB
Amerika dan Kanada Berhenti Jual Bedak Bayi Johnson
Ilustrasi bedak bayi. (Shutterstock)

Suara.com - Amerika Serikat dan Kanada akan berhenti menjual bedak bayi dari merek terkenal, Johnson & Johnson.

Mengutip BBC News pada Rabu (20/05/2020), keputusan ini diambil karena Johnson tengah menghadapi tuntutan dari ribuan konsumennya.

Tuntutan tersebut mengklaim bahwa bedak tabur ini berbahaya bagi kesehatan. Tak main-main, beberapa kandungan dalam bedak ini dituding menimbulkan kanker.

Keputusan ini diambil setelah litigasi bertahun-tahun dimana Johnson sudah diperingatkan untuk membayar kompensasi miliaran dolar atas produknya.

Johnson & Johnson mengatakan akan mengurangi penjualan produknya dalam beberapa bulan, namun pengecer masih menjual persediaan yang ada hingga habis.

Johnson sendiri sudah dituntut oleh 16 ribu konsumen yang mengklaim bedak bayi tersebut mengandung karsinogen berupa asbes yang dapat menyebabkan kanker. 22 diantaranya adalah wanita dan mereka menuduh Johnson sebagai penyebab kanker ovarium yang diderita.

Bedak bayi Johnson & Johnson (foto: ilustrasi).
Bedak bayi Johnson & Johnson (foto: ilustrasi).

Sementara itu, berdasarkan hasil uji Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA), tidak ditemukan asbes dalam kandungan bedak bayi Johnson. Mereka hanya menemukan dengan jumlah yang sangat sedikit.

Atas hasil ini, Johnson kemudian mengajukan banding terhadap 22 wanita tersebut dan menuntut mereka membayar Rp 69,4 triliun.

Pihak Johnson & Johnson mengaku sudah mengalami penurunan permintaan di Amerika Utara dan mereka yakin, penjualan yang berkurang ini dipicu oleh informasi yang salah seputar keamanan produk.

"Kami tetap percaya diri dalam keamanan Johnson's Baby Powder yang berbasis talc. Puluhan tahun studi ilmiah independen oleh para ahli medis di seluruh dunia mendukung keamanan produk kami," ungkap pihak Johnson.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Lawan Kanker, YouTuber Korea Unggah Pesan Terakhir Sebelum Tutup Usia

Lawan Kanker, YouTuber Korea Unggah Pesan Terakhir Sebelum Tutup Usia

Lifestyle | Selasa, 19 Mei 2020 | 20:00 WIB

Ketahui Komplikasi Kanker Usus, Penyebab Meninggalnya Aktor Henky Solaiman

Ketahui Komplikasi Kanker Usus, Penyebab Meninggalnya Aktor Henky Solaiman

Health | Sabtu, 16 Mei 2020 | 19:01 WIB

Henky Solaiman Meninggal, Begini Penyebaran Kanker Usus di Tubuh

Henky Solaiman Meninggal, Begini Penyebaran Kanker Usus di Tubuh

Health | Sabtu, 16 Mei 2020 | 17:31 WIB

Terkini

Cengkeraman Iran di Selat Hormuz Makin Kuat saat Ada Blokade AS, Kenapa?

Cengkeraman Iran di Selat Hormuz Makin Kuat saat Ada Blokade AS, Kenapa?

News | Rabu, 15 April 2026 | 10:35 WIB

Blokade Selat Hormuz AS Paksa 6 Kapal Tanker Iran Putar Balik di Teluk Oman

Blokade Selat Hormuz AS Paksa 6 Kapal Tanker Iran Putar Balik di Teluk Oman

News | Rabu, 15 April 2026 | 10:14 WIB

Respons Arogansi AS, Iran Siapkan Metode Pertempuran Mematikan

Respons Arogansi AS, Iran Siapkan Metode Pertempuran Mematikan

News | Rabu, 15 April 2026 | 09:48 WIB

Media Eropa-Asia: Jika Pesawat Perang AS Bebas di Udara Indonesia akan Ubah Peta Kekuatan Regional

Media Eropa-Asia: Jika Pesawat Perang AS Bebas di Udara Indonesia akan Ubah Peta Kekuatan Regional

News | Rabu, 15 April 2026 | 09:42 WIB

Menaker: Pemanfaatan AI Tertinggal, Kemnaker Perkuat Kompetensi Pekerja

Menaker: Pemanfaatan AI Tertinggal, Kemnaker Perkuat Kompetensi Pekerja

News | Rabu, 15 April 2026 | 09:30 WIB

BPOM Bantah Isu Penolakan Industri di Balik Aturan Label SehatTidak Sehat pada Makanan

BPOM Bantah Isu Penolakan Industri di Balik Aturan Label SehatTidak Sehat pada Makanan

News | Rabu, 15 April 2026 | 09:04 WIB

Usai dari Rusia, Prabowo Temui Macron di Paris: Bahas Alutsista hingga Energi Bersih

Usai dari Rusia, Prabowo Temui Macron di Paris: Bahas Alutsista hingga Energi Bersih

News | Rabu, 15 April 2026 | 08:57 WIB

Militer AS 18 Kali Langgar Wilayah RI Tanpa Maaf, Kini Berpotensi 'Terbang Seenaknya'

Militer AS 18 Kali Langgar Wilayah RI Tanpa Maaf, Kini Berpotensi 'Terbang Seenaknya'

News | Rabu, 15 April 2026 | 08:44 WIB

Pastikan Santunan Bagi Ahli Waris PHL, BPJS Ketenagakerjaan Tegaskan Negara Hadir Lindungi Pekerja

Pastikan Santunan Bagi Ahli Waris PHL, BPJS Ketenagakerjaan Tegaskan Negara Hadir Lindungi Pekerja

News | Rabu, 15 April 2026 | 08:33 WIB

Surat Kemlu Bocor: Izin 'Terbang Bebas' Militer AS Berisiko Jadikan Indonesia 'Medan Perang'

Surat Kemlu Bocor: Izin 'Terbang Bebas' Militer AS Berisiko Jadikan Indonesia 'Medan Perang'

News | Rabu, 15 April 2026 | 08:21 WIB