Peneliti China Kembangkan Obat untuk Hentikan Pandemi, Bahkan Tanpa Vaksin

Yasinta Rahmawati, Fita Nofiana

Jum'at, 22 Mei 2020 | 17:30 WIB
Peneliti China Kembangkan Obat untuk Hentikan Pandemi, Bahkan Tanpa Vaksin
Ilustrasi obat antivirus Covid-19. (Pixabay)

Suara.com - Sebuah laboratorium China telah mengembangkan obat yang diyakini memiliki kekuatan untuk menghentikan pandemi virus corona, bahkan tanpa vaksin.

Dilansir dari Medical Xpress, sebuah obat yang sedang diuji oleh para ilmuwan di Universitas Peking di China disebut tidak hanya dapat mempersingkat waktu pemulihan pasien yang terinfeksi. Obat itu bahkan menawarkan kekebalan jangka pendek dari virus corona.

Sunney Xie, direktur Pusat Inovasi Lanjutan Genomik Beijing, mengatakan bahwa obat itu telah berhasil pada tahap pengujian hewan.

"Ketika kami menyuntikkan antibodi penawar ke tikus yang terinfeksi, setelah lima hari viral load dikurangi dengan faktor 2.500," kata Xie.

Ilustrasi obat. (Pixabay)
Ilustrasi obat. (Pixabay)

"Itu berarti obat potensial ini memiliki efek terapi," tambahnya.

Obat ini menggunakan antibodi penawar yang diproduksi oleh sistem kekebalan tubuh manusia untuk mencegah sel-sel yang menginfeksi virus. Antibodi penawar ini diisolasi tim Xie dari darah 60 pasien Covid-19 yang pulih.

Studi yang diterbitkan dalam juurnal ilmiah Cell menunjukkan, bahwa penggunaan antibodi memberikan potensi penyembuhan dan mempersingkat waktu pemulihan.

"Keahlian kami adalah genomik sel tunggal daripada imunologi atau virologi. Ketika kami menyadari bahwa pendekatan genomik sel tunggal dapat secara efektif menemukan antibodi penawar, kami sangat senang," kata Xie.

Xie mengatakan timnya berharap bahwa obat itu akan siap untuk digunakan akhir tahun.

baca juga

"Perencanaan untuk uji klinis sedang berlangsung," kata Xie.

"Harapannya antibodi penawar ini dapat menjadi obat khusus yang akan menghentikan pandemi," katanya.

Studi menunjukkan bahwa antibodi penetralisir disuntikkan sebelum tikus terinfeksi virus, tikus tersebut tetap bebas dari infeksi dan tidak ada virus yang terdeteksi.

"Obat ini mungkin menawarkan perlindungan sementara bagi pekerja medis selama beberapa minggu," kata Xie.

"Kami akan dapat menghentikan pandemi dengan obat yang efektif, bahkan tanpa vaksin," tambahnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jelang Lebaran, 95 Travel Gelap Bawa Ratusan Pemudik Diamankan Polisi

Jelang Lebaran, 95 Travel Gelap Bawa Ratusan Pemudik Diamankan Polisi

News | Jum'at, 22 Mei 2020 | 14:06 WIB

Gugus Tugas: Selama Vaksin Corona Belum Ada, Indonesia Masih Darurat Covid

Gugus Tugas: Selama Vaksin Corona Belum Ada, Indonesia Masih Darurat Covid

News | Jum'at, 22 Mei 2020 | 14:02 WIB

Tak Dapat Asimilasi, Warga Rutan Bikin Perkakas Dukung Program Bedah Rumah

Tak Dapat Asimilasi, Warga Rutan Bikin Perkakas Dukung Program Bedah Rumah

Jogja | Jum'at, 22 Mei 2020 | 14:05 WIB

Terkini

Usut Korupsi ATR/BPN, KPK Bidik Proses Perpanjangan SHGB Kota Baru Parahyangan

Usut Korupsi ATR/BPN, KPK Bidik Proses Perpanjangan SHGB Kota Baru Parahyangan

Bekaci | Minggu, 08 November 2026 | 12:26 WIB

Kawal Hilirisasi dan Kedaulatan Mineral, MIND ID Gandeng KPK Integrasikan WBS

Kawal Hilirisasi dan Kedaulatan Mineral, MIND ID Gandeng KPK Integrasikan WBS

Bisnis | Minggu, 08 November 2026 | 12:21 WIB

Lantik 125 Pengurus, Ketum APKLI Sebut Penyadapan Prabowo Biang Kerok Ekonomi Tak Stabil

Lantik 125 Pengurus, Ketum APKLI Sebut Penyadapan Prabowo Biang Kerok Ekonomi Tak Stabil

News | Minggu, 08 November 2026 | 12:19 WIB

Kerusuhan Tatura-Nunu Tewaskan Warga, Wali Kota Palu Minta Polisi Usut Dalang

Kerusuhan Tatura-Nunu Tewaskan Warga, Wali Kota Palu Minta Polisi Usut Dalang

Sulsel | Minggu, 08 November 2026 | 12:15 WIB

Seskab Teddy Ajak Masyarakat Kunjungi Sekolah Rakyat, Lebih dari 45 Ribu Anak Kembali Bersekolah

Seskab Teddy Ajak Masyarakat Kunjungi Sekolah Rakyat, Lebih dari 45 Ribu Anak Kembali Bersekolah

News | Minggu, 08 November 2026 | 12:10 WIB

Seni Mengenang dan Mengikhlaskan dalam Drama The Rainbow in Our Memory

Seni Mengenang dan Mengikhlaskan dalam Drama The Rainbow in Our Memory

Your Say | Minggu, 08 November 2026 | 12:10 WIB

Serukan Boikot Raffi Ahmad, Dulu Prabowo-Gibran Endorse Artis Tapi Kini Rakyat Kecewa

Serukan Boikot Raffi Ahmad, Dulu Prabowo-Gibran Endorse Artis Tapi Kini Rakyat Kecewa

News | Minggu, 08 November 2026 | 12:05 WIB

Mensos Gus Ipul Raih Penghargaan CNN Indonesia Awards 2026

Mensos Gus Ipul Raih Penghargaan CNN Indonesia Awards 2026

News | Minggu, 08 November 2026 | 12:02 WIB

Gaji Dipotong Pajak tapi Cari Kerja Susah, Wajar Kalau Gen Z Makin 'Galak' soal APBN!

Gaji Dipotong Pajak tapi Cari Kerja Susah, Wajar Kalau Gen Z Makin 'Galak' soal APBN!

Your Say | Minggu, 08 November 2026 | 12:00 WIB

Punya Pisang Ambon Matang? Sulap Jadi Banana Muffin Cokelat yang Lembut dan Legit!

Punya Pisang Ambon Matang? Sulap Jadi Banana Muffin Cokelat yang Lembut dan Legit!

Sumut | Minggu, 08 November 2026 | 11:55 WIB

×