Kasusnya Meningkat hingga 8 Kali Lipat, Anak-anak Waspada Hipertensi!

Senin, 25 Mei 2020 | 14:00 WIB
Kasusnya Meningkat hingga 8 Kali Lipat, Anak-anak Waspada Hipertensi!
Ilustrasi tak cuma dewasa, hipertensi juga bisa diderita anak-anak. (Shutterstock)

Suara.com - Kasusnya Meningkat hingga 8 Kali Lipat, Anak-anak Waspada Hipertensi!

Penyakit hipertensi atau tekanan tinggi selamai ini diketahui banyak dialami orang dewasa.

Namun dengan semakin modernnya zaman dimana gaya hidup hampir semuanya serba instan tentu saja berdampak pada kualitas kesehatan, termasuk anak-anak.

Itu pula yang terjadi pada kasus hipertensi alias tekanan darah tinggi. Tidak hanya orang tua, sejak usia dini anak juga bisa berisiko mengalami hipertensi.

Data dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) bahkan menunjukkan jumlah anak-anak dan remaja yang mengalami hipertensi justru meningkat hingga delapan kali lipat.

Ilustrasi pemeriksaan tekanan darah, hipertensi jas putih. (Shutterstock)

Ilustrasi hipertensi.  (Shutterstock)

"Prevalensi hipertensi pada anak dan remaja terjadi peningkatan. Semula hanya sekitar dua hingga empat persen, saat ini sekitar 15 hingga 17 persen. Prevalensi terutama saat usia sekolah," kata konsultan Nefrologi Anak DR. Dr. Krisni Subandiyah, Sp. A (K) dalam siaran langsung melalui Instagram IDAI, beberapa waktu lalu.

Peningkatan itu terjadi paling banyak disebabkan faktor obesitas terhadap anak usia sekolah.

Krisni menjelaskan bahwa hipertensi dibagi menjadi dua, yakni primer dan sekunder. Sementara pada anak-anak kebanyakan mengalami hipertensi sekunder.

"Karena penyebabnya kita ketahui 60 sampai 70 persen adalah dari penyakit ginjal. Pada remaja dan dewasa kebanyakan hipertensi primer," jelasnya.

Baca Juga: Menyehatkan, Sama - Sama Bening Ternyata Jenis Air Putih Beragam

Batas tensi normal antara anak-anak dan orang dewasa berbeda, kata Krisni. Pada anak usia 1-5 tahun batas tensi normal adalah 98/52 mmHg hingga 103/63 mmHg.

Sementara usia 5-12 tahun tensi normal berkisar 103/63 mmHg sampai 113/75 mmHg. Sementara tensi normal anak di atas usia 13 tahun sama dengan orang dewasa yakni tidak lebih dari 120/80 mmHg.

Krisni menyampaikan bahwa memang tidak ada gejala fisik khusus yang disebabkan karena hipertensi.

Ia menambahkan, biasanya pasien anak datang berobat karena telah mengalami dampak penyakit lain akibat hipertensi.

Oleh karena itu perlu melakukan pengecekan rutin hipertensi kepada anak. Idealnya pada anak usia 3 tahun atau lebih, orangtua bisa lakukan pengecekan tekanan darah setiap setahun sekali.

"Seperti pengukuran berat badan dan tinggi badan yang harus dilakukan secara reguler," kata Krisni.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Statistika dan Peluang
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Bahasa Indonesia Kelas 9 SMP dengan Kunci Jawaban dan Penjelasan
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI