Peneliti: Virus Corona Covid-19 Hanya Puncak Gunung Es

Yasinta Rahmawati | Fita Nofiana | Suara.com

Selasa, 26 Mei 2020 | 14:29 WIB
Peneliti: Virus Corona Covid-19 Hanya Puncak Gunung Es
Shi Zhengli, ilmuan yang menemukan reservoir kelelawar alami untuk patogen SARS.[IB Times]

Suara.com - Ilmuwan China, Shi Zhengli menyatakan bahwa virus corona baru penyebab Covid-19 hanyalah ujung puncak gunung es dari wabah yang akan dihadapi manusia.

Dilansir dari New York Post, Shi memperingatkan bahwa mungkin ada lebih banyak wabah global serupa jika tidak ada upaya pencegahan.

"Jika kita ingin mencegah manusia menderita wabah penyakit menular berikutnya, kita harus menyiapkannya jauh-jauh hari untuk mempelajari virus yang tidak diketahui ini, dibawa oleh hewan liar di alam dan memberikan peringatan dini," kata Shi Zhengli, seorang ilmuwan terkemuka China berspesialisasi dalam transmisi virus dari kelelawar.

Ia juga memperingatkan bahwa mempelajari wabah yang ada saat ini bisa membantu memperlajari wabah lain yang mungkin akan datang.

"Jika kita tidak mempelajari berbagai virus, mungkin akan ada wabah lain," kata Shi memperingatkan.

Shi Zhengli sendiri sering kali dijuliki dengan "wanita kelelawar" oleh pers karena penelitiannya yang melibatkan mamalia tersebut.

Shi sendiri bekerja di laboratorium Wuhan, sebuah pusat studi yang sempat dicurigai Amerika sebagai pusat penyebaran virus corona baru di Wuhan.

Shi membantah bahwa labnya terlibat dalam pandemi, ia mengatakan strain yang mereka teliti berbeda dengan penyabab Covid-19 yang pertama terjadi di Wuhan.

Ilustrasi virus corona. [Shutterstock]
Ilustrasi virus corona. [Shutterstock]

Selama lebih dari satu dekade Shi telah keluar masuk gua dan naik turun gunung di seluruh 28 provinsi China, memunguti kotoran kelelawar, dan membawa kotoran itu ke laboratoriumnya di Wuhan untuk diteliti.

Penelitiannya di Wuhan National Biosafety Laboratory itu menghasilkan salah satu database terlengkap soal virus-virus terkait kelelawar di dunia.

Tim peneliti Shi adalah yang pertama yang berhasil mengidentifikasi virus corona. Mereka berhasil mengidentifikasi virus itu dari kotoran kelelawar yang dibawa dari Provinsi Yunan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Patuhi Protokol Covid-19, PM Belanda Tak Bisa Jumpa Ibu Sebelum Wafat

Patuhi Protokol Covid-19, PM Belanda Tak Bisa Jumpa Ibu Sebelum Wafat

News | Selasa, 26 Mei 2020 | 13:34 WIB

Waspada Gelombang Kedua, China Sudah Tes 6,5 Juta Penduduk Wuhan

Waspada Gelombang Kedua, China Sudah Tes 6,5 Juta Penduduk Wuhan

Health | Selasa, 26 Mei 2020 | 13:12 WIB

Wabah Virus Corona Ikut Menguak Bobroknya Sistem Kapitalisme

Wabah Virus Corona Ikut Menguak Bobroknya Sistem Kapitalisme

News | Selasa, 26 Mei 2020 | 13:42 WIB

Terkini

Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak

Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:17 WIB

Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa

Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:01 WIB

Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak

Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 14:30 WIB

Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?

Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 13:24 WIB

Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia

Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 11:17 WIB

Hasil Investigasi KKI: 92% Konsumen Keluhkan Galon Tua, Ternyata Ini Dampak Buruknya bagi Tubuh

Hasil Investigasi KKI: 92% Konsumen Keluhkan Galon Tua, Ternyata Ini Dampak Buruknya bagi Tubuh

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 07:54 WIB

Tips Memilih Susu Berkualitas, Nutrisionis: Perhatikan Sumber dan Kandungannya

Tips Memilih Susu Berkualitas, Nutrisionis: Perhatikan Sumber dan Kandungannya

Health | Rabu, 06 Mei 2026 | 22:21 WIB

Pemulihan Optimal Setelah Operasi Dimulai dari Asupan Nutrisi yang Tepat

Pemulihan Optimal Setelah Operasi Dimulai dari Asupan Nutrisi yang Tepat

Health | Rabu, 06 Mei 2026 | 17:05 WIB

Diet Vegan Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca Hingga 55 Persen, Apa Buktinya?

Diet Vegan Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca Hingga 55 Persen, Apa Buktinya?

Health | Selasa, 05 Mei 2026 | 21:35 WIB

Lebih dari Sekadar Nutrisi, Protein Jadi Kunci Hidup Aktif dan Sehat

Lebih dari Sekadar Nutrisi, Protein Jadi Kunci Hidup Aktif dan Sehat

Health | Selasa, 05 Mei 2026 | 08:24 WIB