Ini Daftar Antivirus yang Digunakan untuk Pasien Covid-19 di Indonesia

Vania Rossa | Dini Afrianti Efendi
Ini Daftar Antivirus yang Digunakan untuk Pasien Covid-19 di Indonesia
Ilustrasi Antivirus (Pixabay/Rifkie Drajat)

Antivirus digunakan dalam pengawasan dan dosis yang ketat dari dokter.

Suara.com - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) lewat e-book 'Informatorium Obat Covid-19 di Indonesia' merilis tata laksana pengobatan yang diberikan kepada pasien Covid-19 di tanah air, termasuk di dalamnya daftar antivirus yang digunakan.

Dalam e-book itu disebutkan antivirus diberikan kepada pasien dengan tingkat keparahan bergejala sedang hingga berat. Sedangkan untuk bergejala ringan diberikan jika dirasa sudah diperlukan.

Tata laksana pengobatan ini disusun Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI). Berikut daftar antivirus yang digunakan untuk pasien Covid-19 di tanah air:

1. Oseltamivir

Antivirus ini di Indonesia digunakan bila perlu untuk pasien gejala ringan dengan dosis osetamivir 2 x 75 mg untuk 5 hari. Sedangkan untuk gejala sedang dan berat diberikan dengan dosis yang sama di hari ke-2 hingga hari ke-5.

Antivirus ini digunakan untuk pengobatan influenza pada orang dewasa dan anak berusia di atas 1 tahun. Manfaat pengobatan bisa terlihat jika diminum 2 hari sejak timbulnya gejala.

Jika digunakan sebagai pencegahan, digunakan pada orang dewasa dan remaja berusia di atas 13 tahun. Obat bisa diberikan saat mereka berinteraksi dengan pasien influenza saat mewabah.

Sebagai catatan, antivirus ini bukan pengganti vaksin influenza. Penggunaannya juga harus berdasarkan rekomendasi pemerintah dengan melihat situasi yang ada.

Adapun cara kerjanya, antivirus ini bisa menghambat infeksi virus influenza dan replika dalam bentuk in vitro. Meski begitu, antivirus ini juga bisa menyebabkan efek samping lain, yakni mual, muntah, nyeri abdomen, epistaksis, gangguan pendengaran, dan konjungtivitis.

2. Faviparavir atau Avigan

Pemerintah menjadikan Avigan sebagai alternatif dari oseltamivir, dan jika dirasa perlu pasien dengan gejala ringan diberikan Avigan dengan dosis 2 x 600 mg digunakan untuk 5 hari. Sedangkan untuk gejala sedang dan berat diberikan avigan 2 x 1600 mg di hari ke-1, dan hari ke-2 hingga ke-5 diberikan 2 x 600 mg.

Uji klinis pada obat ini untuk penyakit Covid-19 sudah dilakukan di Jepang dan Tiongkok, dengan hasil sementara menunjukkan efektifitas yang baik. Mekanisme kerjanya mampu menghambat secara selektif RNA dependent (RNA) polimerase (RdRp) dari virus influenza dan juga menghambat replikanya.

Catatannya, antivirus ini memiliki kontraindikasi, yaitu tidak boleh digunakan pada perempuan hamil trimester pertama atau yang sedang merencanakan kehamilan. Juga bisa menyebabkan hipersensitivitas terhadap semua komponen dalam tablet avigan.

Penggunaan avigan harus berhati-hati, bila terlanjur digunakan pada perempuan hamil harus segera dihentikan. Begitu juga bila digunakan pada ibu menyusui, maka harus dihentikan proses menyusuinya karena metabolik aktif ditemukan dalam air susu ibu.

Beberapa efek samping antivirus ini adalah terjadinya hipersensitivitas seperti ruam, mual, muntah, sakit perut, gangguan metabolisme, dan gangguan saluran napas.

Catatan: Antivirus ini digunakan dalam pengawasan dan dosis yang ketat dari dokter.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS