Ini Daftar Antivirus yang Digunakan untuk Pasien Covid-19 di Indonesia

Vania Rossa, Dini Afrianti Efendi

Kamis, 28 Mei 2020 | 12:34 WIB
Ini Daftar Antivirus yang Digunakan untuk Pasien Covid-19 di Indonesia
Ilustrasi Antivirus (Pixabay/Rifkie Drajat)

Suara.com - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) lewat e-book 'Informatorium Obat Covid-19 di Indonesia' merilis tata laksana pengobatan yang diberikan kepada pasien Covid-19 di tanah air, termasuk di dalamnya daftar antivirus yang digunakan.

Dalam e-book itu disebutkan antivirus diberikan kepada pasien dengan tingkat keparahan bergejala sedang hingga berat. Sedangkan untuk bergejala ringan diberikan jika dirasa sudah diperlukan.

Tata laksana pengobatan ini disusun Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI). Berikut daftar antivirus yang digunakan untuk pasien Covid-19 di tanah air:

1. Oseltamivir

Antivirus ini di Indonesia digunakan bila perlu untuk pasien gejala ringan dengan dosis osetamivir 2 x 75 mg untuk 5 hari. Sedangkan untuk gejala sedang dan berat diberikan dengan dosis yang sama di hari ke-2 hingga hari ke-5.

Antivirus ini digunakan untuk pengobatan influenza pada orang dewasa dan anak berusia di atas 1 tahun. Manfaat pengobatan bisa terlihat jika diminum 2 hari sejak timbulnya gejala.

Jika digunakan sebagai pencegahan, digunakan pada orang dewasa dan remaja berusia di atas 13 tahun. Obat bisa diberikan saat mereka berinteraksi dengan pasien influenza saat mewabah.

Sebagai catatan, antivirus ini bukan pengganti vaksin influenza. Penggunaannya juga harus berdasarkan rekomendasi pemerintah dengan melihat situasi yang ada.

Adapun cara kerjanya, antivirus ini bisa menghambat infeksi virus influenza dan replika dalam bentuk in vitro. Meski begitu, antivirus ini juga bisa menyebabkan efek samping lain, yakni mual, muntah, nyeri abdomen, epistaksis, gangguan pendengaran, dan konjungtivitis.

baca juga

2. Faviparavir atau Avigan

Pemerintah menjadikan Avigan sebagai alternatif dari oseltamivir, dan jika dirasa perlu pasien dengan gejala ringan diberikan Avigan dengan dosis 2 x 600 mg digunakan untuk 5 hari. Sedangkan untuk gejala sedang dan berat diberikan avigan 2 x 1600 mg di hari ke-1, dan hari ke-2 hingga ke-5 diberikan 2 x 600 mg.

Uji klinis pada obat ini untuk penyakit Covid-19 sudah dilakukan di Jepang dan Tiongkok, dengan hasil sementara menunjukkan efektifitas yang baik. Mekanisme kerjanya mampu menghambat secara selektif RNA dependent (RNA) polimerase (RdRp) dari virus influenza dan juga menghambat replikanya.

Catatannya, antivirus ini memiliki kontraindikasi, yaitu tidak boleh digunakan pada perempuan hamil trimester pertama atau yang sedang merencanakan kehamilan. Juga bisa menyebabkan hipersensitivitas terhadap semua komponen dalam tablet avigan.

Penggunaan avigan harus berhati-hati, bila terlanjur digunakan pada perempuan hamil harus segera dihentikan. Begitu juga bila digunakan pada ibu menyusui, maka harus dihentikan proses menyusuinya karena metabolik aktif ditemukan dalam air susu ibu.

Beberapa efek samping antivirus ini adalah terjadinya hipersensitivitas seperti ruam, mual, muntah, sakit perut, gangguan metabolisme, dan gangguan saluran napas.

Catatan: Antivirus ini digunakan dalam pengawasan dan dosis yang ketat dari dokter.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Perjuangan Dokter Kembar Tangani Pasien Covid-19

Perjuangan Dokter Kembar Tangani Pasien Covid-19

Video | Kamis, 28 Mei 2020 | 11:15 WIB

Inggris Legalkan Remdesivir untuk Antivirus Pasien Covid-19, Obat Apa Itu?

Inggris Legalkan Remdesivir untuk Antivirus Pasien Covid-19, Obat Apa Itu?

Health | Rabu, 27 Mei 2020 | 18:06 WIB

Obat Pertama untuk pasien Covid-19 di Inggris Disetujui, Ini Klaimnya!

Obat Pertama untuk pasien Covid-19 di Inggris Disetujui, Ini Klaimnya!

Health | Rabu, 27 Mei 2020 | 13:50 WIB

Terkini

Hanya 4,9 Persen Pasien Berisiko Kardiovaskular Tinggi di Indonesia Capai Target LDL-C

Hanya 4,9 Persen Pasien Berisiko Kardiovaskular Tinggi di Indonesia Capai Target LDL-C

Health | Senin, 29 Juni 2026 | 15:05 WIB

Dari Kecelakaan Kerja hingga Cedera Kepala, MRI 1.5 Tesla Jadi Senjata Baru Penanganan Trauma

Dari Kecelakaan Kerja hingga Cedera Kepala, MRI 1.5 Tesla Jadi Senjata Baru Penanganan Trauma

Health | Minggu, 28 Juni 2026 | 22:18 WIB

Bikin Anak Berani Berekspresi, Isi Libur Sekolah dengan Aktivitas Ini

Bikin Anak Berani Berekspresi, Isi Libur Sekolah dengan Aktivitas Ini

Health | Minggu, 28 Juni 2026 | 18:38 WIB

Kenalan dengan HYROX, Fitness Race yang Sedang Digandrungi Komunitas Olahraga

Kenalan dengan HYROX, Fitness Race yang Sedang Digandrungi Komunitas Olahraga

Health | Minggu, 28 Juni 2026 | 17:06 WIB

Mudah Lelah dan Sesak Napas Bisa Jadi Tanda Kebocoran Katup Jantung

Mudah Lelah dan Sesak Napas Bisa Jadi Tanda Kebocoran Katup Jantung

Health | Sabtu, 27 Juni 2026 | 19:15 WIB

World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak

World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak

Health | Jum'at, 26 Juni 2026 | 20:10 WIB

Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern

Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern

Health | Jum'at, 26 Juni 2026 | 13:45 WIB

Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua

Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua

Health | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:17 WIB

Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan

Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan

Health | Kamis, 25 Juni 2026 | 19:13 WIB

Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif

Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif

Health | Rabu, 24 Juni 2026 | 17:15 WIB

×