Obat Pertama untuk pasien Covid-19 di Inggris Disetujui, Ini Klaimnya!

Yasinta Rahmawati, Shevinna Putti Anggraeni

Rabu, 27 Mei 2020 | 13:50 WIB
Obat Pertama untuk pasien Covid-19 di Inggris Disetujui, Ini Klaimnya!
Remdesivir disebut obat virus Corona Covid-19 paling ampuh saat ini. (Photo by Dimitri Karastelev on Unsplash)

Suara.com - Badan Pengawas Obat dan Produk Kesehatan Inggris telah menyetujui obat pertama di Inggris untuk menangani pasien Covid-19, yang pernah digunakan untuk menangani pasien Ebola.

Hasil uji klinis remdesivir menunjukkan obat itu bisa mempersingkat waktu pemulihan penderita virus corona Covid-19, rata-rata 4 hari. Sehingga pasien yang mungkin harus menghabiskan waktu 15 hari bisa sembuh dalam 11 hari.

Persetujuan lisensi formal untuk obat ini memang membutuhkan waktu berbulan-bulan. Tetapi, Badan Pengawas Obat dan Produk Kesehatan Inggris mengatakan obat anti-virus ini bisa diresepkan sebelumnya.

Dokter bisa memberikan remdesivir pada pasien corona Covid-19 di atas 12 tahun yang menjalani perawatan di rumah sakit.

Sementara itu, Gilead Sciences melajutkan uji klinis. Langkah ini guna meningkatkan upaya menemukan pengobatan yang efektif dan bisa mengatasi gelombang kedua wabah virus.

"Ini mungkin langkah yang lebih maju dalam pengobatan virus corona Covid-19 sejak krisis dimulai. Langkah yang sangat awal tetapi kami bertekad untuk mendukung ilmu pengetahuan dan proyek-proyek yang menjanjikan," kata Matt Hancock, sekretaris kesehatan dikutip dari Mirror.

Remdesivir, obat yang dianggap mampu menyembuhkan pasien Covid-19 (VOA Indonesia)
Remdesivir, obat yang dianggap mampu menyembuhkan pasien Covid-19 (VOA Indonesia)

Kabar tentang remdesivir ini muncul setelah sebuah rumah sakit di Weston-super-Mare harus berhenti memberi pasiennya remdesivir. Di sisi lain, obat ini membuat pasien corona Covid-19 sembuh lebih cepat.

"Kami akan memprioritaskan perawatan ini yang mana memiliki manfaat terbesar," kata Mr hancock.

Bahkan Presiden AS, Donald Trump juga menempatkan kekuatan penuh pada remdesivir. Langkah ini adalah persetujuan pertama oleh MRHA di bawah Skema Akses Awal ke Obat-obatan, yang memungkinkan akses hukum ke obat-obatan yang tidak berlisensi.

"Kami berkomitemen untuk memastikan pasien bisa memiliki akses cepat ke perawatan baru yang menjanjikan untuk corona Covid-19," kata Dr June Raine, Kepala Eksekutif MHRA.

Sementara itu, Prof Stephen Evans dari London School of Hygiene dan Tropical Medicine mengatakan masih terlalu dini untuk mengatakan itu menjadi standar perawatan.

Remdesivir disebut obat virus Corona Covid-19 paling ampuh saat ini. (Photo by Dimitri Karastelev on Unsplash)
Remdesivir disebut obat virus Corona Covid-19 paling ampuh saat ini. (Photo by Dimitri Karastelev on Unsplash)

Data ONS menunjukan total kematian jauh lebih tinggi dari yang diperkirakan, sekarang sudah hampir 60 ribu kematian sejak awal wabah. NHS telah menunda semua perawatan non-darurat pada bulan Maret 2020. Tetapi, ketakutan orang terkena virus justru membuat mereka enggan menghubungi layanan darurat medis ketika terjadi sesuatu.

Sejauh ini kekurangan APD telah dikaitkan dengan penyebab kematian ratusan petugas medis di 98 rumah sakit.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Meski Beriklim Panas, Negara-negara Arab Laporkan Kenaikan Kasus Covid-19

Meski Beriklim Panas, Negara-negara Arab Laporkan Kenaikan Kasus Covid-19

Health | Rabu, 27 Mei 2020 | 13:13 WIB

Imam Besar Istiqlal: Jangan Jijik Pakai Masker, Tidak Pakai Justru Aneh

Imam Besar Istiqlal: Jangan Jijik Pakai Masker, Tidak Pakai Justru Aneh

News | Rabu, 27 Mei 2020 | 12:35 WIB

Pernah Terinfeksi Covid-19, Sejumlah Tenaga Medis Kembangkan Antibodi

Pernah Terinfeksi Covid-19, Sejumlah Tenaga Medis Kembangkan Antibodi

Health | Rabu, 27 Mei 2020 | 11:00 WIB

Terkini

Bukan Sekadar Kenyang, Ahli Gizi Ingatkan Pentingnya Nutrisi Seimbang untuk Menjaga Kualitas Hidup

Bukan Sekadar Kenyang, Ahli Gizi Ingatkan Pentingnya Nutrisi Seimbang untuk Menjaga Kualitas Hidup

Health | Senin, 01 Juni 2026 | 14:13 WIB

Waspada! Ini Tanda Kelebihan Vitamin B6, dari Kesemutan hingga Kerusakan Saraf

Waspada! Ini Tanda Kelebihan Vitamin B6, dari Kesemutan hingga Kerusakan Saraf

Health | Minggu, 31 Mei 2026 | 17:57 WIB

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 21:33 WIB

Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem

Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 11:18 WIB

Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 23:06 WIB

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 17:41 WIB

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 11:27 WIB

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 09:44 WIB

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 11:09 WIB

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 09:22 WIB