Lansia Juga Harus Olahraga, Ini Aktivitas Fisik yang Direkomendasikan

Jum'at, 29 Mei 2020 | 17:04 WIB
Lansia Juga Harus Olahraga, Ini Aktivitas Fisik yang Direkomendasikan
Ilustrasi Lansia Olahraga. (Shutterstock)

Suara.com - Lansia Juga Harus Olahraga, Ini Aktivitas Fisik yang Direkomendasikan

Akitivitas fisik jadi salah satu cara untuk menjaga sistem imun, selain dengan mengonsumsi makanan bergizi.

Apalagi bagi lansia yang termasuk dalam kelompok rentan penyakit.

Dokter spesialis gizi Arti Indira mengatakan bahwa lamanya aktivitas fisik yang direkomendasikan untuk lansia sama dengan orang dewasa, yaitu 150 menit dalam seminggu.

Ilustrasi zumba untuk lansia. (Shutterstock)
Ilustrasi zumba untuk lansia. (Shutterstock)

Hanya saja pilihan olahraga yang harus disesuaikan dengan kemampuan lansia.

"Jadi kalau jalan pagi 30 menit kali lima hari aja sudah dapat 150 menit. Ini baru olahraga kardio," ucap Indira dikutip dari siaran IGTV nestlehealthscience_id, Jumat (29/5/2020).

Sementara itu, untuk olahraga resistensi pembentukan otot paling tidak 2-3 kali seminggu dalam 30 menit,. Ia juga menyarankan untuk ikut kelas yoga di internet.

"Atau pun mengangkat beban seberat 1 sampai 1.5 kilo itu juga gak apa-apa,"ujar Indira.

Selain olahraga, lansia juga tetap perlu melakukan aktivitas harian.

Baca Juga: Bak Gadis Usia 20-an, 5 Pesona Tante Ernie Bergaya Pakai Hotpants

Indira menegaskan bahwa aktivitas harian seperti menyapu, mengepel lantai, cuci piring atau mengurus anak tidak bisa disebut sebagai aktivitas olahraga.

"Aktivitas olahraga itu waktunya teratur sedangkan aktitas harian kan tidak," katanya.

Indira menyarankan agar dalam kondisi isolasi mandiri karena wabah Covid-19 tetap mengupayakan jumlah langkah kaki paling tidak 8 ribu per hari.

"Karena gak bisa keluar rumah bisa keliling di dalam rumah jadi target langkah bisa terpenuhi," katanya.

Lansia juga diperbolehkan untuk ikut berjemur sekitar pukul 9-10 pagi selama 10 hingga 15 menit. Indira mengatakan, bagian tubuh yang terpapar matahari cukup tangan dan kaki saja.

Ia mengatakan bahwa sinar matahari sebenarnya bukan sumber vitamun D untuk tubuh. Sebab vitamin D tetap hanya didapatkan dari makanan atau suplemen. Tetapi sinar matahari dibutuhkan untuk mengaktifkan viramin D yang telah masuk dalam tubuh.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI