Lansia Juga Harus Olahraga, Ini Aktivitas Fisik yang Direkomendasikan

Bimo Aria Fundrika | Lilis Varwati
Lansia Juga Harus Olahraga, Ini Aktivitas Fisik yang Direkomendasikan
Ilustrasi Lansia Olahraga. (Shutterstock)

Selain pilihan olahraga, pertimbangan durasi juga penting.

Suara.com - Lansia Juga Harus Olahraga, Ini Aktivitas Fisik yang Direkomendasikan

Akitivitas fisik jadi salah satu cara untuk menjaga sistem imun, selain dengan mengonsumsi makanan bergizi.

Apalagi bagi lansia yang termasuk dalam kelompok rentan penyakit.

Dokter spesialis gizi Arti Indira mengatakan bahwa lamanya aktivitas fisik yang direkomendasikan untuk lansia sama dengan orang dewasa, yaitu 150 menit dalam seminggu.

Ilustrasi zumba untuk lansia. (Shutterstock)
Ilustrasi zumba untuk lansia. (Shutterstock)

Hanya saja pilihan olahraga yang harus disesuaikan dengan kemampuan lansia.

"Jadi kalau jalan pagi 30 menit kali lima hari aja sudah dapat 150 menit. Ini baru olahraga kardio," ucap Indira dikutip dari siaran IGTV nestlehealthscience_id, Jumat (29/5/2020).

Sementara itu, untuk olahraga resistensi pembentukan otot paling tidak 2-3 kali seminggu dalam 30 menit,. Ia juga menyarankan untuk ikut kelas yoga di internet.

"Atau pun mengangkat beban seberat 1 sampai 1.5 kilo itu juga gak apa-apa,"ujar Indira.

Selain olahraga, lansia juga tetap perlu melakukan aktivitas harian.

Indira menegaskan bahwa aktivitas harian seperti menyapu, mengepel lantai, cuci piring atau mengurus anak tidak bisa disebut sebagai aktivitas olahraga.

"Aktivitas olahraga itu waktunya teratur sedangkan aktitas harian kan tidak," katanya.

Indira menyarankan agar dalam kondisi isolasi mandiri karena wabah Covid-19 tetap mengupayakan jumlah langkah kaki paling tidak 8 ribu per hari.

"Karena gak bisa keluar rumah bisa keliling di dalam rumah jadi target langkah bisa terpenuhi," katanya.

Lansia juga diperbolehkan untuk ikut berjemur sekitar pukul 9-10 pagi selama 10 hingga 15 menit. Indira mengatakan, bagian tubuh yang terpapar matahari cukup tangan dan kaki saja.

Ia mengatakan bahwa sinar matahari sebenarnya bukan sumber vitamun D untuk tubuh. Sebab vitamin D tetap hanya didapatkan dari makanan atau suplemen. Tetapi sinar matahari dibutuhkan untuk mengaktifkan viramin D yang telah masuk dalam tubuh.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS