Ahli Waspadai Bom Waktu Masalah Kesehatan karena PSBB, Apa Maksudnya?

M. Reza Sulaiman, Fita Nofiana

Jum'at, 29 Mei 2020 | 17:43 WIB
Ahli Waspadai Bom Waktu Masalah Kesehatan karena PSBB, Apa Maksudnya?
Ilustrasi PSBB Palembang. [Antara]

Suara.com - Ahli Waspadai Bom Waktu Masalah Kesehatan karena PSBB, Apa Maksudnya?

Penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk memotong laju penyebaran virus corona bisa jadi bom waktu untuk penyakit kronis lain. Hal tersebut dinyatakan oleh Dosen Keperawatan Universitas Andalas, Boby Febri Krisdianto melalui The Conversation.

Sejak pertengahan April, puluhan wilayah di Indonesia telah menetapkan PSBB, mengharuskan warga untuk tetap berada di rumah selama berminggu-minggu, membuat orang lebih sedikit bergerak.

"Tanpa melakukan gerak fisik yang cukup, sejumlah riset menunjukkan ada bahaya bom waktu yang mengancam di depan mata, penyakit kronis meningkat akibat gaya hidup menetap (sedentary life style) selama pandemi Covid 19," tulis Krisdianto di The Conversation.

"Karena itu, kita harus memperhatikan beberapa pengaturan aktivitas fisik di rumah dan lingkungan untuk mencegah datangnya penyakit kronis saat pandemi dan setelah krisis kesehatan kali ini," tambahnya.

Dilansir dari The Conversation, hasil survei Mckinsey melaporkan sebagian warga Indonesia menghabiskan masa PSBB dengan nonton televisi, menggunakan media sosial, dan membaca berita daring.

Dalam survei itu, setidaknya ada penambahan persentase pada penggunaan streaming dan video call. Sementara itu, pengantaran makanan dan kebutuhan sehari-hari secara daring juga meningkat tajam, yakni 36 persen dan 41 persen.

"Dari data tersebut kita bisa kita ketahui bahwa pandemi Covid-19 memicu meningkatnya gaya hidup ogah gerak di masyarakat Indonesia," catat Krisdianto.

Gaya hidup dengan kurang bergerak ini nyatanya bisa berisiko meningkatkan berbagai penyakit.

baca juga

Krisdianto mencatat, bahwa dalam penelitian Universitas Missouri menyebutkan duduk berdiam diri selama 6 jam atau lebih dapat merusak fungsi sirkulasi aliran darah. Kebiasaan tersebut juga dapat meningkatkan gula darah, asam lemak darah, peradangan, dan stres oksidatif.

Suasana hari pertama PSBB di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. (Terkini.id)
Suasana hari pertama PSBB di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. (Terkini.id)

Penelitian yang dilakukan oleh Neville Owen dari Universitas Queensland pada 2010 juga menunjukkan adanya hubungan antara jarang bergerak dengan penyakit metabolik seperti obesitas, hipertensi, diabetes tipe 2, hingga kanker kolon dan payudara.

"Pengurangan kontraksi otot secara otomatis dapat mengurangi kecepatan aliran darah yang mengalir di kapiler darah di kaki. Proses yang terjadi secara terus menerus seperti ini menyebabkan kerusakan fungsi endotel," tulis Krisdianto.

"Endotel merupakan sel-sel yang melapisi pembuluh darah dan berfungsi mempertahankan tegangan otot pembuluh darah dan pengaturan cara pembentukan darah," tambahnya.

Menurut Krisdianto, pengurangan fungsi endotel terkait dengan berbagai penyakit kronis, sepeti hipertensi, stroke, hingga penyakit jantung.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tunjangan PNS DKI Dipotong di Tengah Pandemi, Anies: Jangan Lemah!

Tunjangan PNS DKI Dipotong di Tengah Pandemi, Anies: Jangan Lemah!

News | Jum'at, 29 Mei 2020 | 16:28 WIB

Sedih, Ayah Serahkan Anak ke Petugas PSBB karena Tak Mampu Beli Susu

Sedih, Ayah Serahkan Anak ke Petugas PSBB karena Tak Mampu Beli Susu

Video | Jum'at, 29 Mei 2020 | 16:27 WIB

Setelah 5 Hari Kelaparan karena Corona, Relawan Selamatkan Nenek 94 Tahun

Setelah 5 Hari Kelaparan karena Corona, Relawan Selamatkan Nenek 94 Tahun

News | Jum'at, 29 Mei 2020 | 16:18 WIB

Terkini

Ada Kesempatan Beli, Harga Emas Antam Lagi Murah Jadi Rp2.597.000/Gram

Ada Kesempatan Beli, Harga Emas Antam Lagi Murah Jadi Rp2.597.000/Gram

Bisnis | Senin, 28 September 2026 | 09:48 WIB

Apa Itu Diplomasi Panda Xi Jinping dan Donald Trump?

Apa Itu Diplomasi Panda Xi Jinping dan Donald Trump?

News | Senin, 28 September 2026 | 09:44 WIB

Rupiah Semakin Anjlok Pagi Hari Ini ke Level Rp17.964

Rupiah Semakin Anjlok Pagi Hari Ini ke Level Rp17.964

Bisnis | Senin, 28 September 2026 | 09:44 WIB

Pertamax Turbo Mulai Menyasar Motor Premium, Ini Strategi Pertamina

Pertamax Turbo Mulai Menyasar Motor Premium, Ini Strategi Pertamina

Bisnis | Senin, 28 September 2026 | 09:41 WIB

24 Tahun Car Free Day, Laju Polusi Jakarta Masih Kronis

24 Tahun Car Free Day, Laju Polusi Jakarta Masih Kronis

News | Senin, 28 September 2026 | 09:40 WIB

Brigjen Simson Resmi Jabat Wakapolda Riau: Ini Pertama Berdinas di Sumatera

Brigjen Simson Resmi Jabat Wakapolda Riau: Ini Pertama Berdinas di Sumatera

Riau | Senin, 28 September 2026 | 09:40 WIB

Sungai Cikole Mengering, Petani Sukabumi Temukan Tengkorak dan Tulang Belulang Manusia

Sungai Cikole Mengering, Petani Sukabumi Temukan Tengkorak dan Tulang Belulang Manusia

Jabar | Senin, 28 September 2026 | 09:40 WIB

Geledah Kanwil BPN Jatim, KPK Temukan Uang USD dan SGD

Geledah Kanwil BPN Jatim, KPK Temukan Uang USD dan SGD

News | Senin, 28 September 2026 | 09:36 WIB

Pemuda Tewas Tertembak Saat Tawuran di Makassar, 5 Polisi Diperiksa Propam

Pemuda Tewas Tertembak Saat Tawuran di Makassar, 5 Polisi Diperiksa Propam

Sulsel | Senin, 28 September 2026 | 09:35 WIB

Review 'Ibu, Bagaimana Aku Tanpamu?': Mengupas Pengorbanan Sunyi Seorang Ibu yang Bikin Dada Sesak

Review 'Ibu, Bagaimana Aku Tanpamu?': Mengupas Pengorbanan Sunyi Seorang Ibu yang Bikin Dada Sesak

Your Say | Senin, 28 September 2026 | 09:35 WIB

×