Bisakah Virus Corona Menular Lewat Mata? Ahli Sendiri Masih Beda Pendapat

Bimo Aria Fundrika
Bisakah Virus Corona Menular Lewat Mata? Ahli Sendiri Masih Beda Pendapat
Ilustrasi Ilustrasi : Bisakah Virus Corona Menular Lewat Mata? Ahli Sendiri Masih Beda Pendapat. (Pixabay)

Virus corona atau Covid-19 biasanya menyebar ke orang lain melalui mulut dan hidung mereka lewat droplets dari orang yang terinfeksi.

Suara.com - Virus corona atau Covid-19 biasanya menyebar ke orang lain melalui mulut dan hidung mereka lewat droplets dari orang yang terinfeksi.

Ketika pandemi virus corona pertama kali melanda, salah satu langkah keamanan pertama yang disarankan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) kepada orang-orang adalah mulai memakai masker wajah dan penutup pelindung.

Ini karena jalur transmisi COVID-19 yang paling umum adalah melalui kontak fisik serta tetesan udara yang dapat masuk ke hidung dan mulut kita.

Tetapi bisakah seseorang tertular virus melalui jalur mata?

Ilustrasi : Bisakah Virus Corona Menular Lewat Mata? Ahli Sendiri Masih Beda Pendapat. (Shutterstock)

Pertanyaan itu sendiri baru-baru ini diajukan oleh Joseph Fair, seorang ahli virologi dan kontributor berita NBC, yang terinfeksi Covid-19 setelah terbang di pesawat yang penuh sesak di mana pramugari tidak mengenakan masker wajah.

Fair sendiri, mengenakan sarung tangan dan masker wajah tetapi tidak memiliki pelindung mata.

"Tebakan terbaik saya, adalah bahwa itu datang melalui rute mata," katanya baru-baru ini, menyatakan bahwa ia percaya orang harus mulai mengenakan pelindung mata juga. Demikian seperti dilansir dari Medical Daily.

Tetapi meski Fair yakin bahwa orang harus melindungi mata mereka, meski sebagian besar ahli tidak yakin.

Para peneliti masih berusaha memahami bagaimana infeksi dapat terjadi melalui mata.

"Saya kira kita tidak bisa menjawab pertanyaan itu dengan kepercayaan 100 persen saat ini. Tapi saya pikir itu mungkin secara biologis, ”kata H. Nida Sen, MD, direktur Klinik Uveitis di National Eye Institute di Bethesda, yang juga mempelajari coronavirus novel itu sendiri.

Namun, menurut Elia Duh, MD, seorang peneliti dan profesor oftalmologi di Fakultas Kedokteran Johns Hopkins di Baltimore, ada penelitian yang menunjukkan arah ini.

“Jika ada tetesan yang dihasilkan oleh orang yang terinfeksi dengan batuk atau bersin atau bahkan berbicara, maka bagian depan mata terpapar langsung, seperti halnya saluran hidung yang terpapar. Selain itu, orang banyak menggosok dan menyentuh mata mereka. Jadi sudah pasti ada kerentanannya, ”katanya.

Tetapi pada saat ini, mengenakan beberapa perlindungan ekstra tidak akan merugikan sementara juga terus mengikuti tindakan pencegahan.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS