Obesitas Bisa Picu Brain Fog, Begini Cara Diet untuk Pekerja Kantoran

Yasinta Rahmawati, Dini Afrianti Efendi

Sabtu, 05 Juli 2025 | 11:49 WIB
Obesitas Bisa Picu Brain Fog, Begini Cara Diet untuk Pekerja Kantoran
Ilustrasi pekerja kantoran (freepik/cookie_studio)

Suara.com - Pekerja kantoran berada dalam bayang-bayang obesitas yang ternyata bisa memicu brain fog alias kabut otak yang mengganggu produktivitas saat bekerja. Lantas, gimana cara menurunkan berat badan untuk pekerja?

Brain fog adalah kondisi saat seseorang sulit untuk fokus dan konsentrasi pada suatu hal. Ditambah penelitian pada 2020 yang dipublikasi di PMC PubMed Central menyebutkan ada bukti yang menunjukkan obesitas punya efek merusak pada otak dan fungsi kognitif alias kemampuan berpikir.

Bukan cuma brain fog, obesitas juga bisa memicu menurunnya kesehatan. Ini karena obesitas bisa memicu penyakit penyerta sindrom metabolik dan komorbid seperti sakit jantung, stroke dan diabetes.

Fakta ini juga diungkap Chief Marketing Officer LIGHT Group, Anna Yesito Wibowo pembuat program diet untuk karyawan. Ia menyebutkan penyakit gangguan metabolik yang paling banyak dialami karyawan yaitu diabetes melitus tipe 2, hipertensi atau darah tinggi, dan penyakit jantung koroner.

"Studi menunjukkan bahwa obesitas dan kelelahan mental di tempat kerja tidak hanya berdampak pada kesehatan fisik, tetapi juga menurunkan energi, motivasi, dan efisiensi kerja secara keseluruhan," jelas Anna dalam keterangan yang diterima suara.com, Sabtu (5/7/2025).

Ilustrasi Bekerja Lembur (Pexels/ cottonbro)
Ilustrasi pekerja kantoran lembur. (Pexels/ cottonbro)

Obesitas Bisa Picu Brain Fog, Begini Cara Diet untuk Pekerja Kantoran

Adapun penyebab pada pekerja dipengaruhi sedentary lifestyle alias gaya hidup tidak aktif, terlebih dengan kemajuan teknologi saat ini. Jika biasanya jam makan siang, karyawan akan keluar kantor untuk mencari makan. Kini, karyawan memesan lewat layanan pesan antar dan makan di meja kerja, sehingga lebih sedikit bergerak.

Inilah sebabnya obesitas terus meningkat di Indonesia. Tidak main-main, data menunjukkan prevalensi obesitas pada 2018 mencapai 21,8 persen dan bertambah menjadi 28,7 persen pada 2023.

Apabila peningkatan kasus obesitas tidak dicegah dan dikendalikan, maka produktivitas suatu perusahaan bisa terganggu karena kesehatan karyawan yang menurun. Sehingga karyawan disarankan harus mulai mengikuti program penurunan berat badan dengan beberapa cara sebagai berikut:

baca juga

1. Karyawan didampingi ahli gizi

Dibanding karyawan melakukan diet sendiri tanpa didampingi ahli, maka akan lebih sulit mengontrol diri. Terlebih pada orang obesitas awal program penurunan berat badan lebih sulit mengontrol nafsu makan.

Melalui bantuan ahli gizi, nantinya pasien tetap bisa mengimbangi nafsu makan dan tidak terlalu berat menjalani program diet.

2. Ikuti program diet

Saat ini sudah banyak program diet dengan periode waktu tertentu. Program diet seperti LIGHTcoach Corporate Wellness Program dari LIGHT Group ini dibekali modul dan workshop yang bisa diikuti karyawan berdasarkan program yang ada di klinik LIGHThouse.

Program diet ini, nantinya karyawan akan didampingi ahli gizi selama 90 hari. Anna menjelaskan program ini dibuat untuk menjawab tantangan banyak perusahaan yang produktivitasnya menurun akibat masalah kesehatan karyawan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kisah Inspiratif: Wanita Obesitas 165 Kg Taklukkan Keterbatasan demi Haji

Kisah Inspiratif: Wanita Obesitas 165 Kg Taklukkan Keterbatasan demi Haji

Video | Senin, 02 Juni 2025 | 15:02 WIB

4 Tanda Kekurangan Vitamin D yang Sering Diabaikan, padahal Sering Dirasakan Sehari-hari

4 Tanda Kekurangan Vitamin D yang Sering Diabaikan, padahal Sering Dirasakan Sehari-hari

Lifestyle | Sabtu, 24 Mei 2025 | 11:55 WIB

Jangan Redam Tangis Anak dengan Camilan Manis: Ancaman Kesehatan dari Pola Asuh yang Salah

Jangan Redam Tangis Anak dengan Camilan Manis: Ancaman Kesehatan dari Pola Asuh yang Salah

Health | Rabu, 21 Mei 2025 | 15:21 WIB

Terkini

Benjolan Hilang-Timbul pada Anak Jangan Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Hernia

Benjolan Hilang-Timbul pada Anak Jangan Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Hernia

Health | Minggu, 12 Juli 2026 | 19:41 WIB

Waspada! Anak Jarang Main di Luar Rumah Berisiko Premiopia hingga Mata Minus Sebelum 8 Tahun

Waspada! Anak Jarang Main di Luar Rumah Berisiko Premiopia hingga Mata Minus Sebelum 8 Tahun

Health | Minggu, 12 Juli 2026 | 16:50 WIB

Rahasia Anak Percaya Diri, Beri Ruang untuk Bereksplorasi dan Menunjukkan Bakat

Rahasia Anak Percaya Diri, Beri Ruang untuk Bereksplorasi dan Menunjukkan Bakat

Health | Minggu, 12 Juli 2026 | 13:21 WIB

Tekanan Kerja Meningkat, Perhatian terhadap Kesehatan Mental Karyawan Dinilai Makin Mendesak

Tekanan Kerja Meningkat, Perhatian terhadap Kesehatan Mental Karyawan Dinilai Makin Mendesak

Health | Sabtu, 11 Juli 2026 | 21:14 WIB

Mengenal Shin Splints, Momok bagi Pelari dan Cara Mengatasinya

Mengenal Shin Splints, Momok bagi Pelari dan Cara Mengatasinya

Health | Sabtu, 11 Juli 2026 | 13:01 WIB

Gelombang Panas Lebih Mematikan bagi Lansia, Apakah Sistem Perlindungan Sudah Memadai?

Gelombang Panas Lebih Mematikan bagi Lansia, Apakah Sistem Perlindungan Sudah Memadai?

Health | Jum'at, 10 Juli 2026 | 15:09 WIB

Stimulasi yang Tepat Jadi Kunci Mengembangkan Kecerdasan Multitalenta Anak Sejak Usia Dini

Stimulasi yang Tepat Jadi Kunci Mengembangkan Kecerdasan Multitalenta Anak Sejak Usia Dini

Health | Kamis, 09 Juli 2026 | 16:15 WIB

Jangan Cuma Mengejar Garis Finish, Atlet dan Pelari Perlu Lebih Peduli Kesehatan Sendi dan Tulang

Jangan Cuma Mengejar Garis Finish, Atlet dan Pelari Perlu Lebih Peduli Kesehatan Sendi dan Tulang

Health | Rabu, 08 Juli 2026 | 14:11 WIB

4R Pemulihan yang Wajib Dilakukan Setelah Olahraga, Rahasia Atlet Elite Kembali Prima

4R Pemulihan yang Wajib Dilakukan Setelah Olahraga, Rahasia Atlet Elite Kembali Prima

Health | Rabu, 08 Juli 2026 | 10:57 WIB

Jangan Terkecoh Label Inklusif, Ini 5 Cara Memilih Lingkungan Belajar yang Tepat untuk Anak

Jangan Terkecoh Label Inklusif, Ini 5 Cara Memilih Lingkungan Belajar yang Tepat untuk Anak

Health | Selasa, 07 Juli 2026 | 15:03 WIB

×