Moderna Lakukan Uji Vaksin Covid-19 Fase Kedua pada Manusia

Yasinta Rahmawati, Fita Nofiana

Senin, 01 Juni 2020 | 09:00 WIB
Moderna Lakukan Uji Vaksin Covid-19 Fase Kedua pada Manusia
Peneliti berupaya menciptakan vaksin virus corona. (ANTARA/Shutterstock/am.)

Suara.com - Moderna Inc, perushaan bioteknologi berbasis di Amerika Serikat mengumumkan bahwa mereka telah memberi dosis vaksin pada peserta pertama setiap kelompok usia dengan vaksin Covid-19 dalam studi fase kedua.

Dilansir dari The Jerussalem Post, perusahaan bioteknologi itu menjelaskan bahwa penelitian ini akan mengevaluasi keamanan, reaktivitas, dan imunogenisitas dari dua vaksinasi mRNA-1273 yang diberikan 28 hari secara terpisah.

Sekitar 600 orang diperkirakan akan mengambil bagian dalam penelitian ini. Kurang lebih 300 peserta berusia antara 18 hingga 55 tahun, sementara 300 orang lainnya berumur di atas 55 tahun.

Para peserta akan diberikan plasebo atau dosis 50 atau 100 mikrogram pada setiap vaksinasi yang akan dilacak selama 12 bulan.

Awal bulan Mei Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) telah memberikan penunjukan jalur cepat mRNA-1273.

Kepala ilmuwan perusahaan itu, Tal Zaks mengatakan bahwa ia sudah menduga jika vaksin yang mereka kembangkan akan bekerja dengan baik. Hal tersebut dikarenakan Moderna sebelumnya telah berhasil mengembangkan delapan vaksin untuk penyakit lain, beberapa khusus untuk penyakit pernapasan.

Moderna merilis data awal dari uji coba Fase 1 pada 18 Mei yang menunjukkan bahwa vaksin menghasilkan antibodi pelindung dalam kelompok kecil dari delapan sukarelawan sehat.

Vaksin Covid-19 diperkirakan tersedia pada September 2020. Foto: Seorang petugas medis sedang menyuntikkan vaksin flu ke warga Asuncion, Paraguay, pada 15 April kemarin. [AFP/Norberto Duarte]
Vaksin Covid-19 diperkirakan tersedia pada September 2020. Foto: Seorang petugas medis sedang menyuntikkan vaksin flu ke warga Asuncion, Paraguay, pada 15 April kemarin. [AFP/Norberto Duarte]

Studi ini tidak dirancang untuk membuktikan bahwa vaksin itu bekerja. Tetapi laporan itu memang menawarkan secercah harapan awal bahwa mRNA-1273 Moderna dapat memberikan perlindungan terhadap virus corona baru penyebab Covid-19.

Studi Tahap 1 dipimpin oleh Institut Nasional Alergi dan Penyakit Menular (NIAID), bagian dari National Institutes of Health yang akan mengirimkan data ke publikasi klinis.

Moderna mengatakan dalam rilisnya bahwa perusahaan mengantisipasi kolaborasi dengan NIAID pada studi tahap 3 yang direncanakan akan dilakukan pada bulan Juli.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Meski Ada Vaksin, Ahli Epidemologi Sebut Virus Corona Tak Akan Hilang

Meski Ada Vaksin, Ahli Epidemologi Sebut Virus Corona Tak Akan Hilang

Health | Senin, 01 Juni 2020 | 07:25 WIB

Kabar Baik, Rusia Berencana Jalan Uji Klinis Vaksin Virus Corona

Kabar Baik, Rusia Berencana Jalan Uji Klinis Vaksin Virus Corona

Health | Minggu, 31 Mei 2020 | 15:26 WIB

Ketua IDI: Disiplin Protokol Kesehatan Adalah Sebenarnya Vaksin

Ketua IDI: Disiplin Protokol Kesehatan Adalah Sebenarnya Vaksin

News | Minggu, 31 Mei 2020 | 11:47 WIB

Terkini

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 21:33 WIB

Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem

Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 11:18 WIB

Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 23:06 WIB

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 17:41 WIB

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 11:27 WIB

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 09:44 WIB

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 11:09 WIB

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 09:22 WIB

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Health | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:23 WIB

Mengapa Lupus Lebih Banyak Menyerang Wanita?

Mengapa Lupus Lebih Banyak Menyerang Wanita?

Health | Selasa, 26 Mei 2026 | 15:00 WIB