Peneliti Berhasil Petakan Protein Penyebab Peradangan Pada Pasien Covid-19

Risna Halidi Suara.Com
Rabu, 03 Juni 2020 | 14:44 WIB
Peneliti Berhasil Petakan Protein Penyebab Peradangan Pada Pasien Covid-19
Ilustrasi virus Corona - (Pixabay/TheDigitalArtist)

Suara.com - Peneliti Berhasil Petakan Protein Penyebab Peradangan Pada Pasien Covid-19

Beberapa peneliti di Jerman berhasil memetakan 27 protein penting dari plasma darah pasien Covid-19.

Penelitian ini diyakini dapat menjadi acuan bagi dokter untuk memperkirakan seberapa parah kondisi pasien yang terinfeksi Covid-19.

Tiga protein yang berhasil dipetakan itu terhubung dengan interleukin IL-6, protein penyebab peradangan dan diyakini dapat jadi penanda untuk gejala penyakit Covid-19 parah.

Dalam hasil penelitian yang dipublikasikan jurnal Cell Systems, Selasa (2/6), peneliti dari Francis Crick Institute di Inggris dan Charite Universitaetsmedizin Berlin di Jerman menemukan masing-masing pasien Covid-19 memiliki kadar protein yang berbeda dalam darahnya bergantung dari tingkat keparahan penyakit yang diderita.

Petunjuk itu dapat berguna untuk dokter saat memeriksa pasien dan memperkirakan tingkat keparahan penyakit yang diderita.

Temuan itu juga dapat menjadi titik tolak baru untuk pengembangan obat Covid-19, penyakit menular yang disebabkan virus corona jenis baru SARS-CoV-2.

Sejumlah dokter dan para ahli mengatakan pasien Covif-19 mengalami gejala penyakit yang berbeda.

Beberapa di antaranya bahkan tidak menunjukkan gejala sama sekali, sementara pasien lainnya membutuhkan perawatan dan sisanya mengalami gejala penyakit parah.

Baca Juga: Isi Pergub Menuju New Normal Jawa Barat

"Adanya tes yang dapat membantu dokter menentukan seorang pasien Covid-19 berpotensi mengalami masa kritis atau tidak sangat penting dilakukan," kata seorang ahli biologi molekuler di Crick Institute, Christoph Messner.

Dilansir dari Antara, Ia merupakan salah satu periset pada studi protein darah pasien Covid-19.

Ia menjelaskan pemeriksaan semacam itu dapat membantu dokter menangani pasien dengan kondisi kesehatan berbeda. Dokter juga dapat menentukan pasien mana yang paling berisiko dan membutuhkan layanan perawatan intensif.

Tim riset, yang salah satunya diketuai Messner, menggunakan metode spektometri massa (mass spectometry) untuk memeriksa secara cepat keberadaan dan jumlah beberapa jenis protein pada plasma darah dari 31 pasien Covid-19 di rumah sakit Charite, Berlin.

Hasil tes itu kemudian dibandingkan dengan protein pada plasma darah 17 pasien lainnya di rumah sakit yang sama, serta 15 orang yang sehat sebagai pembanding eksperimen.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Maret 2020 menetapkan Covid-19 sebagai pandemi global. Penyakit itu sejauh ini telah menewaskan lebih dari 374.000 jiwa di seluruh dunia dan menyerang lebih dari 6,7 juta jiwa.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI