Gas Air Mata Beracun, Lakukan Hal Ini Jika Terpapar!

Silfa Humairah Utami, Rosiana Chozanah

Rabu, 03 Juni 2020 | 20:34 WIB
Gas Air Mata Beracun, Lakukan Hal Ini Jika Terpapar!
Ilustrasi gas air mata. (Shutterstock)

Suara.com - Paparan gas air mata, yang umum digunakan aparat keamanan untuk membubarkan aksi massa di seluruh dunia, sebenarnya memiliki dampak negatif tersendiri pada kesehatan.

Gas air mata merupakan campuran bahan kimia beracun yang direkayasa untuk membutakan mata, mencekik, dan membuat panik. Senjata ini berbahaya bagi orang dengan penyakit kardiopulmoner, terutama asma.

Sebagai bentuk pencegahan, berikut hal-hal yang perlu dilakukan saat menghadiri sebuah aksi massa dan kemungkinan besar dapat dibubarkan dengan gas air mata, dilansir GQ.

Kenakan kacamata dan pakaian tertutup, bukan lensa kontak

"Mata Anda akan menutup secara refleks sebagai reaksi terhadap rasa sakit, dan akan sangat sulit mengeluarkan lensa kontak," kata Jason Odhner, seorang perawat di Phoenix, AS.

Untuk mencegah rasa sakit, kenakan kacamata, atau bahkan kacamata renang. Ini akan membuat perbedaan besar.

Aparat kepolisian menembakkan gas air mata ke arah kerumunan warga atau pegawai di dekat Gedung Jakarta Design Center dan Gedung Bangun Cipta, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Rabu (25/9/2019). (Suara.com/Novian)
Aparat kepolisian menembakkan gas air mata ke arah kerumunan warga atau pegawai di dekat Gedung Jakarta Design Center dan Gedung Bangun Cipta, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Rabu (25/9/2019). (Suara.com/Novian)

Selain itu, kenakan pakaian lengan panjang. Gas air mata akan membakar kulit, sehingga semakin banyak kulit yang tertutupi akan semakin baik.

Jangan lupa untuk mengaplikasikan tabir surya, sebab gas air mata akan lebih terkena ketika kulit terbakar sinar matahari.

"Tidak ada yang lebih buruk daripada gas air mata pada kulit terbakar (sinar matahari), dari pengalamanku," lanjutnya.

Tidak lupa untuk membawa tisu, dan jika menderita asma, bawa inhaler di saku.

Ada baiknya Anda mempersiapkan beberapa botol air atau larutan garam (saline solution), berjaga untuk membersihkan mata dari gas air mata.

Polisi lepaskan gas air mata ke arah mahasiswa yang demo di depan DPR/MPR. [suara.com/Welly Hidayat]
Polisi lepaskan gas air mata ke arah mahasiswa yang demo di depan DPR/MPR. [suara.com/Welly Hidayat]

Cari tempat aman untuk membilas mata, hidung dan mulut

Tidak ada cara untuk menetralisir efek dari gas air mata, terutama jika Anda sendiri terpapar. Namun, Anda dapat memberikan perhatian medis apabila Anda atau pengunjuk rasa lain terpapar.

1. Berpindah ke tempat aman
2. Bilas mata dengan air bersih

Alirkan air atau cairan garam (saline solution) ke mata atau semprotkan secara lembut.

"Anda memiliki saluran air mata di sudut mata Anda, dan mata dirancang untuk mengeluarkan cairan dari saluran air mata itu," kata Odhner.

3. Ulangi di sisi lain wajah
4. Bersihkan dengan tisu

Jangan lupa untuk bersihkan mulut dan hidung dengan air. Mata, hidung, dan mulut adalah bagian wajah yang perlu ditangani secara segera ketika terpapar gas air mata.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Digunakan untuk Bubarkan Massa, Gas Air Mata Tidak Aman bagi Kesehatan

Digunakan untuk Bubarkan Massa, Gas Air Mata Tidak Aman bagi Kesehatan

Health | Rabu, 03 Juni 2020 | 07:34 WIB

Mahasiswa Alami Sesak Napas karena Gas Air Mata, Ini Penjelasan Ilmiahnya

Mahasiswa Alami Sesak Napas karena Gas Air Mata, Ini Penjelasan Ilmiahnya

Health | Rabu, 25 September 2019 | 19:14 WIB

Mitos Perlindungan dari Gas Air Mata, dari Pasta Gigi hingga Air Lemon

Mitos Perlindungan dari Gas Air Mata, dari Pasta Gigi hingga Air Lemon

Health | Selasa, 24 September 2019 | 20:45 WIB

Terkini

Bukan Sekadar Kenyang, Ahli Gizi Ingatkan Pentingnya Nutrisi Seimbang untuk Menjaga Kualitas Hidup

Bukan Sekadar Kenyang, Ahli Gizi Ingatkan Pentingnya Nutrisi Seimbang untuk Menjaga Kualitas Hidup

Health | Senin, 01 Juni 2026 | 14:13 WIB

Waspada! Ini Tanda Kelebihan Vitamin B6, dari Kesemutan hingga Kerusakan Saraf

Waspada! Ini Tanda Kelebihan Vitamin B6, dari Kesemutan hingga Kerusakan Saraf

Health | Minggu, 31 Mei 2026 | 17:57 WIB

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 21:33 WIB

Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem

Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 11:18 WIB

Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 23:06 WIB

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 17:41 WIB

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 11:27 WIB

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 09:44 WIB

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 11:09 WIB

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 09:22 WIB