Rasisme dan Kebrutalan Polisi Picu Trauma, Meski Hanya Melihat dari Video

Yasinta Rahmawati, Fita Nofiana

Kamis, 04 Juni 2020 | 09:31 WIB
Rasisme dan Kebrutalan Polisi Picu Trauma, Meski Hanya Melihat dari Video
Aksi demonstrasi memprotes kematian George Floyd di Washington DC. (Anadolu Agency/Yasin Ozturk)

Suara.com - Citra kebrutalan polisi dan rasisme di media sosial dapat menyebabkan trauma abadi, terutama bagi orang kulit hitam.

Dilansir dari Insider, rentetan konten kekerasan polisi dalam kasus rasisme pada George Floyd dan demonstran untuk Floyd yang konstan juga dapat menyebabkan atau memperkuat trauma.

"Secara tradisional, ketika kita berpikir tentang trauma, ketika kita berpikir tentang gangguan seperti PTSD, itu sering dianggap sebagai hasil dari trauma tunggal yang dapat diidentifikasi," kata Monnica Williams, seorang psikolog yang mengelola Pusat Kesehatan Mental Universitas Louisville.

"Apa yang kami temukan adalah bahwa trauma dapat terjadi dari pengalaman kumulatif rasisme dan diskriminasi," tambahnya.

Dalam sebuah studi 2009, para peneliti menemukan stres kronis adalah faktor umum pada wanita kulit hitam yang memiliki tekanan darah tinggi. Mayoritas subjek penelitian mengatakan rasisme adalah salah satu pemicu stres terbesar dan paling konsisten dalam hidup mereka.

Sebuah studi tahun 2019 menemukan bahwa wanita kulit hitam di California yang melahirkan di daerah rasis lebih mungkin melahirkan bayi dengan berat badan lebih rendah.

"Ada sesuatu yang spesifik untuk pembunuhan polisi terhadap orang kulit hitam yang tidak bersenjata yang dianggap tidak dapat dibenarkan, yang menimbulkan stres dan kemudian menimbulkan bobot lahir rendah," kata penulis studi Joscha Legewie kepada Insider.

Ketika gambar dan video tentang rasisme beredar, maka itu akan semakin memperburuk ketakutan mereka.

"Ketika Anda melihat seseorang di video direkam dan dianiaya oleh polisi, Anda memposisikan diri Anda sendiri atau orang yang Anda cintai, seseorang dengan ciri fisik yang mirip. Hal itu dapat membuat trauma, bahkan jika Anda belum mengalami kebrutalan polisi secara pribadi," kata Williams.

baca juga

"Bahkan jika seseorang tidak pernah mengalami kebrutalan polisi atau kekerasan, melihat gambar dari peristiwa itu masih dapat mengarah pada respon trauma," kata Burgandy Holiday, psikoterapis yang berbasis di Philadelphia, kepada Insider.

Aksi demonstrasi memprotes kematian George Floyd di Washington DC. (Anadolu Agency/Yasin Ozturk)
Aksi demonstrasi memprotes kematian George Floyd di Washington DC. (Anadolu Agency/Yasin Ozturk)

Holiday mengatakan orang-orang kulit hitam yang lebih tua berbagi cerita tentang rasisme dan kebrutalan polisi sebagai cara untuk mempersiapkan generasi muda mereka. Namun cerita tersebut nyatanya juga menimbulkan trauma generasi.

"Ada transaksi antar generasi yang terjadi, baik atau buruk. Jadi ini bukan hal baru," kata Holiday.

"Dan itu mengarah ke trauma, trauma internal yang kita alami dari menyaksikan orang lain mati seperti itu terjadi pada diri kita sendiri," tambahnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tanggapi Kerusuhan di Amerika, SBY: Saya Bukan Anti, tapi Tidak Mendewakan

Tanggapi Kerusuhan di Amerika, SBY: Saya Bukan Anti, tapi Tidak Mendewakan

News | Rabu, 03 Juni 2020 | 19:46 WIB

Dukung Kasus George Floyd, Prilly Latuconsina Ingatkan Rasisme di Indonesia

Dukung Kasus George Floyd, Prilly Latuconsina Ingatkan Rasisme di Indonesia

Entertainment | Rabu, 03 Juni 2020 | 13:45 WIB

Ini Pengakuan Remaja yang Merekam Penangkapan George Floyd

Ini Pengakuan Remaja yang Merekam Penangkapan George Floyd

News | Rabu, 03 Juni 2020 | 12:09 WIB

Terkini

World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak

World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak

Health | Jum'at, 26 Juni 2026 | 20:10 WIB

Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern

Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern

Health | Jum'at, 26 Juni 2026 | 13:45 WIB

Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua

Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua

Health | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:17 WIB

Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan

Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan

Health | Kamis, 25 Juni 2026 | 19:13 WIB

Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif

Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif

Health | Rabu, 24 Juni 2026 | 17:15 WIB

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:49 WIB

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:07 WIB

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:05 WIB

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:00 WIB

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Health | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:41 WIB

×