Awas, Dampak Masa Isolasi Terlalu Lama Tingkatkan Risiko Depresi Anak!

Silfa Humairah Utami, Shevinna Putti Anggraeni

Kamis, 04 Juni 2020 | 15:19 WIB
Awas, Dampak Masa Isolasi Terlalu Lama Tingkatkan Risiko Depresi Anak!
Ilustrasi depresi (shutterstock)

Suara.com - Masa pembatasan sosial dan isolasi mandiri di rumah aja tidak hanya berdampak pada orang dewasa, tetapi juga anak-anak dan remaja.

Anak-anak dan remaja berisiko mengalami depresi dan kecemasan yang lebih lama setelah masa isolasi mandiri dan pembatasan sosial.

Penelitian dalam Journal of American Academy of Psikiatri Anak dan Remaja telah melihat pada lebih dari 60 studi per-review yang mencakup isolasi, kesehatan dan kesehatan mental kaum muda usia 4-21 tahun.

Hasilnya, anak muda yang kesepian 3 kali lebih mungkin mengembangkan depresi di masa depan. Bahkan dampak kesepian pada kesehatan mental bisa bertahan setidaknya selama 9 tahun.

Studi tersebut juga menyoroti hubungan antara kesepian dan peningkatan risiko masalah kesehatan mental bagi kaum muda. Ada juga bukti bahwa lamanya mereka mengalami kesepian akan meningkatkan risiko depresi mereka di masa depan.

Penelitian ini perlu menjadi perinatan bahwa layanan kesehatan mental mungkin akan lebih dibutuhkan setelah pandemi. Tingginya risiko depresi di masa mendatang tidak hanya mengancam anak-anak di Inggris, tetapi juga seluruh dunia.

Ilustrasi anak-anak main games di rumah aja (shh
Ilustrasi anak-anak main games di rumah aja (shh

"Hasil analisis kami membuktikan bahwa ada hubungan kuat antara kesepian dan depresi pada anak muda, baik di masa kini maupun di masa depan sebagai bentuk dampak jangka panjang," kata Dr Maria Loades, psikolog klinis dari Departemen Psikologi di University of Bath yang meimimpin penelitian dikutip dari Medical Express.

Maria juga mengatakan efek isolasi mandiri terhadap kesehatan mental sering diabaikan, artinya seseorang perlu waktu 10 tahun untuk memahami dampak kesehatan mental akibat pandemi virus corona Covid-19.

Maria Loades juga menyarankan adanya penelitian yang memperhatikan dampak lain ketika sekolah mulai dibuka kembali, setelah masa isolasi mandiri.

baca juga

"Ada bukti bahwa lamanya durasi kesepian bertentangan dengan intensitas yang nampaknya memiliki dampak terbesar pada tingkat depresi. Artinya, cara seseorang kembali ke tingkat normal sangatlah penting setelah pandemi," jelasnya.

Anggota tim peninjau dalam surat terbuka kepala Sekretaris Pendidikan Inggris, Gavin Williamson MP, yang fokus pada dukungan untuk kesejahteraan sosial dan emosional anak selama serta setelah masa isolasi mandiri.

1. Pelonggaran pembatasan sosial harus dilakukan dengan cara yang memberikan semua anak waktu dan kesempatan untuk bermain dengan teman sebaya

2. Sekolah perlu memiliki sumber daya yang tepat untuk mendukung kesejahteraan emosional anak-anak selama masa transisi.

3. Manfaat sosial dan emosional dari permainan dan inetraksi dengan teman sebaya harus dikomunikasikan dengan jelas.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Anak Berisiko Cemas dan Mimpi Buruk akibat New Normal, Ini Kata Ahli!

Anak Berisiko Cemas dan Mimpi Buruk akibat New Normal, Ini Kata Ahli!

Health | Kamis, 04 Juni 2020 | 14:22 WIB

Ogah Konvensional, Jokowi Ingin Tiru Cara Korsel Lacak Kasus Corona

Ogah Konvensional, Jokowi Ingin Tiru Cara Korsel Lacak Kasus Corona

News | Kamis, 04 Juni 2020 | 12:32 WIB

Menristek Sebut Indonesia Perlu Vaksin Covid-19 Beda dari Negara Lain

Menristek Sebut Indonesia Perlu Vaksin Covid-19 Beda dari Negara Lain

Tekno | Kamis, 04 Juni 2020 | 12:00 WIB

Terkini

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:49 WIB

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:07 WIB

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:05 WIB

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:00 WIB

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Health | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:41 WIB

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:51 WIB

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:03 WIB

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 15:14 WIB

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 09:45 WIB

Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi

Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi

Health | Jum'at, 19 Juni 2026 | 17:01 WIB