Ngeri Banget, Ini yang Terjadi Pada Mata Anak Jika Sering Main Gadget

Bimo Aria Fundrika, Frieda Isyana Putri

Jum'at, 05 Juni 2020 | 11:05 WIB
Ngeri Banget, Ini yang Terjadi Pada Mata Anak Jika Sering Main Gadget
Ilustrasi Ngeri Banget, Ini yang Terjadi Pada Mata Anak Jika Sering Main Gadget (Shutterstock)

Suara.com - Berada di rumah aja untuk bermain dan belajar membuat anak-anak semakin erat dengan gadget. Apalagi kini belajar di rumah juga sudah beralih menjadi virtual.

Banyak orangtua yang kini melonggarkan batasan waktu gadget pada anak dengan alasan untuk membuat anak tetap sibuk. Sementara, semakin sedikit anak yang bermain di luar.

Dikutip dari AsiaOne, kombinasi tersebut di atas dapat membahayakan penglihatan anak dan meningkatkan risiko mereka mengalami miopi atau rabun jauh.

Ilustrasi anak bermain gadget
Ilustrasi Ngeri Banget, Ini yang Terjadi Pada Mata Anak Jika Sering Main Gadget. (Shutterstock)

Miopia adalah kondisi saat bola mata terlalu panjang atau mata berfokus terlalu kuat, menyebabkan sinar cahaya untuk berfokus di depan retina ketimbang berada di dalamnya dan menyebabkan gambar buram.

Kacamata dan lensa kontak bisa memperbaiki penglihatan pengidap miopi. Akan tetapi apabila mengidapnya sejak kecil, akan membuat anak-anak berisiko mengalami masalah mata parah nantinya, misalnya glaukoma.

Para peneliti di Irlandia menemukan bahwa menghabiskan lebih dari tiga jam screen time per hari meningkatkan risiko terkena miopia pada anak-anak sekolah.

Dan para investigator di Denmark mengungkapkan risiko miopia berlipat ganda pada remaja denmark yang menggunakan gadget lebih dari enam jam per hari.

Sehingga, berada keluar rumah bisa memperlambat gejala dan perkembangan rabun jauh. Akan tetapi belum ada kepastian seberapa lama anak-anak harus bermain di luar untuk mendapatkan hal tersebut.

Oleh karena itu, para orangtua sebaiknya mengatur dengan hati-hati penggunaan gadget untuk mendukung belajar dan membatasi untuk menonton film dan bermain game.

baca juga

Dan jika memungkinkan, ajak anak bermain di luar namun tetap menerapkan social distancing.

Kemudian, direkomendasikan untuk mengambil istirahat selama 20 detik setelah menggunakan gadget selama 20 menit. Pasang timer untuk mengingatkan anak-anak beristirahat, serta menjauhkan gadget setidaknya 60 sentimeter jauhnya dari wajah anak.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kebiasaan Main Gadget Tidak Pengaruhi Keterampilan Anak, Ini Hasil Studi

Kebiasaan Main Gadget Tidak Pengaruhi Keterampilan Anak, Ini Hasil Studi

Health | Rabu, 13 Mei 2020 | 09:00 WIB

Seru, Yuk Coba 3 Permainan Tanpa Gadget Bareng Keluarga Saat di Rumah Aja

Seru, Yuk Coba 3 Permainan Tanpa Gadget Bareng Keluarga Saat di Rumah Aja

Lifestyle | Kamis, 16 April 2020 | 11:40 WIB

Agar Anak Tak Kecanduan Gadget Saat di Rumah Aja, Ini Saran Psikolog

Agar Anak Tak Kecanduan Gadget Saat di Rumah Aja, Ini Saran Psikolog

Health | Kamis, 16 April 2020 | 10:36 WIB

Terkini

Dikembangkan di Indonesia, Teknologi AI Kini Bisa Bantu Dokter Deteksi Risiko Gagal Jantung Kambuh

Dikembangkan di Indonesia, Teknologi AI Kini Bisa Bantu Dokter Deteksi Risiko Gagal Jantung Kambuh

Health | Selasa, 14 Juli 2026 | 22:40 WIB

Ekosistem Produk Obat Derivat Plasma Mulai Dibangun, Indonesia Siapkan Jaringan Bank Plasma

Ekosistem Produk Obat Derivat Plasma Mulai Dibangun, Indonesia Siapkan Jaringan Bank Plasma

Health | Selasa, 14 Juli 2026 | 19:06 WIB

Orang Tua Kian Selektif, Flyon Kids Jadi Pilihan Penambah Nafsu Makan Anak

Orang Tua Kian Selektif, Flyon Kids Jadi Pilihan Penambah Nafsu Makan Anak

Health | Selasa, 14 Juli 2026 | 12:00 WIB

Review Hepaherb, Suplemen Herbal untuk Mendukung Kesehatan Hati pada Penderita Hepatitis

Review Hepaherb, Suplemen Herbal untuk Mendukung Kesehatan Hati pada Penderita Hepatitis

Health | Selasa, 14 Juli 2026 | 12:00 WIB

Mikroplastik Ditemukan dalam Darah, Plasenta, hingga Otak: Apa yang Sudah Diketahui Ilmuwan?

Mikroplastik Ditemukan dalam Darah, Plasenta, hingga Otak: Apa yang Sudah Diketahui Ilmuwan?

Health | Senin, 13 Juli 2026 | 14:59 WIB

Benjolan Hilang-Timbul pada Anak Jangan Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Hernia

Benjolan Hilang-Timbul pada Anak Jangan Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Hernia

Health | Minggu, 12 Juli 2026 | 19:41 WIB

Waspada! Anak Jarang Main di Luar Rumah Berisiko Premiopia hingga Mata Minus Sebelum 8 Tahun

Waspada! Anak Jarang Main di Luar Rumah Berisiko Premiopia hingga Mata Minus Sebelum 8 Tahun

Health | Minggu, 12 Juli 2026 | 16:50 WIB

Rahasia Anak Percaya Diri, Beri Ruang untuk Bereksplorasi dan Menunjukkan Bakat

Rahasia Anak Percaya Diri, Beri Ruang untuk Bereksplorasi dan Menunjukkan Bakat

Health | Minggu, 12 Juli 2026 | 13:21 WIB

Tekanan Kerja Meningkat, Perhatian terhadap Kesehatan Mental Karyawan Dinilai Makin Mendesak

Tekanan Kerja Meningkat, Perhatian terhadap Kesehatan Mental Karyawan Dinilai Makin Mendesak

Health | Sabtu, 11 Juli 2026 | 21:14 WIB

Mengenal Shin Splints, Momok bagi Pelari dan Cara Mengatasinya

Mengenal Shin Splints, Momok bagi Pelari dan Cara Mengatasinya

Health | Sabtu, 11 Juli 2026 | 13:01 WIB

×