Orangtua Harus Waspada, Ini Sebab Anak Alami Kejang Demam Berulang

Bimo Aria Fundrika, Lilis Varwati

Selasa, 09 Juni 2020 | 15:30 WIB
Orangtua Harus Waspada, Ini Sebab Anak Alami Kejang Demam Berulang
Wajib Tahu, Ini Sebab Anak Alami Kejang Demam Berulang. (Shutterstock)

Suara.com - Setiap orangtua pasti akan khawatir ketika anaknya sakit, terutama saat mengalami sakit kejang demam. 

Kondisi ini semakin membuat orangtua cemas jika anak masih berusia enam bulan sampai lima tahun.

Dokter spesialis anak Harijadi menjelaskan bahwa kejang demam bisa terjadi jika saat tubuh anak lebih dari 38 derajat celcius.

Ilustrasi anak sakit. (Shutterstock)
Ilustrasi Orangtua Harus Waspada, Ini Sebab Anak Alami Kejang Demam Berulang. (Shutterstock)

Tubuh akan mengalami kejang hingga kaku, mata akan nampak mendelik, dan anak tidak merespon saat dipanggil.

Menurut Harijadi umumnya kejang demam terjadi kurang dari lima menit dan hanya terjadi sekali dalam waktu 24 jam.

Tetapi jika anak mengalami kejang demam berulang dalam waktu 24 jam, orangtua patut memperhatikan faktor tertentu.

"Tidak semua anak mengalami risiko kejang demam berulang. Faktor risiko anak mengelami kejang demam berulang kalau ada riwayat kejang demam atau epilepsi dalam keluarga, usia kurang dari 12 bulan karena semakin muda usia bayi saat terjadi kejang demam pertama akan makin berisiko berulang," kata Harijadi dalam webinar perayaan ulang tahun IDAI yang disiarkan langsung melalui kanal YouTube Primaku, Selasa (9/6/2020).

Ia menambahkan, semakin rendah suhu anak atau kurang dari 39 derajat celcius saat terjadi kejang, maka makin berisiko anak mengalami kejang demam.

Selain itu, jarak waktu yang singkat antara mulai demam dengan terjadi kejang dan apabila kejang demam pertama bayi langsung mengalami kejang demam kompleks.

baca juga

Hatijadi menjelaskan, kejang demam kompleks merupakan kejang yang terjadi lama atau lebih dari 15 menit atau hanya 5 menit tetapi berlangsung terus menerus dalam jeda waktu tertentu.

"Jika terjadi faktor-faktor tersebut maka 80 persen kemungkinan kejang demam berulang akan terjadi. Tapi kalau tidak ada faktor tersebut risikonya hanya 10-15 persen," kata Harijadi.

Untuk menghindari kejang saat anak demam, Harijadi menyarankan sebaiknya orangtua memiliki termometer di rumah.

Usahakan selalu memberi cairan lebih banyak kepada anak saat sedang demam agarbtidak dehidrasi dan pakaikan baju tidak terlalu tebal tapi disesuaikan dengan suhu ruangan.

"Demam ini sebenatnya kawan kita. Bila tubuh terkena virus maka tubuh akan membuat reaksi dengan demam. Dengan demam akan dibangkitkan imunitas untuk melawan virus atau bakteri," ucapnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Anak Kejang Saat Demam, Ini Anjuran Dosis Parasetamol dari Dokter

Anak Kejang Saat Demam, Ini Anjuran Dosis Parasetamol dari Dokter

Health | Selasa, 09 Juni 2020 | 12:03 WIB

Dokter: Demam Usai Imunisasi Hanya Terjadi Pada 25 Persen Anak

Dokter: Demam Usai Imunisasi Hanya Terjadi Pada 25 Persen Anak

Health | Senin, 08 Juni 2020 | 16:13 WIB

Anak Demam Usai Imunisasi, Haruskah Langsung ke Dokter?

Anak Demam Usai Imunisasi, Haruskah Langsung ke Dokter?

Health | Sabtu, 06 Juni 2020 | 06:50 WIB

Terkini

Promo HUT KAI, Tiket Kereta Api Cuma Bayar 81 Persen Mulai 28 September, Ini Syaratnya

Promo HUT KAI, Tiket Kereta Api Cuma Bayar 81 Persen Mulai 28 September, Ini Syaratnya

Sumut | Minggu, 27 September 2026 | 23:46 WIB

Cicilan KPR Bengkak? Saatnya Pindahkan ke BRI, Bunga Mulai 3,17%

Cicilan KPR Bengkak? Saatnya Pindahkan ke BRI, Bunga Mulai 3,17%

Bri | Minggu, 27 September 2026 | 22:31 WIB

Jokowi: Politik Itu Soal Momentum, Sekarang Momentum untuk Tunjukkan KTA PSI

Jokowi: Politik Itu Soal Momentum, Sekarang Momentum untuk Tunjukkan KTA PSI

Jabar | Minggu, 27 September 2026 | 22:22 WIB

Elektabilitas PPP Cuma 1,9 Persen, Mardiono Singgung 'Kecelakaan Politik' 2024

Elektabilitas PPP Cuma 1,9 Persen, Mardiono Singgung 'Kecelakaan Politik' 2024

Jogja | Minggu, 27 September 2026 | 22:10 WIB

Nonton Pestapora 2026 Bisa Sambil Investasi Bareng BRI, Begini Caranya!

Nonton Pestapora 2026 Bisa Sambil Investasi Bareng BRI, Begini Caranya!

Bri | Minggu, 27 September 2026 | 22:06 WIB

Daftar Keturunan Soekarno yang Masih Hidup Pasca Guruh Soekarnoputra Wafat

Daftar Keturunan Soekarno yang Masih Hidup Pasca Guruh Soekarnoputra Wafat

News | Minggu, 27 September 2026 | 21:40 WIB

3 Night Cream Lokal Terbaik untuk Kulit Kering Agar Bangun Tidur Lembap dan Kenyal

3 Night Cream Lokal Terbaik untuk Kulit Kering Agar Bangun Tidur Lembap dan Kenyal

Lifestyle | Minggu, 27 September 2026 | 21:34 WIB

3 Produk Air Mawar Murah di Alfamart dan Indomaret, Harga Mulai Rp13 Ribuan

3 Produk Air Mawar Murah di Alfamart dan Indomaret, Harga Mulai Rp13 Ribuan

Lifestyle | Minggu, 27 September 2026 | 21:34 WIB

Pengalaman Horor Kang Pentol, Bertemu Dua Perempuan Misterius dekat Makam

Pengalaman Horor Kang Pentol, Bertemu Dua Perempuan Misterius dekat Makam

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 21:05 WIB

Quality Time Keluarga Tak Harus Lama, yang Penting Hadir Sepenuhnya

Quality Time Keluarga Tak Harus Lama, yang Penting Hadir Sepenuhnya

Health | Minggu, 27 September 2026 | 21:00 WIB

×