Studi Temukan Bagaimana Cara Otak Menyeimbangkan Perasaan Stres & Tenang

Angga Roni Priambodo, Rosiana Chozanah

Rabu, 10 Juni 2020 | 09:34 WIB
Studi Temukan Bagaimana Cara Otak Menyeimbangkan Perasaan Stres & Tenang
Ilustrasi Stres Gara-Gara Media Sosial. (Shutterstock)

Suara.com - Stres dapat memengaruhi psikologis maupun fisiologis manusia. Kondisi ini dapat dipicu oleh berbagai hal, misalnya ketegangan saat wawancara, ujian, atau kencan pertama.

Lebih serius lagi, kondisi kesehatan fisik dan mental yang buruk dapat memicu stres kronis.

Untuk mempelajari lebih lanjut tentang bagaimana saraf terhubung (saat) merasa stres, Elizabeth Goldfarb, Ph.D., peneliti di Yale Stress Center dan rekannya, menggunakan pencitraan resonansi magnetik fungsional (fMRI) untuk memindai otak 60 relawan saat mereka melihat serangkaian gambar yang merangsang stres dan perasaan netral atau santai.

Setelah melihat setiap gambar, peneliti meminta peserta menekan tombol untuk menilai seberapa stres dan tenang yang mereka rasakan pada skala 1 hingga 9 (1 untuk tidak stres atau tenang sama sekali, 9 untuk sangat stres atau tenang).

Peneliti tertarik untuk melihat bagaimana konektivitas hippocampus di otak berubah sesuai dengan tingkat stres yang dirasakan peserta.

Ilustrasi otak dan mesin (Shutterstock).
Ilustrasi otak (Shutterstock).

Hippocampus merupakan struktur yang berbentuk kuda laut di dalam lobus temporal dalam setiap belahan otak. Ini memainkan peran penting dalam emosi dan memori.

Dilansir Medical News Today, peneliti melihat konektivitas menguat dalam jaringan yang mencakup struktur di dasar otak yang disebut hipotalamus ketika peserta stres. Ini memicu pelepasan beberapa hormon, termasuk hormon kortisol.

Ketika subjek lebih tenang, konektivitas menguat antara hippocampus dan jaringan, termasuk korteks prefrontal dorsolateral (DLPFC), di dekat bagian depan setiap belahan otak.

DLPFC berhubungan dengan fungsi kognitif dan eksekutif, seperti pengambilan keputusan, working memory dan strategi coping untuk mengatur emosi.

baca juga

Pada beberapa partisipan, koneksi antara hippocampus dan DLPFC juga menguat selama pemaparan gambar yang membuat stres. Tampaknya, kondisi ini mengurangi pengalaman stres berikutnya.

Karenanya, peneliti berspekulasi bahwa para peserta mengakses kenangan yang membantu mereka menurunkan respon stres.

"Mirip dengan temuan baru yang mengingat pengalaman positif dapat menurunkan respon stres tubuh, studi kami menunjukkan jaringan otak yang terkiat dengan memori dapat dimanfaatkan untuk menciptakan respon emosional yang lebih kuat terhadap stres," jelas Goldfarb.

Konektivitas antara korteks frontal dan bagian otak lainnya juga berperan dalam depresi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bikin Stres, Ini 8 Tanda Pasanganmu Masih Suka Bersikap Kekanak-kanakan

Bikin Stres, Ini 8 Tanda Pasanganmu Masih Suka Bersikap Kekanak-kanakan

Lifestyle | Selasa, 09 Juni 2020 | 11:05 WIB

Ketahui 7 Tanda Stres yang Tak Biasa, Salah Satunya Sering Lupa

Ketahui 7 Tanda Stres yang Tak Biasa, Salah Satunya Sering Lupa

Health | Senin, 08 Juni 2020 | 16:33 WIB

Hewan Peliharaan Bisa Jadi Obat Stres saat Pandemi Corona

Hewan Peliharaan Bisa Jadi Obat Stres saat Pandemi Corona

Health | Sabtu, 06 Juni 2020 | 08:05 WIB

Terkini

103 Atlet Indonesia Berjuang di Asian Para Games 2026, Reda Manthovani Minta Dukungan WNI di Jepang

103 Atlet Indonesia Berjuang di Asian Para Games 2026, Reda Manthovani Minta Dukungan WNI di Jepang

Sport | Rabu, 14 Oktober 2026 | 23:31 WIB

Demi Bisa Rusuh dan Serang Lawan! Kelompok Suporter Ini Selundupkan Petasan Pakai Kondom

Demi Bisa Rusuh dan Serang Lawan! Kelompok Suporter Ini Selundupkan Petasan Pakai Kondom

Bola | Rabu, 14 Oktober 2026 | 23:30 WIB

Gus Lilur Resmi Laporkan Dugaan Jual Beli Suara dan Suap di Muktamar NU ke KPK

Gus Lilur Resmi Laporkan Dugaan Jual Beli Suara dan Suap di Muktamar NU ke KPK

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Punya Kesamaan Kebutuhan Perawatan Kulit, Produk Kecantikan Indonesia Mulai Merambah Malaysia

Punya Kesamaan Kebutuhan Perawatan Kulit, Produk Kecantikan Indonesia Mulai Merambah Malaysia

Lifestyle | Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:45 WIB

Synchronize Fest 2026 Hadirkan Maliq & DEssentials hingga Project Pop, Catat Tanggalnya

Synchronize Fest 2026 Hadirkan Maliq & DEssentials hingga Project Pop, Catat Tanggalnya

Entertainment | Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:21 WIB

Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Minta Semua Dakwaan Dibatalkan, Ingin Langsung Bebas

Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Minta Semua Dakwaan Dibatalkan, Ingin Langsung Bebas

Video | Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:10 WIB

Kendal Tornado FC Waspadai Agresivitas Persiba, Peluang Puncak Bukan Prioritas

Kendal Tornado FC Waspadai Agresivitas Persiba, Peluang Puncak Bukan Prioritas

Jawa Tengah | Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:05 WIB

Polres Cianjur Selidiki Temuan Mayat Perempuan Tanpa Identitas di Tanggeung

Polres Cianjur Selidiki Temuan Mayat Perempuan Tanpa Identitas di Tanggeung

Jabar | Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:00 WIB

Tolak Parliamentary Threshold, Masyumi Segera Sampaikan Usulan ke DPR

Tolak Parliamentary Threshold, Masyumi Segera Sampaikan Usulan ke DPR

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 21:58 WIB

KPK Amankan 14 Orang dalam OTT BNPB, Hanya Lima Ditetapkan Tersangka, Ada Apa?

KPK Amankan 14 Orang dalam OTT BNPB, Hanya Lima Ditetapkan Tersangka, Ada Apa?

Jatim | Rabu, 14 Oktober 2026 | 21:56 WIB

×