Junk Food Bisa Pengaruhi Tingkat Kematian akibat Covid-19, Mengapa?

Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni | Suara.com

Kamis, 11 Juni 2020 | 16:17 WIB
Junk Food Bisa Pengaruhi Tingkat Kematian akibat Covid-19, Mengapa?
Ilustrasi junk food. (shutterstock)

Suara.com - Rantai makanan adalah salah satu yang berperan dalam tingkat keparahan pandemi virus corona Covid-19. Terutama makanan tidak sehat, seperti junk food yang bisa menyebabkan obesitas.

Para ahli kesehatan pun telah menyarankan pembatasan promosi makanan tidak sehat selama pandemi virus corona Covid-19 sekarang ini.

Berbagai penelitian telah mengungkapkan bahwa orang yang mengalami obesitas lebih berisiko meninggal akibat virus corona Covid-19.

Sementara, para ahli lainnya telah mempertimbangkan operasi penurunan berat badan sebagai solusi untuk orang-orang yang mengalami obesitas. Langkah ini sekaligus solusi dalam menekan risiko yang dimiliki orang obesitas.

Graham MacGregor, seorang profesor kedokteran kardiovaskular di Barts and The London Hospital melalui British Medical Journal, mengatakan pembatasan sosial bisa mengurangi angka kematian akibat Covid-19.

Ilustrasi junk food. (shutterstock)
Ilustrasi junk food. (shutterstock)

"Masalah ini tidak seperti faktor risiko lainnya, seperti usia, jenis kelamin dan etnis. Obesitas adalah faktor risiko yang bisa dimodifikasi. Karena itu, pemerintah di seluruh dunia perlu mendorong masyarakatnya mengonsumsi makanan sehat dan membatasi promosi makanan tidak sehat," jelas Graham MacGregor dikutip dari The Sun.

Menurut Graham MacGregor, konsumsi makanan sehat dan membatasi promosi makanan tak sehat bisa membantu mengurangi angka kematian akibat virus corona Covid-19 serta penyakit lainnya.

Para peneliti juga mencatat bahwa 78 persen dari kasus infeksi virus corona Covid-19 yang tercatat di Inggris terdiri dari orang-orang dengan masalah obesitas atau kelebihan berat badan.

Sementara itu, sebanyak 62 persen kasus kematian di rumah sakit juga berasal dari orang yang kelebihan berat badan atau obesitas.

Di sisi lain, obesitas bisa menyebabkan sejumlah kondisi serius lainnya seperti tekanan darah tinggi, diabetes tipe 2, penyakit jantung, stroke dan kanker.

Saat wabah virus corona menyebar di Inggris pada bulan Maret 2020, banyak orang panik menghadapi masa isolasi mandiri dengan membeli bahan-bahan makanan di supermarket.

Kondisi ini tentunya membuat banyak orang lebih sering mengonsumsi makanan kemasan, dibandingkan makanan segar. Sedangkan makanan yang awet biasanya mengandung banyak garam, gula dan lemak jenuh.

"Mengurangi asupan garam, gula dan lemak jenuh bisa membawa manfaat yang lebih besar. Langkah ini juga bisa membantu mencegah obesitas," jelas penulis studi tersebut.

Federasi Makanan dan Minuman (FDF) mengatakan pandangan Prof MacGregor tentang industri makanan sudah dikenal luas. Chief operating officier Tim Rycoft pun menyalahkan industri makanan tak sehat itu telah memengaruhi tingkat kematian Covid-19.

Karena, makanan tak sehat seperti itu bisa menyebabkan obesitas yang bisa meningkatkan risiko kematian seseorang akibat Covid-19.

"Kami percaya pendekatan gaya hidup secara keseluruhan paling efektif dalam mengatasi dan mencegah obesitas. Orang perlu fokus pada diet seimbang dan tetap aktif secara fisik," jelasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Waspada Bibir Membiru, Bisa Jadi Gejala Virus Corona Covid-19!

Waspada Bibir Membiru, Bisa Jadi Gejala Virus Corona Covid-19!

Health | Kamis, 11 Juni 2020 | 15:51 WIB

Pernah Alami Rambut Rontok? Hati-Hati Risiko Gejala Virus Corona yang Parah

Pernah Alami Rambut Rontok? Hati-Hati Risiko Gejala Virus Corona yang Parah

Health | Kamis, 11 Juni 2020 | 14:59 WIB

Gejala Penyakit Lyme dan Virus Corona Covid-19 Bisa Mirip, Kenali Bedanya!

Gejala Penyakit Lyme dan Virus Corona Covid-19 Bisa Mirip, Kenali Bedanya!

Health | Kamis, 11 Juni 2020 | 14:26 WIB

Terkini

Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien

Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 23:08 WIB

Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia

Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 12:18 WIB

Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif

Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 10:40 WIB

Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19

Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 06:58 WIB

Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?

Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:59 WIB

Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai

Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:39 WIB

Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien

Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 11:30 WIB

Merasa Sehat Bisa Menipu, Cerita Iwet Ramadhan dan Dave Hendrik Jadi Peringatan Bahaya Hipertensi

Merasa Sehat Bisa Menipu, Cerita Iwet Ramadhan dan Dave Hendrik Jadi Peringatan Bahaya Hipertensi

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 09:30 WIB

Robekan Aorta Tingkatkan Risiko Kematian Tiap Jam, Layanan Terpadu Jadi Kunci Penyelamatan

Robekan Aorta Tingkatkan Risiko Kematian Tiap Jam, Layanan Terpadu Jadi Kunci Penyelamatan

Health | Jum'at, 22 Mei 2026 | 13:11 WIB

Heboh Wanita Bekasi Tunjukkan Wajah Khas Gagal Ginjal, Waspadai Ciri-cirinya!

Heboh Wanita Bekasi Tunjukkan Wajah Khas Gagal Ginjal, Waspadai Ciri-cirinya!

Health | Jum'at, 22 Mei 2026 | 11:27 WIB