Hati-Hati, Perut Kembung Bisa Jadi Tanda Penyakit Autoimun!

Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni | Suara.com

Jum'at, 12 Juni 2020 | 14:15 WIB
Hati-Hati, Perut Kembung Bisa Jadi Tanda Penyakit Autoimun!
perut kembung (shutterstock)

Suara.com - Perut kembung bisa disebabkan oleh makanan yang mengandung gas. Kondisi ini biasanya tidak terlalu serius, tapi perut kembung juga bisa berhubungan dengan penyakit autoimun.

Gejala umum penyakit autoimun bisa berkisar dari ringan hingga berat. Seseorang yang menderita autoimun bisa mengalami gejala perut kembung, diare, mual, sembelit dan kelelahan.

Penyakit autoimun pun ada banyak jenisnya, salah satunya penyakit seliaka (Coeliac/Celiac Disease). Penyakit seliaka ini terjadi ketika sistem kekebalan tubuh menyerang jaringannya sendiri akibat mengonsumsi gluten.

Gluten adalah keluarga protein yang ditemukan dalam biji-bijian, seperti gandum hitam dan putih. Dilansir dari Express, gluten terbuat dari glutenin dan gliadin ketika dicampur air, gluten yang membentuk pasta lengket.

Orang yang menderita penyakit seliaka ini sakit akibat serangan dari sistem kekebalan tubuhnya sendiri ketika makan gluten.

Ilustrasi sakit perut, perut kembung, kram perut, maag. (Shutterstock)
Ilustrasi sakit perut, perut kembung, kram perut, maag. (Shutterstock)

Hal itu bisa menyebabkan kerusakan pada lapisan usus dan menyebabkan malabsorpsi nutrisi dari makanan. Pada akhirnya, penyakit seliakan bisa menyebabkan penderita alergi atau intoleransi makanan.

Selain itu, penyakit seliakan juga bissa menyebabkan borok mulut dan penurunan berat badan yang tak terduga. Satu-satunya pengobatan untuk penyakit seliakan adalah diet bebas gluten.

Menurut NHS, daging, sayuran, keju, kentang dan nasi adalah makanan yang bebas dari gluten. Sementara makanan yang harus dihindari penderita termasuk roti, pasta, sereal, biskuit dan kue kering, kecuali berlabel bebas gluten.

Penderita penyakit seliaka juga harus menghindari konsumsi pai, gravies dan saus serta periksa bahan-bahan pada makanan olahan.

Kandungan aditif seperti penyedap malt dan makanan tepung mungkin juga mengandung gluten, biasanya ada dalam makanan siap saji.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mengganti Susu Sapi dengan Kambing Bisa Kurangi Risiko Kembung

Mengganti Susu Sapi dengan Kambing Bisa Kurangi Risiko Kembung

Health | Rabu, 10 Juni 2020 | 12:28 WIB

Jangan Sepelekan, Perut Kembung Bisa Jadi Tanda Masalah Kesehatan Serius

Jangan Sepelekan, Perut Kembung Bisa Jadi Tanda Masalah Kesehatan Serius

Health | Minggu, 07 Juni 2020 | 15:01 WIB

Cegah Perut Kembung, Berapa Kali Orang Harus Minum Air dalam Sehari?

Cegah Perut Kembung, Berapa Kali Orang Harus Minum Air dalam Sehari?

Health | Kamis, 04 Juni 2020 | 13:34 WIB

Terkini

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Apakah Alat Traksi Leher Aman? Ini Penjelasan Medis dan Cara Menggunakannya

Apakah Alat Traksi Leher Aman? Ini Penjelasan Medis dan Cara Menggunakannya

Health | Rabu, 01 April 2026 | 10:55 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB