Orangtua Harus Tahu, Ini Cara Menangani Luka Bakar Pada Anak

Vania Rossa | Lilis Varwati | Suara.com

Jum'at, 12 Juni 2020 | 19:29 WIB
Orangtua Harus Tahu, Ini Cara Menangani Luka Bakar Pada Anak
Ilustrasi luka bakar. (Shutterstock)

Suara.com - Terkena korek api, air panas, atau permukaan panas lainnya, bisa menimbulkan luka bakar pada anak. Meski luka bakar hanya berukuran seujung jari, jangan pernah menyepelekan luka bakar yang dialami anak.

Luka bakar pada anak, meski sekecil apapun, sebaiknya segera dibawa ke klinik atau ke dokter. Menurut dokter spesialis anak Dr. Yogi Prawira, Sp.A (K), anak bisa mengalami stres jika mengalami luka bakar sekecil apa pun.

"Ada beberapa orangtua kalau proporsi luka bakar kecil, maka itu (dianggap) masalah kecil, nggak perlu dibawa ke rumah sakit. Apakah benar? Luka bakar, bahkan kurang dari 25 persen luas tubuh, itu tetap akan membuat nyeri, membuat anak stres," kata Yogi dalam webinar IDAI, Jumat (12/6/2020).

Risiko paling bahaya jika luka bakar tidak ditangani dengan baik, karena bisa mengakibatkan infeksi sekunder atau infeksi lanjutan yang tidak berkaitan dengan penyakit sebelumnya. Hal itu disebabkan karena fungsi kulit yang seharusnya melindungi organ dalam tidak berfungsi maksimal.

"Kulit mengalami luka bakar tidak ada barrier lagi. Maka infeksi bisa masuk ke aliran darah, bisa menyebabkan masalah. Kalau infeksi berat, bisa menyebabkan penyakit lain atau minimal bisa menganggu penyembuhan luka dan akan membuat barrier image saat anak sudah sadar dengan penampilannya. Jadi jangan meremehkan luka bakar," tuturnya.

Yogi menyarankan, luka bakar sebaiknya segera ditangani oleh petugas medis untuk mengurangi risiko infeksi. Sebagai pertolongan pertama di rumah, orangtua cukup membersihkan luka bakar dengan air mengalir. Kemudian tutup dengan kain bersih atau kassa streril, lalu cari pertolongan medis.

"Jangan kasih odol, jangan kasih salep, jangan kasih cairan lain," ujarnya.

Menurut Yogi, dua pertiga anak-anak usia di bawah lima tahun mengalami luka bakar di rumah karena tersiram air panas. Selain itu, luka bakar pada anak juga bisa disebabkan karena menyentuh benda panas, seperti setrika, alat pelurus rambut, atau pun kompor.

"Pastikan anak ada di tempat aman, jauh dari air panas. Kemudian (hindari) kontak dengan benda panas. Setrikaan, kalau bisa meja setrika agak tinggi," sarannya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Botol Tanning Meledak, Tubuh Model Ini Alami Luka Bakar!

Botol Tanning Meledak, Tubuh Model Ini Alami Luka Bakar!

Lifestyle | Minggu, 17 Mei 2020 | 12:50 WIB

Jarang Terjadi, Bocah 10 Tahun Alami Luka Bakar Kulit Usai Keramas

Jarang Terjadi, Bocah 10 Tahun Alami Luka Bakar Kulit Usai Keramas

Health | Rabu, 12 Februari 2020 | 17:00 WIB

Renang di Kolam Pemandian Umum, Tubuh Bocah Ini Muncul Ruam dan Gatal!

Renang di Kolam Pemandian Umum, Tubuh Bocah Ini Muncul Ruam dan Gatal!

Health | Selasa, 03 Desember 2019 | 18:37 WIB

Terkini

Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien

Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 23:08 WIB

Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia

Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 12:18 WIB

Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif

Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 10:40 WIB

Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19

Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 06:58 WIB

Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?

Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:59 WIB

Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai

Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:39 WIB

Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien

Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 11:30 WIB

Merasa Sehat Bisa Menipu, Cerita Iwet Ramadhan dan Dave Hendrik Jadi Peringatan Bahaya Hipertensi

Merasa Sehat Bisa Menipu, Cerita Iwet Ramadhan dan Dave Hendrik Jadi Peringatan Bahaya Hipertensi

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 09:30 WIB

Robekan Aorta Tingkatkan Risiko Kematian Tiap Jam, Layanan Terpadu Jadi Kunci Penyelamatan

Robekan Aorta Tingkatkan Risiko Kematian Tiap Jam, Layanan Terpadu Jadi Kunci Penyelamatan

Health | Jum'at, 22 Mei 2026 | 13:11 WIB

Heboh Wanita Bekasi Tunjukkan Wajah Khas Gagal Ginjal, Waspadai Ciri-cirinya!

Heboh Wanita Bekasi Tunjukkan Wajah Khas Gagal Ginjal, Waspadai Ciri-cirinya!

Health | Jum'at, 22 Mei 2026 | 11:27 WIB