Orangtua, Ini Cara Menghitung Asupan Air Untuk Anak dalam Sehari

Risna Halidi | Dini Afrianti Efendi | Suara.com

Sabtu, 13 Juni 2020 | 09:50 WIB
Orangtua, Ini Cara Menghitung Asupan Air Untuk Anak dalam Sehari
Ilustrasi. (Sumber: Shutterstock)

Suara.com - Orangtua perlu tahu jika kebutuhan air untuk anak dan orang dewasa sangat berbeda. Kandungan air dalam tubuh orang dewasa sebanyak 60 persen, sedangkan anak sebanyak 70 persen hingga 75 persen. Di sisi lain, kandungan air pada bayi terdiri dari 80 persen.

Itulah mengapa, kata Dokter Spesialis Anak Dr. dr. Ariani Dewi Widodo, Sp.A(K), masalah dehidrasi pada anak bisa berbahaya dan bisa memengaruhi metabolisme pertumbuhan anak.

"Air bertindak sebagai pelarut larut zat dan komponen yang kita konsumsi. kalau dehidrasi bisa alami demam, air bisa membantu proses pencernaan, nggak mungkin makanan dicerna kering-kering, air juga mengatur meta basa dalam tubuh sehingga metabolisme berjalan dengan lancar," jelas Dr. dr. Ariani Dewi Widodo, Sp.A(K) dalam diskusi Expert Class Johnson's Baby, Jumat (12/6/2020).

Lalu berapa banyak asupan air yang dibutuhkan anak dalam sehari? Apakah sama banyak dengan orang dewasa? 

Dr. Ariani mengatakan untuk menghitung secara pasti kebutuhan air anak bisa dihitung berdasarkan berat badan anak, dengan rumus 100 mililiter per kilogram berat badan anak.

Sehingga jika berat anak 7 kilogram, dikali 100, maka ia butuh 700 mililiter per hari dalam kondisi normal.

Nah, apabila berat badan anak lebih dari 10 kilogram, maka 10 kilogram pertama sesuai dengan hitungan sebelumnya. Selanjutnya kilogram dikalikan dengan 50 mililiter.

Seperti contoh berat anak 12 kilogram maka 10 dikalikan 100 mililiter, jumlahnya 1000 mililiter. Selanjutnya hasil ditambah, 2 dikalikan 50 mililiter, jumlahnya 100 mililiter. Sehingga kebutuhan air anak 12 kilogram sebanyak 1100 mililiter sehari.

Jika terkesan rumit, Ariani punya jawaban yang lebih sederhana. "Kurang lebih anak usia 2 sampai 3 tahun itu memerlukan 1300 mililiter air per harinya. Itu adalah kebutuhan dasar (dasar dalam keadaan anak normal)," jelasnya.

Akan tetapi kebutuhan air anak bisa ditambah apabila si anak dalam kondisi tertentu seperti diare, muntah, hingga kehilangan banyak keringat usai bermain atau melakukan olahraga yang menguras cairan tubuh.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Orangtua Wajib Tahu! Tanda Anak Mengalami Luka di Dalam Kepala

Orangtua Wajib Tahu! Tanda Anak Mengalami Luka di Dalam Kepala

Health | Jum'at, 12 Juni 2020 | 19:06 WIB

Waspada Infeksi Virus Corona Covid-19, Cek Warna Urine!

Waspada Infeksi Virus Corona Covid-19, Cek Warna Urine!

Health | Jum'at, 12 Juni 2020 | 15:22 WIB

Takut Anak Dehidrasi? Cek Warna Urinenya

Takut Anak Dehidrasi? Cek Warna Urinenya

Health | Jum'at, 12 Juni 2020 | 13:42 WIB

Terkini

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Apakah Alat Traksi Leher Aman? Ini Penjelasan Medis dan Cara Menggunakannya

Apakah Alat Traksi Leher Aman? Ini Penjelasan Medis dan Cara Menggunakannya

Health | Rabu, 01 April 2026 | 10:55 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB