Pandemi Virus Corona Mengancam Peningkatan Kanker Serviks

Angga Roni Priambodo, Fita Nofiana

Senin, 15 Juni 2020 | 20:07 WIB
Pandemi Virus Corona Mengancam Peningkatan Kanker Serviks
Ilustrasi kanker serviks. (Sumber: Shutterstock)

Suara.com - Pandemi virus corona bisa meningkatkan risiko kanker serviks. Hal tersebut disebabkan karena efek minimnya tes smear atau skrining kanker serviks yang seharusnya dilakakan oleh perempuan.

Dilansir dari The Sun, penelitian baru Jo's Cervical Cancer Trust memperkirakan satu juta perempuan di seluruh Inggris tidak bisa mendapatkan janji tes darah sejak pandemi.

Program tes untuk kesehatan perempuan itu juga telah dihentikan sementara di Skotlandia, Wales, dan Irlandia Utara. Sementara di Inggris banyak praktik dokter umum telah menghentikan atau mengurangi jumlah janji temu.

Jo's Cervical Cancer Trust mengatakan saluran bantuannya telah melihat tingkat kecemasan dan kebingungan yang meningkat pada skrining kanker serviks sejak pandemi dimulai.

Lebih dari sepertiga perempuan mengatakan mereka tidak yakin pergi ke dokter umum untuk melakukan skrining kanker serviks.

“Skrining kanker serviks tidak mudah dilakukan ditambah kita harus berusaha mencegah virus corona yang membuatnya semakin sulit. Kami ingin setiap wanita memiliki informasi dan dukungan yang mereka butuhkan agar dapat membuat keputusan tentang kesehatan mereka," kata Robert Music, kepala eksekutif di Jo's Cervical Cancer Trust.

"Ini termasuk memahami tindakan yang dilakukan dokter umum untuk menjaga pasien tetap aman," tambahya.

Kanker serviks sendiri adalah salah satu bentuk penyakit yang lebih mematikan jika tidak diobati.

Apabila terdeteksi di tahap awal, Anda mungkin punya peluang tinggi untuk selamat. Tetapi didiagnosis pada stadium 4, maka hanya memiliki peluang 5 persen untuk bertahan hidup lima tahun atau lebih.

"Itulah mengapa sangat penting bagi Anda untuk mengetahui perubahan apa yang harus diwaspadai dan diuji secepatnya," kata pihak Jo's Cervical Cancer Trust.

Menurut Jo's Cervical Cancer Trust, ada sekitar 3.000 perempuan didiagnosis menderita kanker serviks setiap tahun di Inggris.

Ilustrasi serviks [Shutterstock].
Ilustrasi serviks [Shutterstock].

Selama dekade terakhir, sepertiga perempuan di Inggris mempertaruhkan hidup mereka karena melewatkan tes smear mereka.

Jo's Trust meluncurkan kampenye #CheersForSmears, sebuah kampanye yang bertujuan untuk memastikan para perempuan melakukan tes smear.

Jumlah yang diperkirakan akan meningkat sekitar 40 persen dalam 20 tahun dan satu dari tiga perempuan bisa meninggal karenanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Duh, Pandemi Covid-19 Pengaruhi Jumlah Lowongan Pekerjaan di Singapura

Duh, Pandemi Covid-19 Pengaruhi Jumlah Lowongan Pekerjaan di Singapura

Lifestyle | Senin, 15 Juni 2020 | 15:48 WIB

Cegah Komplikasi Saat Pandemi, Ini 3 Rekomendasi Vaksin untuk Lansia

Cegah Komplikasi Saat Pandemi, Ini 3 Rekomendasi Vaksin untuk Lansia

Health | Sabtu, 13 Juni 2020 | 17:05 WIB

Pandemi Covid-19 Bikin Anak Jadi Pemarah, Kenapa?

Pandemi Covid-19 Bikin Anak Jadi Pemarah, Kenapa?

Health | Jum'at, 12 Juni 2020 | 20:13 WIB

Terkini

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 21:33 WIB

Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem

Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 11:18 WIB

Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 23:06 WIB

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 17:41 WIB

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 11:27 WIB

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 09:44 WIB

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 11:09 WIB

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 09:22 WIB

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Health | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:23 WIB

Mengapa Lupus Lebih Banyak Menyerang Wanita?

Mengapa Lupus Lebih Banyak Menyerang Wanita?

Health | Selasa, 26 Mei 2026 | 15:00 WIB