alexametrics
Cek Fakta

Cek Fakta adalah bagian dari produk jurnalistik yang dikerjakan khusus oleh tim redaksi Suara.com dengan metode tersendiri. Selangkapnya di sini

Minum Kopi Pakai Gula Merah Lebih Baik dari Gula Putih, Mitos atau Fakta?

M. Reza Sulaiman | Dini Afrianti Efendi
Minum Kopi Pakai Gula Merah Lebih Baik dari Gula Putih, Mitos atau Fakta?
Ilustrasi kopi dengan gula merah. (Shutterstock)

Minum kopi pakai gula merah disebut lebih menyehatkan daripada dengan gula putih. Mitos atau fakta ya?

Suara.com - Minum kopi dengan gula merah atau brown sugar disebut lebih menyehatkan daripada gula putih. Mitos atau fakta ya?

Menjawab pertanyaan ini, Nutrition and Wellness Consultant Nutrifood Moch. Aldis Ruslialdi, SKm, CNWC, menyebut anggapan itu hanyalah mitos belaka.

"Jawabannya mitos kalau ngomongin lebih sehat mana," ujar Aldis dalam acara Nutrifood, Selasa (16/5/2020).

Bahasan perbandingan sehat kata Aldis dalam hal sindrom metabolik, di mana terjadinya sekelompok gangguan kesehatan secara bersamaan. Ini karena jenis gula yang ada pada gula merah, gula putih dan gula batu sama, sehingga sama-sama berisiko diabetes.

Baca Juga: Sering Masturbasi Bikin Penis Mengecil? Mitos atau Fakta

"Sehat di sini metabolik sindrom, impact (akibat) secara ilmiah gula darah berisiko diabetes," ungkapnya.

Gula merah, putih maupun kalori punya jumlah yang sama sama tingginya, menurut data dari USDA perbandingan kalori yang ada di beragam gula per satu sendok teh, gula pasir 16 kalori, gula batu 25 kalori, gula cokelat 15 kalori, gula halus 10 kalori, icing sugar 10 kalori, dan gula palma atau gula jawa 10 kalori.

Ilustrasi gula merah. (Pixabay/GabiSanda)
Ilustrasi gula merah. (Pixabay/GabiSanda)

"Yang bikin berbahaya asupan kalori tinggi, kalau di lihat disini impact kalorinya sama jadi nggak ada beda," terang Aldis.

Sehingga kata dia, dari pada dipusingkan dengan pemilihan gula, solusi terbaiknya ialah membatasi asupan gula maksimal 50 gram atau setara 4 sendok makan gula per hari.

"Semua jenis gula yang dianggap lebih baik ternyata mengandung kalori yang hampir serupa, sehingga tetap saja berbahaya bila dikonsumsi berlebihan, sama-sama dapat meningkatkan gula darah dengan cepat," tutup Aldis.

Baca Juga: Susu Kedelai Bikin Anak Laki-Laki Jadi Feminin, Mitos atau Fakta?

Catatan Redaksi:
Artikel ini merupakan bagian dari konten Cek Fakta Suara.com. Dibuat seakurat mungkin dengan sumber sejelas mungkin, namun tidak mesti menjadi rujukan kebenaran yang sesungguhnya (karena masih ada potensi salah informasi). Lebih lengkap mengenai konten Cek Fakta bisa dibaca di laman ini. Pembaca (publik) juga dipersilakan memberi komentar/kritik, baik melalui kolom komentar di setiap konten terkait, mengontak Redaksi Suara.com, atau menyampaikan isu/klaim yang butuh diverifikasi atau diperiksa faktanya melalui email cekfakta@suara.com.

Komentar