Ilmuwan Inggris Berencana Uji Coba Vaksin Covid-19 Kepada Manusia

Risna Halidi Suara.Com
Selasa, 16 Juni 2020 | 17:04 WIB
Ilmuwan Inggris Berencana Uji Coba Vaksin Covid-19 Kepada Manusia
Ilustrasi vaksin Covid-19. [Shutterstock]

Suara.com - Sejumlah ilmuwan dari Imperial College London, Inggris, pada oekan ini akan memulai uji klinis pertama vaksin yang diyakini berpotensi mencegah infeksi Covid-19.

Uji coba itu didukung bantuan dana lebih dari 45 juta poundsterling (sekitar Rp790,4 miliar) dari Pemerintah Inggris dan sejumlah donor.

Imperial College London menyebut langkah tersebut merupakan uji coba pertama yang dilakukan ke manusia dengan memakai teknologi baru.

Mereka yakin teknologi tersebut dapat mengubah pengembangan vaksin karena memungkinkan pembuatan dan pengembangan yang lebih cepat saat penyakit menular seperti Covid-19 mulai mewabah.

Covid-19 merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh virus corona jenis baru (SARS-CoV-2).

Ketua peneliti sekaligus pengajar di departemen penyakit menular Imperial College, Robin Shattock, mengatakan vaksin potensial yang mereka kembangkan itu menggunakan komponen sintetik dari bahan genetik virus tersebut, RNA, yang dibungkus dalam tetesan kecil cairan lemak.

Vaksin-vaksin lain pada umumnya dibuat dengan menggunakan salah satu atau beberapa bagian virus.

Dalam tahap uji klinis itu, 300 relawan yang sehat akan disuntik dua dosis vaksin guna mengetahui keamanan dan kemanjuran vaksin dalam mencegah Covid-19.

Jika hasilnya menjanjikan, uji coba skala lebih besar akan dilakukan dengan melibatkan lebih dari 6.000 orang pada akhir tahun ini.

Baca Juga: Berita Baik, Vaksin Covid-19 Denmark Siap Diuji ke Manusia 6 Bulan Lagi

Lebih dari 100 vaksin potensial saat ini tengah dikembangkan banyak ilmuwan di seluruh dunia.

Beberapa vaksin yang telah masuk uji coba manusia dikembangkan oleh perusahaan farmasi dan bioteknologi, di antaranya AstraZeneca, PfiZer, BioNtech, Johnson & Johnson, Merck, Moderna, Sanofi, dan CanSino Biologics.

Imperial College mengadakan uji coba vaksin setelah tim peneliti memenangi sayembara sebanyak 41 juta poundsterling (sekitar Rp573,57 miliar) dari pemerintah Inggris dan lima juta poundsterling (sekitar Rp69,9 miliar) dari para donor.

Menteri Bisnis, Industri, dan Energi Inggris Alok Sharma mengatakan Imperial merupakan "salah satu garda depan dunia" dalam penanggulangan Covid-19 dan pemerintah mendukung sepenuhnya upaya universitas tersebut untuk mengembangkan vaksin. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Ekstrovert, Introvert, Ambivert, atau Otrovert?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Cocok Kamu Jadi Orang Kaya? Tebak Logo Merek Branded Ini
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: iPhone Seri Berapa yang Layak Dibeli Sesuai Gajimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Kamu Gabung Kabinet, Cocoknya Jadi Menteri Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Masuk ke Dunia Disney Tanpa Google, Bisakah Selamat?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI