Bahaya! Jangan Pakai Hair Dryer di Hidung untuk Cegah Virus Corona Covid-19

Risna Halidi | Frieda Isyana Putri | Suara.com

Kamis, 18 Juni 2020 | 17:33 WIB
Bahaya! Jangan Pakai Hair Dryer di Hidung untuk Cegah Virus Corona Covid-19
Ilustrasi perempuan memakai pengering rambut (Pixabay)

Suara.com - Beberapa waktu lalu, seorang politisi di Florida, Amerika Serikat mengklaim saat meniupkan pengering rambut atau hair dryer ke lubang hidung dapat membunuh virus corona penyebab sakit Covid-19.

Sontak klaim nyentrik itu menjadi heboh dan membuat politisi tersebut harus meminta maaf kepada publik dan mengungkapkan bahwa rekan-rekannya juga merasa malu atas perbuatannya.

Menanggapi hal tersebut, Dr. dr. Retno S. Wardani, SpTHT-KL(K), spesialis telinga hidung tenggorokan Divisi Rinologi, Departemen THT-KL FKUI RSCM, mengatakan bahwa tindakan tersebut bisa berbahaya.

"Hidungnya dipanasin pakai pengering rambut. Padahal kita tahu hidung itu selaput lendirnya harus terjaga suhu dan kelembapannya," jelasnya kepada Suara.com, Kamis (18/6/2020).

Menurut dr Danni, sapaannya, tindakan tersebut tidak akan bisa membunuh virus apapun. Selain itu, ia juga menyebut bahwa dari 10-15 ribu liter udara yang kita hirup pasti mengandung virus corona.

"Mau disaring seberapa tebal masker kita pun, pasti akan ada virus corona yang akan lewat. (Pakai pengering rambut) Bukannya virusnya mati malah selaput lendirnya yang berfungsi sebagai ketahanan malah mati," lanjutnya.

Dalam kesempatan yang sama, dr Natasha Supartono, SpTHT-KL menambahkan, tubuh kita sudah diciptakan sedemikian sempurna dan memiliki sistem ketahanan tubuh yang sebenarnya tidak bisa diremehkan.

Ia menganggap seringkali orang-orang meremehkan ketahanan tubuh sendiri, terutama di kala pandemi virus corona ini. Tak sedikit orang malah justru berlebihan, salah satunya seperti melakukan 'terapi hair dryer' tersebut.

"Sebenarnya tubuh kita punya sistem ketahanan yang bekerja sesuai fungsinya. Tindakan suportif bisa dilakukan dengan masuk akal, nggak terlalu berlebihan juga. Belakangan terlalu berlebihan aja sih tindakannya," pungkasnya.  

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jawa Timur Masih Sumbang Kasus Corona Terbanyak, Jakarta Nomor 2

Jawa Timur Masih Sumbang Kasus Corona Terbanyak, Jakarta Nomor 2

Jatim | Kamis, 18 Juni 2020 | 17:25 WIB

Enam Poin yang Wajib Anda Tahu Jika Ingin Olahraga di GBK

Enam Poin yang Wajib Anda Tahu Jika Ingin Olahraga di GBK

Sport | Kamis, 18 Juni 2020 | 17:20 WIB

Virus Corona di Indonesia Berbeda dengan Wuhan, Tapi Tak Selalu Lebih Ganas

Virus Corona di Indonesia Berbeda dengan Wuhan, Tapi Tak Selalu Lebih Ganas

Health | Kamis, 18 Juni 2020 | 17:05 WIB

Terkini

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB