Inggris Uji Coba Tes Air Liur Virus Corona Tanpa Swab

Bimo Aria Fundrika | Suara.com

Selasa, 23 Juni 2020 | 06:50 WIB
Inggris Uji Coba Tes Air Liur Virus Corona Tanpa Swab
Ilustrasi tes swab virus corona atau Covid-19 [ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha]

Suara.com - Metode swab air liur selama ini diketahui menjadi salah satu pengujian virus corona atau Covid-19 yang cukup akurat.

Baru-baru ini, Pemerintah Inggris melakukan terobosan dengan menguji coba tes air liur tanpa swab. Cara ini dinilai lebih sederhana dan cepat untuk mendeteksi penyebaran virus, kata pemerintah Inggris, Senin.

Sebuah teknik berbeda itu disebut sebagai RT-Lamp, dan digunakan dalam percobaan tes liur yang menurut pemerintah terbukti sangat menjanjikan.

Program percontohan itu akan melibatkan validasi lebih jauh terkait teknik RT-Lamp terhadap usap PCR.

Petugas medis mengambil sampel lendir dari penumpang KRL saat tes swab Corona COVID-19 di Stasiun Bojong Gede, Bogor, Jawa Barat, Senin (11/5/2020).  [ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya]
Ilustrasi tes swab air liur virus corona atau Covid-19. (11/5/2020). [ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya]

"Pengujian air liur berpotensi mempermudah orang-orang untuk melakukan tes virus corona di rumah, tanpa harus menggunakan swabs," kata Menteri Kesehatan Matt Hancock seperti dilansir dari Antara, Senin, (22/6/2020)/

Ia mengatakan, uji coba ini juga akan membantu kita mengetahui apakah pengujian rutin di rumah dapat menemukan kasus virus lebih awal.

Dijelaskan bahwa tes tersebut tidak menggunakan metode polymerase chain reaction (PCR) standar.

Hal tersebut menurut ahli dapat meloloskan kasus, akibat kesalahan dalam pengambilan sampel dari belakang tenggorokan menggunakan alat nasopharyngeal swab.

Dilaporlan bahwa lebih dari 14.000 dokter dan pekerja medis, selain pekerja esensial dan staf universitas dan rumah tangga mereka di kota Southampton akan berpartisipasi dalam percobaan yang menggunakan tes yang dikembangkan oleh perusahaan Inggris Optigene.

Selama ini tes usap atau swab dinilai tidak nyaman. Lewat tes terbaru ini partisipan akan memasukkan sampel liur ke dalam wadah. Hasil tes akan diterima dalam 48 jam, kata pemerintah Inggris.

Program percontohan itu akan diadakan bersama oleh Universitas Southampton dan layanan kesehatan negara, dan jaringan pelayanan publik di Hampshire yang lebih luas.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Lacak Penyebaran Covid-19, Dinkes Bantul Siap Gelar Swab Test Massal Gratis

Lacak Penyebaran Covid-19, Dinkes Bantul Siap Gelar Swab Test Massal Gratis

Jogja | Sabtu, 20 Juni 2020 | 12:15 WIB

Gara-gara Pasien Tidak Jujur, 48 Nakes di RUSD Kartini Wajib Jalani Swab

Gara-gara Pasien Tidak Jujur, 48 Nakes di RUSD Kartini Wajib Jalani Swab

Jawa Tengah | Kamis, 04 Juni 2020 | 23:30 WIB

Anies Janji Bangun Lab Swab Kapasitas Ribuan, Publik: Masa Sih?

Anies Janji Bangun Lab Swab Kapasitas Ribuan, Publik: Masa Sih?

News | Senin, 11 Mei 2020 | 13:21 WIB

Terkini

BPOM Catat 10 Kematian Akibat Campak, Akses Vaksin Inovatif Dikebut

BPOM Catat 10 Kematian Akibat Campak, Akses Vaksin Inovatif Dikebut

Health | Senin, 11 Mei 2026 | 12:19 WIB

15 Tanaman Penghambat Sel Kanker Menurut Penelitian, dari Kunyit hingga Daun Sirsak

15 Tanaman Penghambat Sel Kanker Menurut Penelitian, dari Kunyit hingga Daun Sirsak

Health | Senin, 11 Mei 2026 | 10:06 WIB

Dokter Penyakit Dalam Ingatkan Wabah Seperti Hantavirus Rentan pada Diabetes: Makanannya Gula!

Dokter Penyakit Dalam Ingatkan Wabah Seperti Hantavirus Rentan pada Diabetes: Makanannya Gula!

Health | Minggu, 10 Mei 2026 | 13:31 WIB

Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman

Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman

Health | Sabtu, 09 Mei 2026 | 14:56 WIB

Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?

Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 22:05 WIB

Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?

Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:29 WIB

Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial

Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:22 WIB

Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?

Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 11:49 WIB

Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak

Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:17 WIB

Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa

Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:01 WIB