Universitas Indonesia Ciptakan Ventilator Portable Untuk Pasien Covid-19

Vania Rossa | Lilis Varwati | Suara.com

Rabu, 24 Juni 2020 | 16:02 WIB
Universitas Indonesia Ciptakan Ventilator Portable Untuk Pasien Covid-19
Ventilator Portable Covent-20 Buatan Universitas Indonesia. (Screenshot YouTube)

Suara.com - Universitas Indonesia berhasil membuat lima ventilator portable untuk digunakan dalam pengobatan pasien Covid-19. Lima ventilator itu diberikan kepada Gugus Tugas Penanganan Covid-19 melalui Ketua BNPB Doni Munardo.

"Penyerahan ventilator ini adalah bukti dari kerja keras para peneliti dan inovator kita yang berhasil membuat lima ventilator yang didesain dan diproduksi di Indonesia dalam tempo tiga bulan terakhir," kata Menteri Riset dan Teknologi Bambang Brojonegoro dalam virtual konferensi pers melalui kanal YouTube BNPB Indonesia, Rabu (24/6/2020).

Ia menyampaikan bahwa lima ventilator itu sudah mendapat izin edar dari Kementerian Kesehatan untuk digunakan oleh rumah sakit. Saat ini, para peneliti masih melakukan uji klinis terhadap lima ventilator lainnya.

Menurut Bambang, penemuan itu cukup membanggakan lantaran merupakan yang pertama kalinya dilakukan di Indonesia. Selain itu, sebagian besar komponen bahan pembuatan mesin yang dinamakan Covent-20 itu berasal dari dalam negeri.

"Walaupun ada komponen import di dalam ventilator, tapi 70 persen komponen berasal dari Indonesia," ucapnya.

Meski begitu, Bambang menyampaikan saat ini pemerintah masih menunggu hasil karya dalam negeri untuk ventilator khusus ICU.

Spesifikasi Ventilator Portable Covent-20. (Screenshot YouTube)
Spesifikasi Ventilator Portable Covent-20. (Screenshot YouTube)

Pada kesempatan yang sama, Rektor Universitas Indonesia Prof. Ari Kuncoro mengatakan bahwa pembuatan ventilator itu ditargetkan hingga 300 mesin. Ia menambahkan bahwa pembuatan Covent-20 tersebut merupakan kinerja dua fakultas antara Fakultas Kedokteran dan Fakultas Teknik UI.

"Rencananya produksi akan mencapai 300 ventilator dan akan diberikan ke rumah sakit dengan basis donasi," ucapnya.

Ventilator itu diklaim termasuk dalam kelas risiko elektromedik non radiasi dan mampu memberitahu kadar tekanan gas oksigen yang dialami pasien.

"Covent-20 ini adalah suatu proses dari konsep, prototipe, pengujian klinis, sampai pada pengujian kelayakan produksi. Jadi dari hulu ke hilir. Ini proses menarik karena memang seharusnya universitas melakukan penelitian," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kabar Baik! Ventilator UI Siap Diproduksi Massal untuk Bantu Pasien Corona

Kabar Baik! Ventilator UI Siap Diproduksi Massal untuk Bantu Pasien Corona

News | Rabu, 24 Juni 2020 | 14:00 WIB

Keren, Ini 5 Jenis Ventilator untuk Pasien Covid-19 Buatan Indonesia

Keren, Ini 5 Jenis Ventilator untuk Pasien Covid-19 Buatan Indonesia

Video | Selasa, 23 Juni 2020 | 19:20 WIB

Ventilator Buatan Turki Bantu Penanganan Virus Corona di Brasil

Ventilator Buatan Turki Bantu Penanganan Virus Corona di Brasil

Health | Minggu, 21 Juni 2020 | 16:30 WIB

Terkini

Bukan Sekadar Sekolah, Anak Neurodivergent Butuh Dukungan Menyeluruh untuk Tumbuh

Bukan Sekadar Sekolah, Anak Neurodivergent Butuh Dukungan Menyeluruh untuk Tumbuh

Health | Rabu, 15 April 2026 | 19:14 WIB

Awas Logam Berat! Ini 7 Deretan Risiko Kesehatan Jika Mengonsumsi Ikan Sapu-Sapu

Awas Logam Berat! Ini 7 Deretan Risiko Kesehatan Jika Mengonsumsi Ikan Sapu-Sapu

Health | Rabu, 15 April 2026 | 15:33 WIB

Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa

Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa

Health | Selasa, 14 April 2026 | 09:26 WIB

Saat Screen Time Tak Bisa Dihindari, Ini Rekomendasi Tontonan Anak yang Aman dan Edukatif

Saat Screen Time Tak Bisa Dihindari, Ini Rekomendasi Tontonan Anak yang Aman dan Edukatif

Health | Selasa, 14 April 2026 | 08:37 WIB

Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak

Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak

Health | Senin, 13 April 2026 | 06:15 WIB

Bisa Remisi, Ini Cara Mengendalikan Diabetes Tanpa Bergantung Obat

Bisa Remisi, Ini Cara Mengendalikan Diabetes Tanpa Bergantung Obat

Health | Minggu, 12 April 2026 | 22:48 WIB

Sering Self-Diagnose? Hentikan Kebiasaan Berbahaya Ini dengan Panduan Cerdas Pilih Produk Kesehatan

Sering Self-Diagnose? Hentikan Kebiasaan Berbahaya Ini dengan Panduan Cerdas Pilih Produk Kesehatan

Health | Jum'at, 10 April 2026 | 20:29 WIB

Jangan Asal Pilih Material Bangunan! Ini Dampak Buruk Paparan Timbal Bagi Otak dan Kesehatan

Jangan Asal Pilih Material Bangunan! Ini Dampak Buruk Paparan Timbal Bagi Otak dan Kesehatan

Health | Jum'at, 10 April 2026 | 14:00 WIB

96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan

96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan

Health | Kamis, 09 April 2026 | 19:16 WIB

Aktivitas Bermain Menunjang Perkembangan Holistik dan Kreativitas Anak

Aktivitas Bermain Menunjang Perkembangan Holistik dan Kreativitas Anak

Health | Kamis, 09 April 2026 | 15:15 WIB