Kabar Baik, Kongo Timur Berhasil Menang Lawan Wabah Ebola Mematikan

Bimo Aria Fundrika

Jum'at, 26 Juni 2020 | 14:28 WIB
Kabar Baik, Kongo Timur Berhasil Menang Lawan Wabah Ebola Mematikan
Seorang pria di Kongo diberi vaksin anti Ebola oleh salah satu petugas medis. (AFP)

Suara.com - Kongo Timur telah secara resmi mengakhiri wabah Ebola paling mematikan kedua dalam sejarah, yang menewaskan 2.280 orang selama hampir dua tahun. 

Perjuangan mengakhiri wabah itu juga menjadi tantangan kesehatan besar yang masih dihadapi Kongo di tengah epidemi campak terbesar di dunia, meningkatnya ancaman Covid-19 dan wabah Ebola baru di utara.

"Kami sangat bangga bisa menang atas epidemi yang berlangsung begitu lama," kata Dr. Jean-Jacques Muyembe, yang mengoordinasi respon Ebola nasional dan timnya juga mengembangkan pengobatan baru untuk hemoragik yang sebelumnya tidak dapat disembuhkan. penyakit.

Pengumuman awalnya akan dilakukan pada April tetapi kasus lain muncul tiga hari sebelum deklarasi bebas Ebola yang telah direncanakan. 

Ilustrasi. (Shutterstock)
Ilustrasi penyakit ebola. (Shutterstock)

Epidemi, yang dimulai pada Agustus 2018, menghadirkan tantangan yang belum pernah terjadi sebelumnya untuk Organisasi Kesehatan Dunia, Kementerian Kesehatan Kongo dan kelompok-kelompok bantuan internasional. 
Ini karena peristiwa tersebut merupakan epidemi Ebola pertama di zona konflik.

Kelompok-kelompok bersenjata menghadapi risiko sedemikian rupa sehingga kadang-kadang vaksinasi hanya dapat dilakukan oleh tim-tim kecil yang tiba dengan helikopter.

Selain itu juga ada tantangan yang dialami petugas kesehatan lantaran masyarakat  sering marah dengan kehadiran orang luar dan jumlah uang yang dihabiskan untuk Ebola.

Beberapa curiga epidemi itu adalah skema politik, sebuah teori yang berkembang setelah Presiden Joseph Kabila membatalkan pemilihan nasional di daerah yang terkena dampak Ebola.

Hanya beberapa tahun sebelumnya, epidemi Ebola di Afrika Barat menewaskan lebih dari 11.000, karena pada saat itu tidak ada vaksin atau perawatan berlisensi. 
Pada saat wabah Kongo timur tidak ada satu tetapi dua vaksin eksperimental baru untuk menangkal penyakit yang membunuh sekitar setengah korbannya.

baca juga

Namun, setelah lebih dari seperempat abad konflik, ketidakpercayaan terhadap petugas kesehatan pemerintah dan orang luar lainnya sangat tinggi di Kongo timur. Banyak warga yang pada awalnya menolak vaksin, karena khawatir itu akan membahayakan mereka.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Studi: Wabah Ebola Baru di Kongo Kemungkinan Berasal dari Hewan

Studi: Wabah Ebola Baru di Kongo Kemungkinan Berasal dari Hewan

Health | Kamis, 11 Juni 2020 | 17:22 WIB

Infeksi Wabah Ebola Baru di Kongo Naik Jadi 12 Kasus, 6 Orang Meninggal

Infeksi Wabah Ebola Baru di Kongo Naik Jadi 12 Kasus, 6 Orang Meninggal

News | Selasa, 09 Juni 2020 | 12:04 WIB

Lagi, WHO Sebut 2 Warga Kongo Terinfeksi Ebola

Lagi, WHO Sebut 2 Warga Kongo Terinfeksi Ebola

Health | Kamis, 04 Juni 2020 | 13:23 WIB

Terkini

Stimulasi yang Tepat Jadi Kunci Mengembangkan Kecerdasan Multitalenta Anak Sejak Usia Dini

Stimulasi yang Tepat Jadi Kunci Mengembangkan Kecerdasan Multitalenta Anak Sejak Usia Dini

Health | Kamis, 09 Juli 2026 | 16:15 WIB

Jangan Cuma Mengejar Garis Finish, Atlet dan Pelari Perlu Lebih Peduli Kesehatan Sendi dan Tulang

Jangan Cuma Mengejar Garis Finish, Atlet dan Pelari Perlu Lebih Peduli Kesehatan Sendi dan Tulang

Health | Rabu, 08 Juli 2026 | 14:11 WIB

4R Pemulihan yang Wajib Dilakukan Setelah Olahraga, Rahasia Atlet Elite Kembali Prima

4R Pemulihan yang Wajib Dilakukan Setelah Olahraga, Rahasia Atlet Elite Kembali Prima

Health | Rabu, 08 Juli 2026 | 10:57 WIB

Jangan Terkecoh Label Inklusif, Ini 5 Cara Memilih Lingkungan Belajar yang Tepat untuk Anak

Jangan Terkecoh Label Inklusif, Ini 5 Cara Memilih Lingkungan Belajar yang Tepat untuk Anak

Health | Selasa, 07 Juli 2026 | 15:03 WIB

Mendorong Anak Down Syndrome Tumbuh Mandiri Lewat Terapi dan Pelatihan

Mendorong Anak Down Syndrome Tumbuh Mandiri Lewat Terapi dan Pelatihan

Health | Senin, 06 Juli 2026 | 16:40 WIB

Bukan Sekadar Ambil Rapor, Kehadiran Ayah Ternyata Jadi Bekal Penting Anak Menyambut Sekolah

Bukan Sekadar Ambil Rapor, Kehadiran Ayah Ternyata Jadi Bekal Penting Anak Menyambut Sekolah

Health | Sabtu, 04 Juli 2026 | 14:00 WIB

Panas Ekstrem Kian Meluas, 22 Persen Penduduk Dunia Kini Alami Heat Stress

Panas Ekstrem Kian Meluas, 22 Persen Penduduk Dunia Kini Alami Heat Stress

Health | Kamis, 02 Juli 2026 | 18:05 WIB

Indonesia Catat Sejarah Baru dengan Operasi Saluran Cerna Robotik Pertama

Indonesia Catat Sejarah Baru dengan Operasi Saluran Cerna Robotik Pertama

Health | Kamis, 02 Juli 2026 | 15:18 WIB

Ruang Ekspresi dan Bonding Keluarga Jadi Kunci Anak Tumbuh Percaya Diri dan Bahagia

Ruang Ekspresi dan Bonding Keluarga Jadi Kunci Anak Tumbuh Percaya Diri dan Bahagia

Health | Kamis, 02 Juli 2026 | 14:46 WIB

Tak Cukup IQ, Psikolog Ingatkan Pentingnya Kecerdasan Emosi dan Sosial untuk Masa Depan Anak

Tak Cukup IQ, Psikolog Ingatkan Pentingnya Kecerdasan Emosi dan Sosial untuk Masa Depan Anak

Health | Rabu, 01 Juli 2026 | 18:09 WIB

×