Kasus Covid-19 Meningkat di Korsel, WHO Bantah Menyebutnya Gelombang Kedua

Rima Sekarani Imamun Nissa, Rosiana Chozanah

Senin, 29 Juni 2020 | 07:56 WIB
Kasus Covid-19 Meningkat di Korsel, WHO Bantah Menyebutnya Gelombang Kedua
Ilustrasi virus Corona (Shutterstock)

Suara.com - Puluhan kasus virus corona baru kembali dilaporkan di Korea Selatan dalam 24 jam terakhir. Namun, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) membantah klaim gelombang kedua terkait kondisi ini.

Sama halnya dengan sejumlah negara lain, Korea Selatan juga mengalami peningkatan kasus Covid-19 dalam beberapa minggu terakhir. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea (KCDC) melaporkan adanya 62 kasus baru, 22 di antaranya berasal dari luar negeri, pada Minggu (28/6/2020).

Dilansir Fox News, sebagian besar kasus lokal terdeteksi di Seoul, ibukota padat penduduk. Kasus ini kebanyakan berasal dari pertemuan agama, kelab malam dan pekerja gudang.

Sejak awal Mei, ketika Korea mencabut protokol pembatasan sosial, kasus positif kembali dikonfirmasi. Lonjakan terbesar terjadi di Bucheon pekan lalu, ketika sebuah gudang yang dikelola oleh pemimpin e-commerce Coupang mencatat 138 kasus baru dan di Itaewon, area kehidupan malam Seoul, mencatat sekitar 277 kasus baru.

Ilustrasi virus corona, covid-19. (Pexels/@cottonbro)
Ilustrasi covid-19. (Pexels/@cottonbro)

Bertambahnya klaster baru ini membuat direktur KCDC, Jeong Eun-kyeong menyatakan Negeri Ginseng tersebut sedang menghadapi gelombang kedua pada minggu lalu. Hingga kini, Korea Selatan telah mencatat 12.715 kasus, dengan sekitar 282 kematian.

"Di wilayah metropolitan, kami yakin gelombang pertama adalah dari Maret hingga April serta Februari hingga Maret. Lalu kita melihat adanya gelombang kedua, yang dipicu oleh hari libur pada Mei, sedang berlangsung," kata Jeong.

"Kami awalnya meramalkan bahwa gelombang kedua akan muncul pada musim gugur (September) atau musim dingin (Desember). Prakiraan kami ternyata salah. Selama orang-orang berinteraksi dekat dengan orang lain, kami percaya infeksi akan terus berlanjut," sambungnya.

Terlepas dari pernyataan Korea, WHO membantah klaim tersebut. Epidemiolog dan pimpinan teknis Maria Van Kerkhove sebaliknya berspekulasi keberhasilan yang dikelola Korea Selatan dalam menekan transmisi telah membuat setiap peningkatan kasus tampak lebih signifikan.

Maria Ven Kerkhove juga mendesak negara-negara lain untuk melakukan segala hal yang mereka bisa untuk menekan tingkat penyebaran wabah.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bukan Deksametason, Remdesivir Jadi Obat Covid-19 Pilihan Korea Selatan

Bukan Deksametason, Remdesivir Jadi Obat Covid-19 Pilihan Korea Selatan

Health | Jum'at, 26 Juni 2020 | 19:50 WIB

Jamur Enoki dari Korea Selatan Mengandung Bakteri Listeria, Kok Bisa?

Jamur Enoki dari Korea Selatan Mengandung Bakteri Listeria, Kok Bisa?

Health | Kamis, 25 Juni 2020 | 18:45 WIB

Jamur Enoki Asal Korea Selatan Dimusnahkan Imbas Bakteri Listeria

Jamur Enoki Asal Korea Selatan Dimusnahkan Imbas Bakteri Listeria

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2020 | 14:38 WIB

Terkini

1765 Pelari dari 15 Negara Ramaikan Tangkuban Perahu

1765 Pelari dari 15 Negara Ramaikan Tangkuban Perahu

Sport | Selasa, 15 September 2026 | 23:05 WIB

Peringatan Bahaya di Makkah dan Jeddah Usai Rentetan Serangan Rudal

Peringatan Bahaya di Makkah dan Jeddah Usai Rentetan Serangan Rudal

News | Selasa, 15 September 2026 | 22:59 WIB

YLBHI Kecam Pengiriman Anak Demonstran ke Barak Militer: Ini Preseden Berbahaya!

YLBHI Kecam Pengiriman Anak Demonstran ke Barak Militer: Ini Preseden Berbahaya!

News | Selasa, 15 September 2026 | 22:55 WIB

Mau Liburan ke Luar Negeri? BRI dan Golden Rama Kasih Diskon hingga Rp1 Juta!

Mau Liburan ke Luar Negeri? BRI dan Golden Rama Kasih Diskon hingga Rp1 Juta!

Bri | Selasa, 15 September 2026 | 22:45 WIB

Awas! Lima Titik Karhutla di Cianjur Terjadi Hampir Bersamaan

Awas! Lima Titik Karhutla di Cianjur Terjadi Hampir Bersamaan

Jabar | Selasa, 15 September 2026 | 22:35 WIB

Kronologi Lengkap Kasus ATR/BPN, Peran Fahd A Rafiq Diduga Jadi Pengepul Terakhir Uang Haram

Kronologi Lengkap Kasus ATR/BPN, Peran Fahd A Rafiq Diduga Jadi Pengepul Terakhir Uang Haram

News | Selasa, 15 September 2026 | 22:35 WIB

Gibran 'Blusukan' di Tengah Krisis: Ubah Citra Politik, Ambil Celah yang Luput dari Prabowo?

Gibran 'Blusukan' di Tengah Krisis: Ubah Citra Politik, Ambil Celah yang Luput dari Prabowo?

News | Selasa, 15 September 2026 | 22:31 WIB

Gibran Temui Korban Keracunan MBG di Karo, Akademisi Dorong Evaluasi Menyeluruh

Gibran Temui Korban Keracunan MBG di Karo, Akademisi Dorong Evaluasi Menyeluruh

Sumut | Selasa, 15 September 2026 | 22:29 WIB

Sopir Truk KM Virgo Transport 8 Belum Ditemukan, Istri di Tulungagung Setia Menunggu Kabar

Sopir Truk KM Virgo Transport 8 Belum Ditemukan, Istri di Tulungagung Setia Menunggu Kabar

Jatim | Selasa, 15 September 2026 | 22:21 WIB

Ditanya Kegiatan Setelah Dicopot dari Menkeu, Purbaya: Mau Mancing Sambil Ngelamun 'Kenapa Dipecat?'

Ditanya Kegiatan Setelah Dicopot dari Menkeu, Purbaya: Mau Mancing Sambil Ngelamun 'Kenapa Dipecat?'

Video | Selasa, 15 September 2026 | 22:15 WIB

×