Array

Tidur Bersama Pasangan Terbukti Menyehatkan, Ini Alasannya

Senin, 29 Juni 2020 | 11:00 WIB
Tidur Bersama Pasangan Terbukti Menyehatkan, Ini Alasannya
Ilustrasi tidur bersama pasangan. (Shutterstock)

Suara.com - Sebuah riset terbaru menunjukkan bahwa pasangan yang bahagia akan tidur bersama dan cenderung mengalami tahap rapid eye movement (REM) saat tidur yang lebih banyak dan tidak banyak terganggu.

Fase tidur REM sangat penting, sebab pada fase inilah Anda bermimpi dan banyak dikaitkan dengan pengaturan mood, konsolidasi memori, dan penyelesaian masalah yang kreatif.

"Ada gagasan, bahkan dalam komunitas medis, yang menyebutkan apabila Anda tidur bersama pasangan, maka secara subjektif tidur Anda akan lebih baik, tapi secara objektif, tidur Anda lebih terganggu," kata ketua peneliti studi tersebut, Dr Henning Drews, dari Center for Integrative Psychiatry Jerman.

Dikutip dari WebMD, Dr Drews mencatat bahwa studi terbaru mengungkapkan apabila Anda ingin tidur bersama pasangan bisa jadi lebih baik untuk Anda.

Dalam studi yang dijalankannya meneliti 12 pasangan muda dan sehat berada pada usia 18 hingga 29 tahun. Mereka bersukarela tidur empat malam dalam laboratorium tidur.

Dua malam, pasangan-pasangan tersebut tidur di ruangan berbeda. Dua malam lainnya, mereka tidur dalam satu ruangan.

Menggunakan polysomnography, peneliti secara simultan mengukur apa yang terjadi selama tidur pada tiap pasangan. Misalnya seperti gelombang otak, gerakan, ketegangan otot, dan aktivitas jantung.

Saat tidur bersama, tiap pasangan mengalami fase tidur REM lebih banyak ketimbang saat mereka tidur terpisah dan jarang terganggu. Peneliti juga menemukan pola tidur mereka tampak sinkron saat tidur bersama.

Alasan lainnya adalah kenyamanan psikologi. Lingkungan yang aman dan rileks mendorong terjadinya fase tidur REM, sehingga tidur bersama orang lain membantu membentuk rasa aman.

Baca Juga: Apes! Niat Bikin Konten Romantis, Pasangan Kasmaran Ini Malah Kecelakaan

Bagi yang belum menikah dan tidur sendiri, Dr Drews mengatakan tetap masih bisa meningkatkan kualitas fase tidur REM, misalnya seperti tidak menjalani aktivitas penuh stres sebelum tidur, ruang tidur tidak berisik, dan tidak ada cahaya terang.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Cek Chemistry, Kalian Tipe Pasangan Apa dan Cocoknya Kencan di Mana Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Jodoh Motor, Kuda Besi Mana yang Paling Pas Buat Gaya Hidup Lo?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Jika Kamu adalah Mobil, Kepribadianmu seperti Merek Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Love Language Apa yang Paling Menggambarkan Dirimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Masalah Hidupmu Diangkat Jadi Film Indonesia, Judul Apa Paling Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Satu Frekuensi Selera Musikmu dengan Pasangan?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI