Jangan Senang Dulu, Pasien OTG Covid-19 Juga Alami Kerusakan Paru-paru

Bimo Aria Fundrika | Suara.com

Selasa, 30 Juni 2020 | 17:45 WIB
Jangan Senang Dulu, Pasien OTG Covid-19 Juga Alami Kerusakan Paru-paru
Ilustrasi pasien OTG virus corona, covid-19. (Pexels/@Anna Nandhu Kumar)

Suara.com - Orang Tanpa Gejala (OTG) menjadi salah satu kelompok yang paling berisiko menularkan virus corona atau Covid-19. Hal ini lantaran OTG bisa menjadi pembawa virus tanpa terlihat sakit.

Banyak orang menganggap bahwa kerusakan organ yang dialami OTG tidak terlalu parah. Namun, seorang pemeriksa medis telah mengungkapkan bahwa bahkan pasien tanpa gejala atau orang yang tidak menunjukkan gejala Covid-19 walaupun mereka sudah memiliki virus masih mengalami beberapa jenis efek negatif.

Cuplikan foto dari video 3D paru-paru pasien Covid-19 di Amerika Serikat. [Youtube/Surgical Theater]
Cuplikan foto dari video 3D paru-paru pasien Covid-19 di Amerika Serikat. [Youtube/Surgical Theater]

Pemeriksa medis Pinellas dan Pasco County, Dr. Jon Thogmartin baru-baru ini mengungkapkan betapa buruknya coronavirus merusak paru-paru pasien yang menderita bentuk parah penyakit ini. Demikian seperti dilansir dari Medical Daily. 

"Ya ampun, aku benar-benar tidak tahu bagaimana mengatakannya tanpa menjadi mengerikan, itu bisa menghancurkan paru-paru. Biarkan saya katakan saja. Ketika orang tersebut meninggal, Anda dapat menemukan paru-paru yang tidak terlihat dan terasa seperti paru-paru lagi, "kata Thogmartin, menggambarkan paru-paru yang dilihatnya selama pemeriksaan post-mortem pada orang yang telah terinfeksi virus.

Menariknya, para ilmuwan di Scripps Research Institute membuat penemuan mengejutkan bahwa bahkan orang-orang yang tidak menunjukkan gejala juga mengalami sejenis kerusakan pada paru-paru mereka.

Mereka mengetahui hal ini setelah memeriksa CT scan pasien COVID-19 tanpa gejala dari kapal pesiar. Mereka memperhatikan bahwa mereka juga mengalami kerusakan paru-paru walaupun mereka tidak menunjukkan gejala-gejalanya.

Awal tahun ini, Johns Hopkins Medicine membahas dengan seksama apa yang dilakukan coronavirus terhadap paru-paru. Menurut para ahli di Johns Hopkins Bayview Medical Center, coronavirus baru dapat menyebabkan pneumonia dan sindrom gangguan pernapasan akut (ARDS) pada sebagian besar kasus yang parah.

Pasien akan mengalami kesulitan bernapas karena paru-paru mereka akan dipenuhi dengan cairan dan menjadi meradang. Kantung udara akan kesulitan mengambil oksigen dan ini akan menyebabkan sesak napas dan batuk.

Ketika pasien mengembangkan ARDS, mereka tidak akan bisa bernapas sendiri. Oleh karena itu, mereka akan membutuhkan dukungan ventilator sehingga oksigen masih bisa beredar di tubuh mereka. ARDS bisa berakibat fatal, tetapi pasien yang pulih darinya juga dapat pulih dari COVID-19.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sama dengan Simptomatik, OTG & Pra-Simptomatik Tetap Bisa Tularkan Covid-19

Sama dengan Simptomatik, OTG & Pra-Simptomatik Tetap Bisa Tularkan Covid-19

Health | Kamis, 25 Juni 2020 | 21:02 WIB

Arti OTG, ODP, PDP, Suspect, dan Istilah Corona Lengkap

Arti OTG, ODP, PDP, Suspect, dan Istilah Corona Lengkap

News | Kamis, 11 Juni 2020 | 14:54 WIB

Soal Pernyataan Transmisi OTG, Pakar Infeksi Sebut WHO Alami Kemunduran

Soal Pernyataan Transmisi OTG, Pakar Infeksi Sebut WHO Alami Kemunduran

Health | Kamis, 11 Juni 2020 | 12:59 WIB

Terkini

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB