Update Corona Covid-19: AS Terancam Alami Peningkatan Kasus Signifikan

Risna Halidi | Lilis Varwati
Update Corona Covid-19: AS Terancam Alami Peningkatan Kasus Signifikan
Ilustrasi virus corona, covid-19. (Pexels/@cottonbro)

Data yang dihimpun dari situs worldometers.info dilaporkan, per 1 Juli 2020 pukul 09.00 WIB, akumulasi jumlah kasus Covid-19 di dunia sebanyak 10.585.110 orang.

Suara.com - Wabah virus corona di dunia belum berakhir. Penambahan jumlah kasus masih signifikan terjadi dari hari ke hari. Dalam satu hari pada Selasa (30/6), jumlah yang positif terinfeksi virus bernama resmi SARS COV-2 tersebut bertambah sebanyak 174.264 orang.

Data yang dihimpun dari situs worldometers.info dilaporkan, per 1 Juli 2020 pukul 09.00 WIB, akumulasi jumlah kasus Covid-19 di dunia sebanyak 10.585.110 orang.

Dari jumlah itu, 5.795.009 orang telah dinyatakan sembuh dengan 513.913 di antaranya meninggal dunia. Sehingga kasus aktif ada sebanyak 4.276.188 pasien di dunia.

Amerika Serikat masih menjadi salah satu penyumbang kasus terbanyak dengan total 44.474 orang pada Selasa (30/6). Dilansir dari The Washington Post, angka itu jadi penambahan tertinggi kedua sejak pandemi Covid-19 ada di AS. 

Direktur Institut Nasional Alergi dan Penyakit Menular Amerika Serikat Dr. Anthony Fauci memperingatkan bahwa kasus baru bisa saja mencapai 100 ribu per hari jika tren kenaikan kasus tidak dihindari.

"Saya pikir penting untuk memberi tahu Anda dan publik Amerika bahwa saya sangat prihatin karena itu bisa menjadi sangat buruk," kata Fauci kepada komite Senat AS, Selasa (30/6), seperti ditulis USA Today.

Sebagai antisipasi, lebih banyak negara bagian memperketat pembatasan yang bertujuan mengurangi ledakan kasus. New York, New Jersey dan Connecticut tetap memberlakukan masa karantina. 

Arizona menunda awal pembelajaran siswa sekolah di kelas untuk tahun ajaran 2020-2021. Oregon dan Kansas, negara bagian terbaru akan mulai menerapkan penggunaan masker di tempat umum.

Jika saat ini di China, para peneliti tengah khawatir dengan jenis flu babi baru yang bisa berpotensi jadi pandemi. Namun menurut Fauci, hal itu bukan ancaman langsung bagi orang Amerika.

Sementara itu di Indonesia, penambahan kasus masih di atas seribu dalam satu hari. Hingga Selasa (30/6), jumlah kasus positif Covid-19 terkonfirmasi 56.385, bertambah 1.293 orang. 

Sementara pasien meninggal pada hari yang sama ada 71 orang. Total pasien meninggal dunia berjumlah 2.876 orang.

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto menyampaikan bahwa CFR atau presentase kematian akibat Covid-19 di Indonesia sebesar 5,15 persen, lebih rendah dibanding negara Jepang.

Dia juga mengklaim, angka tersebut masih berada di bawah rata-rata CFR di dunia.

"Kalau kita lihat angka dunia 5,01 persen," kata Yurianto dalam konferensi pers yang disiarkan langsung melalui akun YouTube BNPB, Senin (29/6).

Yurianto mengungkap, kalau CFR Indonesia itu justru lebih rendah ketimbang di Jepang yang mencapai 5,33 persen. Hal ini membuat Yuri semakin optimis bahwa angka kematian karena Covid-19 di Indonesia masih terbilang rendah dan jauh tertinggal ketimbang angka pasien yang sembuh.

Guna mendukung kasus sembuh juga meminimalisir penularan Covid-19, Yuri tetap mengingatkan kepada masyarakat untuk tetap menjalani protokol kesehatan. Kedisiplinan dalam menjalankan kehidupan di masa transisi menuju New Normal itulah yang membuat masyarakat terhindar dari penyebaran virus.

"Cara ini paling baik untuk kita bisa berikan jaminan kita aman dari kemungkinan tertular," pungkasnya.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS