Studi: Masalah Tidur Berkaitan dengan Depresi pada Remaja

Yasinta Rahmawati | Fita Nofiana
Studi: Masalah Tidur Berkaitan dengan Depresi pada Remaja
Ilustrasi pola tidur buruk ( Shutterstock )

Sebuah studi menunjukkan, bahwa kualitas dan kuantitas tidur seorang remaja terkait dengan gangguan depresi.

Suara.com -  Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Child Psychology and Psychiatry menyebutkan, bahwa masalah tidur seperti pola tidur yang buruk terkait dengan masalah gangguan mental. 

Dilansir dari Science Daily, sebuah tim yang berbasis dari Universitas Reading, Universitas Goldsmith, dan Universitas Flunders meneliti sebanyak 4.790 remaja untuk mengetahui bagaimana kualitas dan kuantitas tidur yang buruk terkait dengan depresi

"Penelitian terbaru ini adalah bukti lain untuk menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara tidur dan kesehatan mental untuk remaja. Studi ini menyoroti bahwa orang-orang muda yang mengalami depresi dan kecemasan telah sangat mengalami tidur yang buruk selama remaja," kata Dr. Faith Orchard, Dosen Psikologi Klinis di Universitas Reading.

Hal yang paling terlihat dalam penelitian itu adalah perbedaan antara rata-rata tidur pada mereka yang mengalami depresi dan tidak. Orang-orang yang mengalami depresi rata-rata 30 menit lebih telat untuk tertidur daripada mereka yang tidak mengalami depresi. 

Pada penelitian tersebut, para remaja diminta untuk melaporkan sendiri kualitas dan kuantitas tidur melalui serangkaian masalah. Para peneliti menemukan bahwa kelompok kontrol remaja yang tidak mengalami depresi rata-rata mendapatkan sekitar delapan jam tidur dan sedikit peserta tidur hingga sembilan setengah jam di akhir pekan.

Ilustrasi depresi
Ilustrasi depresi

Sementara itu, kelompok yang memiliki diagnosis depresi diketahui tidur kurang dari tujuh setengah jam dan lebih dari sembilan jam tidur pada akhir pekan.

"National Sleep Foundation merekomendasikan agar remaja berusia antara 14-17 tahun membutuhkan sekitar 8-10 jam tidur setiap malam. Yang penting di sini adalah bahwa kelompok dengan diagnosis depresi paling jelas berada di luar rekomendasi ini selama seminggu, tidur rata-rata 7,25 jam di setiap malam hari sekolah," ujar Profesor Alice Gregory dari Universitas Goldsmiths.

Kelompok depresi melaporkan total rata-rata tidur 3325 menit seminggu dibandingkan dengan kelompok kontrol yang melaporkan 3597 menit per minggu. Artinya, kelompok depresi rata-rata mendapatkan 272 menit atau tiga setengah jam kurang tidur dalam seminggu.

"Apa yang kita lihat sekarang adalah bahwa hubungan antara tidur dan kesehatan mental untuk remaja adalah jalan dua arah," ujar dokter Orchard. 

"Sementara kebiasaan tidur yang buruk dikaitkan dengan kesehatan mental yang lebih buruk, kami juga melihat bagaimana tidur pada remaja dengan depresi dan kecemasan dapat memiliki dampak besar pada kesejahteraan mental mereka," imbuhnya. 

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS