Mandi Air Panas Tiap Hari Bisa Turunkan Risiko Penyakit Jantung, Benarkah?

Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni | Suara.com

Kamis, 02 Juli 2020 | 15:29 WIB
Mandi Air Panas Tiap Hari Bisa Turunkan Risiko Penyakit Jantung, Benarkah?
Ilustrasi mandi air panas. (Unsplash/Hannah Xu)

Suara.com - Para peneliti menemukan bahwa mandi air panas secara teratur bisa menurunkan risiko kematian akibat penyakit jantung dan stroke.

Menurut penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Heart, semakin tinggi dosisnya, maka semakin baik pula mandi air panas untuk kesehatan jantung. Bahkan mandi air panas setiap hari nampaknya jauh lebih baik daripada sekali atau dua kali seminggu.

"Kami menemukan bahwa sering mandi atau berendam air panas di bathup bisa menurunkan hipertensi secara signifikan. Hal itulah yang mungkin dikaitkan dengan rendahnya risiko penyakit jantung," kata para peneliti di Jepang dikutip dari NDTV.

Secara umum, mandi air panas dikaitkan dengan kualitas tidur dan kesehatan yang lebih baik. Tapi, tidak jelas dampak jangka panjangnya terhadap risiko penyakit kardiovaskular, termasuk serangan jantung, kematian jantung mendadak dan stroke.

Para peneliti pun melibatkan peserta dalam studi Cohort 1 yang berbasis di Pusat Kesehatan Masyarakat Jepang untuk mengekplorasi lebih dalam. Studi ini melibatkan lebih dari 61 ribu orang dewasa paruh baya yang berusia 45 hingga 59 tahun.

Perempuan terkena serangan jantung. (Shutterstock)
Perempuan terkena serangan jantung. (Shutterstock)

Pada awal penelitian tahun 1990, sekitar 43 ribu peserta menyelesaikan kuesioner rinci tentang kebiasaan mandi mereka dan faktor yang berpotensi memengaruhi, yakni gaya hidup (termasuk olahraga, diet, konsumsi alkohol), berat badan, durasi tidur, riwayat medis dan penggunaan obat sekarang ini.

Setiap peserta dipantau sampai kematian atau penyelesaian studi pada akhir Desember 2009 dengan analisis akhir berdasarkan 30 ribu orang.

Selama periode pemantauan, 2097 kasus penyakit kardiovaskular terjadi, 275 kasus serangan jantung, 53 kasus kematian jantung mendadak dan 1.769 pukulan.

Setelah memperhitungkan faktor-faktor yang berpotensi berpengaruh, analisis data menunjukkan perbandingan antara mandi sekali atau dua kali seminggu dengan tidak mandi sama sekali.

Tidak mandi air panas setiap hari berkaitan dengan 28 persen risiko penyakit kardiovaskular yang lebih rendah secara keseluruhan dan 26 persen menurunkan risiko stroke.

Ilustrasi perempuan berendam air panas. (Shutterstock)
Ilustrasi perempuan berendam air panas. (Shutterstock)

Sementara, frekuensi mandi air panas tidak terkait dengan peningkatan risiko kematian jantung mendadak atau jenis stroke tertentu yang disebut perdarahan subaraknoid.

Analisis lebih lanjut dari suhu air yang disukai menunjukkan risiko 26 persen lebih rendah dan 35 persen lebih rendah dari penyakit kardiovaskular keseluruhan untuk air hangat dan panas.

Menurut penelitian ini, studi observasional ini tidak bisa menentukan penyebab seseorang mengalami perubahan atau penurunan risiko yang terkait dengan mandi air panas. Namun, temuan ini bisa jadi pertimbangan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sering Minum Manis Tingkatkan Risiko Penyakit Kardiovaskular pada Perempuan

Sering Minum Manis Tingkatkan Risiko Penyakit Kardiovaskular pada Perempuan

Health | Kamis, 02 Juli 2020 | 11:59 WIB

Waspada, Diare Lebih dari 7 Hari Bisa Jadi Tanda Serangan Jantung Mematikan

Waspada, Diare Lebih dari 7 Hari Bisa Jadi Tanda Serangan Jantung Mematikan

Health | Rabu, 01 Juli 2020 | 15:57 WIB

Pasien Virus Corona di ICU Berisiko Alami Masalah Jantung, Ini Temuannya!

Pasien Virus Corona di ICU Berisiko Alami Masalah Jantung, Ini Temuannya!

Health | Senin, 29 Juni 2020 | 19:30 WIB

Terkini

Lebih dari Sekadar Nutrisi, Protein Jadi Kunci Hidup Aktif dan Sehat

Lebih dari Sekadar Nutrisi, Protein Jadi Kunci Hidup Aktif dan Sehat

Health | Selasa, 05 Mei 2026 | 08:24 WIB

Kisah Dera Bantu Suami Melawan Penyakit GERD Melalui Pendekatan Holistik

Kisah Dera Bantu Suami Melawan Penyakit GERD Melalui Pendekatan Holistik

Health | Senin, 04 Mei 2026 | 22:10 WIB

Dari Antre Panjang ke Serba Cepat, Smart Hospital Ubah Cara Rumah Sakit Layani Pasien

Dari Antre Panjang ke Serba Cepat, Smart Hospital Ubah Cara Rumah Sakit Layani Pasien

Health | Senin, 04 Mei 2026 | 15:07 WIB

Berat Badan Tak Kunjung Naik? Susu Flyon Jadi Salah Satu Solusi yang Dilirik

Berat Badan Tak Kunjung Naik? Susu Flyon Jadi Salah Satu Solusi yang Dilirik

Health | Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:00 WIB

Lebih Banyak Belum Tentu Lebih Baik: Fakta Mengejutkan di Balik Kebiasaan Konsumsi Suplemen Anda

Lebih Banyak Belum Tentu Lebih Baik: Fakta Mengejutkan di Balik Kebiasaan Konsumsi Suplemen Anda

Health | Kamis, 30 April 2026 | 18:40 WIB

Nyeri Lutut pada Perempuan Tak Boleh Dianggap Sepele, Mesti Waspada Hal Ini

Nyeri Lutut pada Perempuan Tak Boleh Dianggap Sepele, Mesti Waspada Hal Ini

Health | Kamis, 30 April 2026 | 11:49 WIB

Olahraga Bukan Hanya Soal Kompetisi bagi Anak: Bisa Jadi Cara Seru Membangun Gaya Hidup Aktif

Olahraga Bukan Hanya Soal Kompetisi bagi Anak: Bisa Jadi Cara Seru Membangun Gaya Hidup Aktif

Health | Kamis, 30 April 2026 | 11:38 WIB

Studi Ungkap Mikroplastik Ditemukan di Dalam Tubuh Manusia, Bisa Picu Gangguan Pencernaan

Studi Ungkap Mikroplastik Ditemukan di Dalam Tubuh Manusia, Bisa Picu Gangguan Pencernaan

Health | Kamis, 30 April 2026 | 10:50 WIB

Kebutuhannya Berbeda dengan Dewasa, Ini 5 Alasan Si Kecil Perlu ke Dokter Gigi Anak

Kebutuhannya Berbeda dengan Dewasa, Ini 5 Alasan Si Kecil Perlu ke Dokter Gigi Anak

Health | Kamis, 30 April 2026 | 06:08 WIB

Cuma 30 Menit, Ini Rahasia Bonding Berkualitas di Tengah Kesibukan Orang Tua

Cuma 30 Menit, Ini Rahasia Bonding Berkualitas di Tengah Kesibukan Orang Tua

Health | Rabu, 29 April 2026 | 23:16 WIB