Studi: Covid-19 Lebih Berisiko Sebabkan Stroke daripada Influenza

Yasinta Rahmawati | Fita Nofiana | Suara.com

Jum'at, 03 Juli 2020 | 15:58 WIB
Studi: Covid-19 Lebih Berisiko Sebabkan Stroke daripada Influenza
Ilustrasi pasien covid-19. (Shutterstock)

Suara.com - Baik influenza maupun virus corona Covid-19 sama-sama berisiko memicu stroke, tapi para peneliti menyebut virus corona jauh lebih berisiko. Bahkan, Covid-19 delapan kali lebih berisiko menyebabkan stroke daripada influenza.

Dilansir dari Medical Xpress, sebuah studi yang dipublikasikan secara online di JAMA Neurology pada 2 Juli itu menyebutkan, bahwa lebih dari 1.900 pasien dengan Covid-19, 1,6 persen di antaranya menderita stroke. Berbanding dengan 0,2 persen dari hampir 1.500 pasien influenza parah.

"Dokter dan praktisi yang merawat pasien dengan infeksi Covid-19 harus tetap waspada terhadap tanda dan gejala stroke, sebab diagnosis yang cepat dapat memungkinkan pengobatan stroke yang efektif," kata peneliti Dr. Neal Parikh, asisten profesor neurologi dan ilmu saraf di Weill Cornell Kedokteran di Kota New York.

"Pada dasarnya, hasil kami mendukung gagasan bahwa infeksi Covid-19 lebih parah daripada infeksi influenza," tambah Parikh.

Untuk penelitian ini, Parikh dan rekan membandingkan kejadian stroke di antara pasien Covid-19 dan pasien influenza di dua rumah sakit Kota New York. 

Pasien dengan virus corona dinilai 4 Maret hingga 2 Mei, sementara para peneliti menganalisis data influenza mulai 1 Januari 2016 hingga 31 Mei 2018.

Ilustrasi Pasien Covid-19. (Pexels)
Ilustrasi Pasien Covid-19. (Pexels)

"Infeksi dan kondisi peradangan lainnya merupakan faktor risiko untuk stroke, sehingga tidak mengherankan bahwa pasien dengan penyakit Covid-19 mungkin mengalami stroke sebagai komplikasi infeksi," kata Dr. Larry Goldstein, profesor dan ketua neurologi di Universitas Kentucky.

"Penyakit Covid-19 juga dikaitkan dengan pembekuan darah yang dapat meningkatkan risiko stroke," imbuhnya. 

Salman Azhar, direktur stroke di Lenox Hill Hospital di New York City juga menyatakan, bahwa virus corona memiliki kecenderungan menyebabkan beberapa tingkat pembekuan. 

"Kami pikir mungkin itu karena peningkatan peradangan di dalam tubuh," kata Azhar.

Azhar menjelaskan bahwa Covid-19 menyerang sel-sel yang melapisi pembuluh darah. Kondisi ini yang menjadi alasan meningkatnya risiko pembekuan darah penyebab stroke. 

"Virus ini juga meningkatkan produksi faktor pembekuan," katanya.

Menurut Azhar, baik pasien Covid-19 muda dan tua dapat mengalami pembekuan dengan risiko paling parah.

Pada beberapa pasien, stroke bisa jadi tanda pertama Covid-19. Dalam studi ini, lebih dari seperempat pasien yang dirawat di ruang gawat darurat karena stroke dan kemudian didiagnosis dengan virus corona.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

1.025 Kasus Corona di Jayapura, Bisa Meningkat Lagi Jika Warga Tetap Ngeyel

1.025 Kasus Corona di Jayapura, Bisa Meningkat Lagi Jika Warga Tetap Ngeyel

News | Jum'at, 03 Juli 2020 | 14:44 WIB

Sejumlah Siswa Gelar Pesta Covid-19: Siapa Cepat Tertular Dapat Hadiah

Sejumlah Siswa Gelar Pesta Covid-19: Siapa Cepat Tertular Dapat Hadiah

News | Jum'at, 03 Juli 2020 | 14:33 WIB

Diduga Tertular dari Tetangga, Bocah 6 Tahun di Nganjuk Positif Covid-19

Diduga Tertular dari Tetangga, Bocah 6 Tahun di Nganjuk Positif Covid-19

Jatim | Jum'at, 03 Juli 2020 | 00:05 WIB

Terkini

Apakah Ikan Sapu-Sapu Bisa Dimakan? Ini Bahaya untuk Manusia dan Ekosistem

Apakah Ikan Sapu-Sapu Bisa Dimakan? Ini Bahaya untuk Manusia dan Ekosistem

Health | Jum'at, 17 April 2026 | 18:54 WIB

Varises Bukan Sekadar Masalah Estetika, Kenali Sinyal Bahaya Sebelum Jadi Komplikasi Serius

Varises Bukan Sekadar Masalah Estetika, Kenali Sinyal Bahaya Sebelum Jadi Komplikasi Serius

Health | Jum'at, 17 April 2026 | 14:42 WIB

Tren Lari Meningkat, Waspadai Risiko Cedera Otot dan Memar Ikut Mengintai

Tren Lari Meningkat, Waspadai Risiko Cedera Otot dan Memar Ikut Mengintai

Health | Jum'at, 17 April 2026 | 12:31 WIB

Perempuan Berlari 2026: Integrasi Olahraga, Kesehatan Mental, dan Literasi Keuangan

Perempuan Berlari 2026: Integrasi Olahraga, Kesehatan Mental, dan Literasi Keuangan

Health | Kamis, 16 April 2026 | 16:45 WIB

Bukan Sekadar Sekolah, Anak Neurodivergent Butuh Dukungan Menyeluruh untuk Tumbuh

Bukan Sekadar Sekolah, Anak Neurodivergent Butuh Dukungan Menyeluruh untuk Tumbuh

Health | Rabu, 15 April 2026 | 19:14 WIB

Awas Logam Berat! Ini 7 Deretan Risiko Kesehatan Jika Mengonsumsi Ikan Sapu-Sapu

Awas Logam Berat! Ini 7 Deretan Risiko Kesehatan Jika Mengonsumsi Ikan Sapu-Sapu

Health | Rabu, 15 April 2026 | 15:33 WIB

Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa

Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa

Health | Selasa, 14 April 2026 | 09:26 WIB

Saat Screen Time Tak Bisa Dihindari, Ini Rekomendasi Tontonan Anak yang Aman dan Edukatif

Saat Screen Time Tak Bisa Dihindari, Ini Rekomendasi Tontonan Anak yang Aman dan Edukatif

Health | Selasa, 14 April 2026 | 08:37 WIB

Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak

Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak

Health | Senin, 13 April 2026 | 06:15 WIB

Bisa Remisi, Ini Cara Mengendalikan Diabetes Tanpa Bergantung Obat

Bisa Remisi, Ini Cara Mengendalikan Diabetes Tanpa Bergantung Obat

Health | Minggu, 12 April 2026 | 22:48 WIB