Pakar: Kematian karena TB Lebih Tinggi Daripada Angka Kematian Covid-19

Vania Rossa | Dini Afrianti Efendi | Suara.com

Selasa, 07 Juli 2020 | 14:12 WIB
Pakar: Kematian karena TB Lebih Tinggi Daripada Angka Kematian Covid-19
Ilustrasi Tuberculosis. (Shutterstock)

Suara.com - Pandemi Covid-19 memang menambah beban penanganan TB atau tuberculosis di Indonesia yang masih menempati urutan ketiga dunia sebagai kasus TB terbanyak.

Ketua Dewan Pembina Stop TB Partnership Indonesia, Ir. Arifin Panigoro, mengatakan pandemi membuat penemuan kasus TB yang sudah sulit bertambah sulit.

"Tanpa Covid-19 pun temuan kita (deteksi kasus TB) terbatas banget. Apalagi dengan ditambah Covid-19 membuat terbengkalainya TB di semua tahapan," ujar Ir. Arifin dalam teleconference, Selasa (7/7/2020).

Ia paham begitu bagaimana fokus banyak pihak teralihkan Covid-19, sehingga TB sedikit dikesampingkan. Padahal harusnya TB juga tetap jadi prioritas, karena jika dibiarkan permasalahan penyakit ini akan menumpuk dan bisa berbahaya.

"Meskipun semua merasa TB serius, dirasakan oleh dokter, rumah sakit dan Kemenkes, bahwa priority adalah Covid-19. Masalahnya karena TB angkanya besar, begitu terpinggirkan dan jadi menunggu kapan Covid-19 selesai, masalahnya jadi numpuk," imbuh Arifin.

Arifin berharap tahun depan vaksin Covid-19 sudah tersedia dan pandemi mereda, sehingga penanganan TB tidak diabaikan begitu saja. Apalagi pemerintah harus menanganinya dengan cara out of the box.

"TB ini jadi masalah global, pemerintah harus melihat penanganan TB ini harus extra ordinary juga, harus out of the box, kalau dikembalikan seperti semula tambah jauh," paparnya.

Pasalnya permasalahan TB ini semakin serius dan kompleks apabila kasus tidak segera ditemukan. Ditambah angka resisten obat karena putus obat sudah semakin tinggi, dan bisa menularkan lebih serius karena belum ada obat lain untuk mereka yang resisten.

"Tetapi atensi dari pemerintah sampai ke masyarakat dianggap penyakit lama yang sudah selesai. Sebetulnya untuk indonesia kasus ini serius banget," imbuh Arifin.

"Bayangin aja kalau 100.000 orang (kematian) per tahun lalu dibanding-bandingkan dengan corona, corona nggak ada apa-apanya dari jumlah orang meninggal. Ini karena lagi fokus ke Covid-19, (TB) rada dilupain dulu," tutupnya.

Sementara itu sejak awal kasus Covid-19 ditemukan pada Maret 2020, tercatat sudah ada 64.958 orang yang positif. Sebanyak 3.241 meninggal dunia.

Sedangkan TB, Kemenkes RI mengestimasi sudah ada lebih dari 840.000 kasus TB di Indonesia. Sayang, penemuan kasusnya baru 69 persen atau setara 540.000 dan sudah ada 100.000 kematian terjadi tahun lalu.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pakai Cara Hitung WHO, Angka Kematian COVID-19 di Indonesia Lebih Tinggi

Pakai Cara Hitung WHO, Angka Kematian COVID-19 di Indonesia Lebih Tinggi

Tekno | Sabtu, 04 Juli 2020 | 20:45 WIB

Angka Kematian Melonjak, Trump Percaya Corona di AS Bakal Hilang Sendiri

Angka Kematian Melonjak, Trump Percaya Corona di AS Bakal Hilang Sendiri

News | Kamis, 02 Juli 2020 | 13:29 WIB

Covid-19: Warga Kulit Hitam dan Asia Lebih Berisiko Tertular?

Covid-19: Warga Kulit Hitam dan Asia Lebih Berisiko Tertular?

Video | Kamis, 18 Juni 2020 | 11:00 WIB

Terkini

Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak

Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 14:30 WIB

Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?

Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 13:24 WIB

Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia

Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 11:17 WIB

Hasil Investigasi KKI: 92% Konsumen Keluhkan Galon Tua, Ternyata Ini Dampak Buruknya bagi Tubuh

Hasil Investigasi KKI: 92% Konsumen Keluhkan Galon Tua, Ternyata Ini Dampak Buruknya bagi Tubuh

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 07:54 WIB

Tips Memilih Susu Berkualitas, Nutrisionis: Perhatikan Sumber dan Kandungannya

Tips Memilih Susu Berkualitas, Nutrisionis: Perhatikan Sumber dan Kandungannya

Health | Rabu, 06 Mei 2026 | 22:21 WIB

Pemulihan Optimal Setelah Operasi Dimulai dari Asupan Nutrisi yang Tepat

Pemulihan Optimal Setelah Operasi Dimulai dari Asupan Nutrisi yang Tepat

Health | Rabu, 06 Mei 2026 | 17:05 WIB

Diet Vegan Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca Hingga 55 Persen, Apa Buktinya?

Diet Vegan Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca Hingga 55 Persen, Apa Buktinya?

Health | Selasa, 05 Mei 2026 | 21:35 WIB

Lebih dari Sekadar Nutrisi, Protein Jadi Kunci Hidup Aktif dan Sehat

Lebih dari Sekadar Nutrisi, Protein Jadi Kunci Hidup Aktif dan Sehat

Health | Selasa, 05 Mei 2026 | 08:24 WIB

Kisah Dera Bantu Suami Melawan Penyakit GERD Melalui Pendekatan Holistik

Kisah Dera Bantu Suami Melawan Penyakit GERD Melalui Pendekatan Holistik

Health | Senin, 04 Mei 2026 | 22:10 WIB

Dari Antre Panjang ke Serba Cepat, Smart Hospital Ubah Cara Rumah Sakit Layani Pasien

Dari Antre Panjang ke Serba Cepat, Smart Hospital Ubah Cara Rumah Sakit Layani Pasien

Health | Senin, 04 Mei 2026 | 15:07 WIB