Studi: Probiotik Bisa Membantu Orang dengan Depresi dan Kecemasan

Yasinta Rahmawati, Fita Nofiana

Selasa, 07 Juli 2020 | 15:12 WIB
Studi: Probiotik Bisa Membantu Orang dengan Depresi dan Kecemasan
Ilustrasi mengonsumsi yogurt, salah satu makanan yang mengandung probiotik. (Sumber: Shutterstock)

Suara.com - Sebuah tinjauan literatur medis telah menyarankan bahwa probiotik, baik dari makanan atau suplemen disebut dapat membantu mengurangi depresi dan kecemasan. Beberapa makanan mengandung probiotik antara lain, seperti kimchi, yogurt, acar, tempe, sup miso, hingga asinan kubis. 

"Ini adalah penelitian berkualitas baik tetapi ini adalah tinjauan data yang relatif awal," kata Allan Young, seorang profesor gangguan mood di Institute of Psychiatry, Psychology & Neuroscience, King's College London pada CNN

"Jadi, tinjauan sistematis literatur penelitian ini mendukung gagasan bahwa pre dan probiotik dapat membantu orang dengan kecemasan dan depresi, tapi diperlukan lebih banyak penelitian," tambahnya. 

Makanan probiotik biasanya dimanfaatkan untuk menyehatkan pencernaan atau usus. 

Dilansir dari CNN, para peneliti dari Universitas Brighton dan Rumah Sakit Universitas Croydon di Inggris mengamati 71 studi yang diterbitkan antara tahun 2003 dan 2019 yang meneliti bagaimana probiotik dan prebiotik dapat membantu orang dewasa dengan gangguan depresi dan kecemasan.

Ilustrasi depresi
Ilustrasi depresi

"Hanya tujuh yang dianggap cukup kuat untuk dimasukkan dalam tinjauan sistematis, tetapi semua itu menunjukkan perbaikan yang signifikan ketika mengukur efek dari mengambil pre atau probiotik dibandingkan tanpa pengobatan atau plasebo," catat para peneliti. 

"Sementara suplemen probiotik atau dalam kombinasi dengan prebiotik dapat dikaitkan dengan pengurangan depresi yang terukur, kontribusi yang mungkin untuk mengurangi kecemasan masih belum jelas," kata studi tersebut.

Para peneliti mengatakan review mereka memiliki beberapa kelemahan karena tidak satupun dari studi yang mereka tinjau berlangsung dalam waktu lama dan jumlah peserta cenderung kecil.

Ini membuatnya sulit untuk menarik kesimpulan tegas tentang efek keseluruhan, berapa lama mereka bertahan dan apakah mungkin ada efek samping yang tidak diinginkan terkait dengan penggunaan jangka panjang.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Peneliti Sukses Membuat 'Bir Sehat', Bahannya dari Durian

Peneliti Sukses Membuat 'Bir Sehat', Bahannya dari Durian

News | Minggu, 05 Juli 2020 | 17:15 WIB

Anak-anak Depresi Gagal PPDB Jakarta, Mengurung Diri di Kamar dan Malu

Anak-anak Depresi Gagal PPDB Jakarta, Mengurung Diri di Kamar dan Malu

News | Kamis, 02 Juli 2020 | 15:18 WIB

Studi: Masalah Tidur Berkaitan dengan Depresi pada Remaja

Studi: Masalah Tidur Berkaitan dengan Depresi pada Remaja

Health | Kamis, 02 Juli 2020 | 14:51 WIB

Terkini

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:05 WIB

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:00 WIB

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Health | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:41 WIB

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:51 WIB

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:03 WIB

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 15:14 WIB

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 09:45 WIB

Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi

Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi

Health | Jum'at, 19 Juni 2026 | 17:01 WIB

Mata Merah dan Buram Tak Boleh Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Kerusakan Kornea

Mata Merah dan Buram Tak Boleh Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Kerusakan Kornea

Health | Kamis, 18 Juni 2026 | 22:00 WIB

Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat

Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat

Health | Kamis, 18 Juni 2026 | 21:32 WIB