Orangtua, Ini Cara Memperbaiki Kepala Bayi Peyang

Risna Halidi, Dini Afrianti Efendi

Kamis, 09 Juli 2020 | 08:05 WIB
Orangtua, Ini Cara Memperbaiki Kepala Bayi Peyang
Ilustrasi bayi. (Shutterstock)

Suara.com - Setelah bayi lahir biasanya baik dokter maupun orangtua akan memeriksa dengan seksama kondisi anak mulai dari respon indera hingga kondisi fisik bayi.

Salah satunya bentuk kepala bayi dengan melihat apakah bayi terlahir dengan kepala proporsi yang sempurna, atau malah kepala berbentuk peyang.

Jika baru lahir sudah peyang tidak simetris, maka segera diperiksa CT scan apakah ada tanda kelainan. Tapi tenang, jika penyebab kepala bayi peyang karena posisi bukan karena kelainan, ada kok cara untuk memperbaikinya.

Seperti diungkap Ahli Neurologi Anak Prof. Dr. Hardiono Pusponegoro, Sp.A(K) dalam LIVE IG @anakku.id, Rabu (8/7/2020). Apa saja caranya? Berikut Suara.com rangkum untuk Anda!

1. Diganjal saat tidur
Memperbaiki posisi tidur dengan cara mengganjal bagian kepala yang menonjol bisa memperbaiki proporsi kepala bayi secara perlahan. Dengan begitu saat otak semakin membesar bagian yang menonjol tidak semakin besar tapi mengisi ruang yang gepeng, alhasil kepala menjadi simetris.

"Kepala peyang ini bisa diperbaiki dengan posisi tidur, jangan tidur di sisi yang peyang. Akibatnya harus diganjal, supaya bayi tidur di sisi menonjol," jelas Prof. Hardiono.

2. Anak sering ditengkurapkan
Meskipun disebutkan ampuh memperbaiki kepala peyang, tapi ada kontroversi yang dikemukakan American Academy Pediatric bahwa bayi tidak boleh tengkurap jika belum bisa tengkurap dengan sendirinya.

"Sedangkan tengkurap ini di duga bisa memperbaiki peyang karena posisi," paparnya.

Maka solusinya, ditengkurapkan jangan pada saat ia tertidur, karena bisa berbahaya. "Saat dia bangun ditengkurapkan, tapi jangan saat dia tidur, tapi saat bangun dengan sembari diawasi," sambungnya.

baca juga

3. Sering digendong
Gendong bisa jadi solusi, karena biasanya dengan digendong, kepala yang gepeng tidak akan tertekan tempat tidur atau bantal. Maka kegiatan menggendong ini bisa memperbaiki posisi kepala agar simetris seiring tumbuh kembangnya.

4. Gunakan helm dan bantal
Kedua cara ini cukup populer khususnya di luar negeri menggunakan helm. Tapi helm ini harus digunakan pada anak usia kurang dari satu tahun, sayangnya keberadaan helm ini belum ada di Indonesia.

Sementara itu penggunaan bantal bolong cukup populer di kalangan para ibu, tapi sayang tidak ada satupun penelitian yang mengatakan cara ini ampuh memperbaiki kepala peyang.

"Tapi sebetulnya tidak ada penelitian yang mengatakan bantal ini bisa memperbaiki bentuk kepala, kedua ada aturan bahwa bayi tidak boleh pakai bantal," tutupnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bayi Ditelantarkan di Rumah Bersalin Sleman, Polisi Buru Pelaku

Bayi Ditelantarkan di Rumah Bersalin Sleman, Polisi Buru Pelaku

Jogja | Rabu, 08 Juli 2020 | 19:57 WIB

Penyebab Kepala Bayi Peyang, Tidak Selalu Karena Salah Posisi Tidur

Penyebab Kepala Bayi Peyang, Tidak Selalu Karena Salah Posisi Tidur

Jogja | Rabu, 08 Juli 2020 | 19:30 WIB

Kebobolan, Seorang Bayi Lahir Sambil Pegang Alat Kontrasepsi Sang Ibu

Kebobolan, Seorang Bayi Lahir Sambil Pegang Alat Kontrasepsi Sang Ibu

Lifestyle | Rabu, 08 Juli 2020 | 20:10 WIB

Terkini

Dikembangkan di Indonesia, Teknologi AI Kini Bisa Bantu Dokter Deteksi Risiko Gagal Jantung Kambuh

Dikembangkan di Indonesia, Teknologi AI Kini Bisa Bantu Dokter Deteksi Risiko Gagal Jantung Kambuh

Health | Selasa, 14 Juli 2026 | 22:40 WIB

Ekosistem Produk Obat Derivat Plasma Mulai Dibangun, Indonesia Siapkan Jaringan Bank Plasma

Ekosistem Produk Obat Derivat Plasma Mulai Dibangun, Indonesia Siapkan Jaringan Bank Plasma

Health | Selasa, 14 Juli 2026 | 19:06 WIB

Orang Tua Kian Selektif, Flyon Kids Jadi Pilihan Penambah Nafsu Makan Anak

Orang Tua Kian Selektif, Flyon Kids Jadi Pilihan Penambah Nafsu Makan Anak

Health | Selasa, 14 Juli 2026 | 12:00 WIB

Review Hepaherb, Suplemen Herbal untuk Mendukung Kesehatan Hati pada Penderita Hepatitis

Review Hepaherb, Suplemen Herbal untuk Mendukung Kesehatan Hati pada Penderita Hepatitis

Health | Selasa, 14 Juli 2026 | 12:00 WIB

Mikroplastik Ditemukan dalam Darah, Plasenta, hingga Otak: Apa yang Sudah Diketahui Ilmuwan?

Mikroplastik Ditemukan dalam Darah, Plasenta, hingga Otak: Apa yang Sudah Diketahui Ilmuwan?

Health | Senin, 13 Juli 2026 | 14:59 WIB

Benjolan Hilang-Timbul pada Anak Jangan Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Hernia

Benjolan Hilang-Timbul pada Anak Jangan Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Hernia

Health | Minggu, 12 Juli 2026 | 19:41 WIB

Waspada! Anak Jarang Main di Luar Rumah Berisiko Premiopia hingga Mata Minus Sebelum 8 Tahun

Waspada! Anak Jarang Main di Luar Rumah Berisiko Premiopia hingga Mata Minus Sebelum 8 Tahun

Health | Minggu, 12 Juli 2026 | 16:50 WIB

Rahasia Anak Percaya Diri, Beri Ruang untuk Bereksplorasi dan Menunjukkan Bakat

Rahasia Anak Percaya Diri, Beri Ruang untuk Bereksplorasi dan Menunjukkan Bakat

Health | Minggu, 12 Juli 2026 | 13:21 WIB

Tekanan Kerja Meningkat, Perhatian terhadap Kesehatan Mental Karyawan Dinilai Makin Mendesak

Tekanan Kerja Meningkat, Perhatian terhadap Kesehatan Mental Karyawan Dinilai Makin Mendesak

Health | Sabtu, 11 Juli 2026 | 21:14 WIB

Mengenal Shin Splints, Momok bagi Pelari dan Cara Mengatasinya

Mengenal Shin Splints, Momok bagi Pelari dan Cara Mengatasinya

Health | Sabtu, 11 Juli 2026 | 13:01 WIB

×